news
LIGA ITALIA
Gonjang-ganjing Brescia pasca Kekalahan di Verona
05 November 2019 12:18 WIB
berita
Striker Brescia, Mario Balotelli, marah setelah jadi sasaran perlakuan rasialis suporter Hellas Verona.-Topskor.id/istimewa-
VERONA – Kekalahan 1-2 yang dipetik Brescia Calcio dari pertemuan dengan Hellas Verona, di Stadion Marc’Antonio Bentegodi, Minggu (3/11), harus dibayar mahal. Pelatih Eugenio Corini dipaksa melepaskan jabatannya lantaran tak mampu mengeluarkan tim dari zona merah.

Kecewa dengan tujuh poin dari 10 laga, Presiden Massimo Cellino segera mengutus stafnya mengontak beberapa pelatih. Davide Nicola menolak, Penarol tidak mau melepas Diego Lopez. Jadi Fabio Grosso yang ditunjuk sebagai arsitek baru hingga akhir musim. Kontrak eks allenatore tim Primavera Juventus FC itu akan diperpanjang kalau Brescia bertahan di Seri A.




Baca Juga :
- Lazio Jago PHP
- Balotelli Kembali ke Skuat Brescia, Pelatih Grosso Ogah Bicara




Gonjang-ganjing lain yang mengusik ketenangan adalah aksi rasialis yang dialamatkan kepada Mario Balotelli. Striker itu sangat marah di awal babak kedua. Dia berinisiatif menghentikan pertandingan di menit ke-54 ketika mendengar seruan ‘buu’ dari sekelompok suporter tuan rumah. Bola pun dilemparnya ke arah curva Verona.

Karena wasit Maurizio Mariani dan inspektur federasi tidak mendengar, Balotelli nyaris diganjar kartu kuning lantaran menginterupsi permainan. Namun, rekan-rekan dan pemain lawan termasuk Super Mario segera memberikan penjelasan. Butuh empat menit untuk menenangkan pemain nomor 45 itu sehingga mengurungkan niat untuk meninggalkan lapangan. Pada akhirnya dia mencetak gol semata wayang untuk I Biancazzurri.


Baca Juga :
- Mancini Menunggu Pembuktian Balotelli
- Komposisi Inter Makin Monoton


Laga pun dilanjutkan Brescia, yang sebelumnya dibobol Eddy Salcedo, kembali menderita oleh tembakan Matteo Pessina di menit ke-81. Namun, permainan apik yang diperlihatkan I Mastini masih kalah seru dibandingkan konflik Balotelli dengan tifosi yang berkepanjangan.

Kepala ultras Napoli, Luca Castellini, menuding bahwa perlakuan rasialis yang diterima Balotelli hanya imajinasi pemain semata. Dia yakin kalau pengadilan federasi tidak akan menjatuhkan sanksi kepada mereka.

“Seruan itu hanya datang dari empat orang, yang hanya didengar mereka yang merekam dengan video. Balotelli hanya mendengar itu di kepalanya. Kami adalah kelompok suporter yang kurang sopan, yang mengolok-olok pemain botak, maupun yang berambut gondrong, pemain dari selatan dan yang memiliki kulit berwarna, tapi tidak melakukannya dengan maksud politis atau rasialis. Balotelli menjadi orang Italia karena punya kewarganegaraan, tapi dia tidak mungkin menjadi orang Italia sepenuhnya. Dalam tim kami juga ada pemain dengan kulit hitam yang mencetak gol kemarin, dan semua fans Verona bertepuk tangan untuknya,” Castellini menguraikan kepada Radio Café.

Merasa kurang berkenan dengan penjelasan itu, eks penyerang AC Milan itu melancarkan serangan balik. Dia menulis di Instagram story, “Dengar, teman-temanku, ini bukan soal sepak bola semata. Anda merujuk kepada situasi sosial dan historis yang lebih besar ketimbang kalian, orang-orang picik. Anda kehilangan itu. Bangun, orang-orang bodoh.”* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news