news
LIGA CHAMPIONS
Tembok Napoli Retak
05 November 2019 11:29 WIB
berita
Bek Napoli, Kalidou Koulibaly, kehilangan tajinya sebagai bek terbaik Seri A.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI – Ketika mendatangkan Kostas Manolas dari AS Roma pada mercato musim panas lalu, ada optimisme dari tifosi SSC Napoli bahwa mereka kini memiliki pertahanan paling kuat di Seri A—bahkan Eropa. Bek asal Yunani itu berpasangan dengan Kalidou Koulibaly, menciptakan tembok yang sulit ditembus. Namun, realitanya sama sekali tak sesuai ekspektasi: gawang I Partenopei justru makin mudah dibobol lawan.

Rapuhnya lini belakang Napoli bisa dilihat dalam 11 laga pertama Seri A. Tim asuhan Carlo Ancelotti telah kemasukan 15 gol, dengan rata-rata 1,3 kali perlaga. Bahkan tim gurem macam Parma Calcio, Cagliari Calcio, dan Hellas Verona FC punya rekor lebih baik. Sementara di Liga Champions, prestasi mereka lebih baik (2 clean sheet dalam 3 pertandingan). Tapi, pada pertemuan terakhir melawan RB Salzburg, Napoli kebobolan dua gol.




Baca Juga :
- Ronaldo Siap Balikan Keadaan di Turin
- Casemiro Yakin Real Madrid dapat Memutar Balikan Keadaan di Etihad




Jadi, sudah jelas ada keretakan di tembok I Partenopei. Meski punya dua bek kelas dunia, tak menjamin semua masalah bakal selesai. Malah, sekarang muncul persoalan baru mengenai keserasian Koulibaly-Manolas. Mereka dibekali kualitas luar biasa dalam bertahan, tapi sayangnya bermain dengan gaya terlalu mirip.

"Saya tidak tahu kenapa kamu mengalami penurunan. Sebagai tim yang kuat, seharusnya kami lebih lapar dan sinis. Saya sudah bermain enam kali dengan Koulibaly, sejauh ini kami tampil bagus. Kami hanya kebobolan dua gol lawan AS Roma," Manolas membela diri. 


Baca Juga :
- Juventus Datang, Fans Lyon Gunakan Masker
- Marchisio: Juventus Layak Juara Liga Champions


Sebelumnya, Koulibaly punya Raul Albiol sebagai pendamping. Ini adalah kombinasi klop: Kalidou mengandalkan kekuatan fisik dan energi dalam menekan lawan, sementara rekannya asal Spanyol punya kecerdasan dalam membaca situasi. Jika Koulibaly melakukan keteledoran, ada Albiol yang siap memberi bantuan. Sedangkan bersama Manolas, pertahanan Napoli lebih bertenaga, tapi minim kualitas teknik. Dia dan Koulibaly sama-sama agresif, tak punya penenang jika salah satu blunder.

Koulibaly terlihat berbeda sejak pulang membela tim nasional Senegal di Piala Afrika 2019. Dia seringkali gugup di lapangan, salah posisi, dan bermain tak sesuai arahan. Keterlambatan mengikuti persiapan pramusim bisa jadi faktor penyebab. Namun, setelah beberapa bulan berlalu, pria 28 tahun itu harusnya sudah bisa mengejar ketertinggalan. Pertahanan Napoli sangat bergantung kepada kualitasnya, jadi Koulibaly harus segera bangkit.

Problem juga terlihat di sektor sayap. Selain Giovanni Di Lorenzo, tak ada fullback Napoli yang main mengesankan musim ini. Elseid Hysaj dan Faouzi Ghoulam sudah kehilangan sentuhan, tidak lagi masuk dalam rencana Ancelotti. Sementara Kevin Malcuit harus absen panjang akibat cedera, dan Mario Rui baru mulai proses pemulihan pasca pulih dari masalah otot.

Celah di pertahanan Napoli bisa jadi target empuk bagi Salzburg ketika kedua tim bertarung di Stadio San Paolo, Selasa (5/11) malam atau Rabu dinihari WIB, dalam lanjutan fase grup Liga Champions. Tim asuhan Jesse Marsch itu punya sederet bomber tajam, bisa merepotkan Koulibaly dan kawan-kawan sepanjang 90 menit. Mulai dari Erling Haaland yang merupakan top scorer kompetisi, sampai Patson Daka dan Hwang Hee Chan.* Dari berbagai sumber

NAPOLI (4-4-2) : 1 Meret; 22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 6 Rui; 7 Callejon, 8 Ruiz, 20 Zielinski, 24 Insigne; 14 Mertens, 99 Milik;
Cadangan: 25 Ospina, 13 Luperto, 23 Hysaj, 12 Elmas, 34 Younes, 11 Lozano, 9 Llorente;
Pelatih: Carlo Ancelotti

SALZBURG (4-2-3-1) : 31 Carlos; 43 Kristensen, 39 Wober, 15 Ramalho, 17 Ulmer; 45 Mwepu, 16 Junuzovic;
20 Daka, 18 Minamino, 9 Hee Chan; 30 Haaland;
Cadangan: 23 Kohn, 6 Onguene, 5 Vallci, 4 Ashimeru, 37 Okugawa, 14 Szoboszlai, 7 Koita;
Pelatih: Jesse Marsch

 

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news