news
ONE CHAMPIONSHIP
Bi Nguyen Janjikan Laga Seru Saat Bersua Stamp Fairtex
02 November 2019 15:17 WIB
berita
Bi “Killer Bee” Nguyen akan menghadapi tantangan berat berikutnya di Manila, Filipina.
MANILA- Setelah mencetak kemenangan gemilang di Vietnam dalam ajang ONE: IMMORTAL TRIUMPH, Bi “Killer Bee” Nguyen akan menghadapi tantangan berat berikutnya di Manila, Filipina.

Atlet Vietnam-Amerika berusia 29 tahun ini akan menghadapi Juara Dunia ONE Atomweight Kickboxing dan Muay Thai Stamp Fairtex, yang tengah berambisi meraih gelar Juara Dunia ketiganya dalam disiplin seni bela diri campuran.




Baca Juga :
- Stefer Rahardian Tatap 2020 dengan Penuh Asa
- Sam-A Gaiyanghadao dan Alaverdi Ramazanov Juara Dunia Baru




Laga mereka akan tersaji dalam ajang ONE: MASTERS OF FATE pada hari Jumat, 8 November, di Mall of Asia Arena, Manila.

Jika sebelumnya “Killer Bee” bertanding dalam ranah Muay Thai, kini ia harus bertransisi dan beradaptasi kembali dengan peraturan seni bela diri campuran. 


Baca Juga :
- Zhang Chenlong Berambisi Pukul KO dan Jadi Juara Dunia di Malaysia
- Harapan "The Terminator" Sunoto Jelang Tahun Baru


“Saat ini, saya menghadapi seorang monster wanita dalam disiplin stand-up dan walau saya yakin akan striking saya, saya akan mengganti game plan kembali ke seni bela diri campuran,” ungkap Bi.

“Saat saya memenangkan laga ini, saya akan membuktikan banyak hal pada diri saya sendiri karena ada tuntutan besar bagi seorang atlet untuk berlaga dalam disiplin olahraga yang berbeda.”

Stamp juga telah melalui pengalaman yang sama tahun ini. Ia merebut gelar Juara Dunia ONE Super Series dalam disiplin kickboxing dan Muay Thai sebelum bertransisi untuk berlaga dalam peraturan bela diri campuran.

Atlet berusia 21 tahun ini diprediksi akan mengandalkan striking kelas dunia yang ia miliki, namun ia pun telah membuktikan kemampuan dalam ground game saat ia mendominasi Asha “Knockout Queen” Roka dengan kuncian rear-naked choke pada ronde ketiga.

“Killer Bee” mengaku kagum, namun sebagai seorang veteran yang telah menjalani sembilan laga profesional dalam disiplin ini, ia yakin tidak akan mengalami nasib yang sama.

“Dia atlet yang bagus. Dia nampaknya telah berlatih [grappling] dan nampak tak kesulitan dalam melakukannya, namun anda harus juga melihat siapa yang anda lawan,” katanya.

“Lawannya dalam laga sebelumnya tidak memiliki pengalaman dalam ground game… Ia adalah petinju luar biasa, namun itu adalah laga yang bagus bagi Stamp untuk menunjukkan [kemampuan] ground-nya dalam laga terakhir itu. Ia tidak akan mendapatkan kesempatan itu melawan saya.”

“Anda benar-benar harus mengerti seni bela diri campuran yang lengkap. Pastinya, anda harus mengakui kemampuan stand-up Stamp, namun saya hanya berpikir saya memiliki lebih banyak jawaban daripada dirinya.”

“Saya rasa laga ini akan berakhir di posisi ground dan saya akan menang. Itulah saat dimana laga ini menjadi tidak berimbang. Saya tidak mengatakan apakah laga akan berakhir dengan [teknik] ground and pound atau submission. Sulit mengatakannya.”

Walau dirinya yakin memiliki keunggulan dalam posisi ground, atlet asal Heritage Muay Thai ini juga yakin bahwa ia dapat menahan lawannya saat berduel stand up. 

Bi Nguyen menyadari bahwa Stamp mungkin lebih diunggulkan, namun ia menyiratkan bahwa kemampuan strikingnya tidak kalah dari Juara Dunia kickboxing dan Muay Thai tersebut. 

“Saya yakin bahwa saya adalah striker bela diri campuran,” jelasnya.

“Gerakan saya akan berbeda bagi dirinya. Ini akan menjadi penampilan berbeda yang belum pernah dia lihat. Jadi saya rasa [permainan] stand-up saya akan memberinya masalah.”*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news