news
INFOGRAFIS
Untuk Kali Ketiga, Liverpool Buktikan Mentalitas Juara
04 November 2019 15:15 WIB
berita
Penyerang Liverpool, Sadio Mane (tengah) menjadi pahlawan kemenangan timnya atas Aston Villa lewat gol di masa injury time, akhir pekan lalu./Istimewa
BIRMINGHAM – Juergen Klopp mengaku merasakan emosi terbaik dalam sepak bola ketika gol sundulan Sadio Mane memastikan kemenangan Liverpool FC pada detik-detik terakhir di kandang Aston Villa FC, Sabtu (2/11). Tetapi pelatih The Reds tersebut tetap mengkritik timnya karena “terlalu santai” sepanjang babak pertama. Bahwa mereka bermain seperti anak-anak!

Liverpool tertinggal satu gol oleh Trezeguet pada menit ke-21. The Reds baru mampu membalas lewat tandukan bek kiri, Andrew Robertson pada menit ke-88. Pada masa injury time, atau tujuh menit setelah gol Robertson, momen yang dinanti terjadi. Memaksimalkan sepak pojok Trent Alexander-Arnold, sundulan Mane bersarang di dalam gawang The Villans. Liverpool pun menang 2-1.




Baca Juga :
- Sterling Balas Fan yang Mencemooh Joe Gomez
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah




Ini kali ketiga di Liga Primer 2019/20 di mana The Reds dipaksa bekerja keras membalikkan situasi untuk kemudian mengamankan tiga poin. Hal sama juga terjadi saat menghadapi Newcastle United FC pada pekan kelima dan Tottenham Hotspur FC, akhir Oktober lalu. Hasil ini pun mempertahankan keunggulan enam poin mereka atas Manchester City FC.

“Kami menyulitkan diri sendiri,” ujar Klopp usai laga. “Kami mulai bermain dengan baik tetapi tidak persis seperti yang seharusnya kami lakukan. Villa bertahan dengan semua yang mereka miliki, mencoba menemukan ruang untuk serangan balik. Untungnya di babak kedua kami lebih baik dan bermain agresif dengan cara yang benar.”


Baca Juga :
- Tite Bingung Bagaimana Dongkrak Performa Firmino
- Van Dijk Miliki Koneksi Khusus dengan Klopp


Mane pun mengakui bahwa duel versus The Villans itu menjadi pertandingan terberat Liverpool musim ini. Suasana memanas setelah Josep “Pep” Guardiola menuding penyerang asal Senegal tersebut sengaja menjatuhkan dirinya (diving), yang menjadi awal proses golnya di Villa Park. “Terkadang dia (Mane) diving, kadang-kadang dia memiliki bakat mencetak gol luar biasa,” ujar pelatih Man. City itu.

Klopp langsung turun tangan membela bintangnya itu. Bahwa memang ada kontak fisik antara Mane dengan salah seorang pemain Villa. “Sadio (Mane) mendapatkan kartu kuning dan ketika Anda melihatnya kembali, (insiden) itu sama sekali bukan kesengajaan! Dia tidak diving! Ada kontak, tetapi itu adalah keputusannya dan kami harus menerimanya,” kata Klopp.

Ada yang lebih penting. Ini kesekian kalinya Liverpool menang dramatis di menit-menit terakhir. Beberapa hari sebelumnya mereka menyingkirkan Arsenal di Piala Liga (Carabao Cup) setelah memenangkan adu penalti. Bulan lalu, mengalahkan Leicester City FC dengan gol di menit ke-95. Gol balasan kontra Manchester United FC (MU) pun tercipta pada menit ke-85.  

Konsep "Fergie Time" yang diciptakan ketika MU arahan Sir Alex Ferguson memiliki kebiasaan menghasilkan gol yang terlambat, kini telah digantikan oleh "Klopp O’clock." Sejak awal musim lalu, tidak ada tim Liga Primer lain yang mencetak lebih banyak gol di divisi ini selama 10 menit terakhir daripada Liverpool (23).

September 2017, Liverpool kebobolan 13 gol dari tujuh pertandingan. Klopp pun mulai membenahi mentalitas pasukannya, khususnya di lini belakang. Lalu, pada April lalu, Mohamed Salah dan Jordan Henderson mencetak gol di akhir laga dalam kemenangan 3-1 di Southampton. Sejak itu, mereka selalu bisa menang walau waktu hampir habis.

Dari kubu Villa, pelatih Dean Smith puas dengan kinerja timnya secara keseluruhan. Tetapi menyesalkan kurangnya fokus dan dua kesalahan dasar yang memungkinkan Liverpool mencetak gol. "Saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya bangga dengan kinerja mereka,” kata Smith. “Namun saya ingin mereka merasakan sakitnya mengalami kekalahan ini, membawa semangat itu ke pertandingan berikutnya.”***NURUL IKA HIDAYATI

Liverpool Mampu Menang meski Tertinggal Lebih Dulu
(Di Liga Primer 2019/20)

Pekan: 5 (14 September 2019)
Lawan: Newcastle
Skor akhir: 3-1
Keterangan: Newcastle unggul cepat lewat gol Jetro Willems pada menit ketujuh. Liverpool baru bisa membalas di pertengahan babak pertama. Setelah itu The Reds mampu mendominasi dan mengamankan tiga poin berkat tambahan gol dari Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Pekan: 10 (27 Oktober 2019)
Lawan: Tottenham
Skor akhir: 2-1
Keterangan: Striker Tottenham Harry Kane membungkam publik Anfield dengan gol cepat ke gawang Alisson Becker. Liverpool dipaksa bekerja keras untuk mengejar ketinggalan. Kerja keras The Reds terbayar di babak kedua melalui torehan Jordan Henderson dan eksekusi penalti Mohamed Salah.

Pekan: 11 (2 November 2019)
Lawan: Aston Villa
Skor akhir: 2-1
Keterangan: Duel dengan Villa memperlihatkan mentalitas pemenang Liverpool. Mereka kebobolan lebih dulu pada menit ke-21. Namun kegigihan The Reds untuk membalikkan keadaan terbayar jelang laga berakhir. Gol Andrew Robertson dan Sadio Mane memastikan pasukan Juergen Klopp mengantongi tiga poin.

 


 

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news