news
TOP OPINI FOOTBALL
Pemain dan Manajemen Barca Ribut Urusan Transfer, Valverde Pakai Filosofi Diam tapi Efektif
02 November 2019 09:55 WIB
berita
Ernesto Valverde, pelatih FC Barcelona. -TopSkor.Id/Istimewa-
TIAP hari selalu ada berita soal rumor transfer yang akan dilakukan FC Barcelona. Mengincar pemain ini dan itu. Lalu, sudah temukan pengganti ini dan itu. Semua itu memang benar. Ada fakta Eric Abidal (Sekretaris Teknik Barca) dan asistennya Ramon Planes yang pergi ke Brasil untuk berburu pemain.

Belum lagi laporan dari pemandu bakat di Eropa yang menyodorkan berbagai nama pemain yang dianggap tepat untuk Barca. Itu baru dari manajemen. Para pemain senior macam Lionel Messi juga ikut campur soal transfer. Utamanya soal transfer Neymar Jr. Bahkan, Gerard Pique sampai berani mengklaim para pemain Barca rela potong gaji demi Neymar.




Baca Juga :
- Barca Dipatahkan Levante! Kualitas Dikalahkan Semangat Tinggi Pantang Menyerah
- MU Kalah! Lemah di Tengah dan Tumpul di Depan, seperti Tim Medioker




Satu sosok yang jarang atau hampir tak pernah terdengar komentarnya soal tranfer pemain adalah sang pelatih Ernesto Valverde. Padahal, dialah yang seharusnya paling berperan untuk urusan ini. Rekan sejawatnya sesama pelatih di klub-klub Eropa sudah ramai minta pemain ini-itu pada Januari 2020.

Alih-alih minta ini-itu, Valverde malah lebih sibuk mempertahankan pemain yang sangat disukainya agar tak dilepas. Mereka adalah Ivan Rakitic dan Arturo Vidal. Atas nama regenarasi tim dan untuk mencari tambahan uang, komprominya adalah Rakitic saja yang dilego.


Baca Juga :
- Sindrom Neymar! Eks Wonderkid Barca Ini Menyesal Pindah ke PSG
- Legenda! Mike Tyson Ungkap Rahasia di Balik Tonjokannya yang Bikin KO 44 Petinju


Ini pun setelah Valverde menempuh satu cara yang hanya dia yang bisa melakukannya. Lewat filosofi diam yang selama ini dijalaninya, Valverde menyusun formasi dari laga ke laga. Ya, Valverde memainkan hak vetonya yaitu menyusun formasi tanpa ada intervensi dari siapa pun.

Dari hak veto itulah dia seperti ingin menyampaikan pesan kepada manajemen dan juga para pemainnya sendiri bahwa Barca sudah cukup kuat dengan materi saat ini. Hingga pekan ke-10, Valverde terlihat lebih banyak memainkan Vidal ketimbang Rakitic. Vidal punya 248 menit dan Rakitic 197 menit.

Hasilnya, Vidal bikin tiga gol dan Rakitic belum. Di lapangan pun, Vidal terlihat lebih gesit dan lebih menghidupkan lini tengah Barca. Jika dimainkan dari bangku cadangan, Vidal langsung mengubah jalannya permainan Barca. Disinyalir, inilah yang jadi dasar keputusan manajemen untuk mempertahankan Vidal dan melepas Rakitic.

Situasi yang tak kalah menariknya juga terjadi di lini depan. Di awal musim, Messi dan Luis Suarez cedera dan Valverde sangat mengandalkan Antoine Griezmann. Bahkan hingga sekarang pun, Griezmann masih jadi pilihan utama. Opini yang muncul, Griezmann belum padu dengan Messi dan Suarez.

Realisasinya tidak demikian, trio MSG sudah terbentuk dan padu. Jika belum sempurna ya wajar karena masih terbilang baru. Namun, konektivitas tiga pemain depan Barca itu sudah sangat terlihat. Ada semacam pesan yang ingin disampaikan Valverde bahwa MSG sudah bagus kok dan tak perlu memaksakan kembalinya MSN.

Diprediksi, tiap kali ada kesempatan, Valverde akan terus memainkan MSG, siapa pun lawannya. Selain untuk menunjukkan kepada semua orang, dengan makin sering tampil bersama, keakraban mereka bisa lebih terbangun. Jika sebuah laga ditutup dengan kemenangan, hanya ada keceriaan di antara para pemain di ruang ganti.

Melihat begitu kuatnya dorongan agar Neymar dibeli kembali, Valverde pun melakukan upaya yang lebih keras lagi. Selain terus memainkan MSG, pelatih berusia 55 tahun tersebut juga memakai cari lain yaitu memperkenalkan Ansu Fati. Ini pemain yang baru saja berulang tahun ke-17 tapi sudah punya dua gol di La Liga.

Tiap kali dimainkan, Fati selalu menyedot perhatian fan. Saat itulah, fan harus mengakui potensi besar Fati untuk masa depan Barca. Posisinya pun identik dengan Neymar. Di usianya yang masih belia, Fati bisa terus berkembang. Valverde pun memberinya fasilitas dengan menit bermain yang cukup untuknya.

Masih ada waktu dua bulan bagi sebelum bursa transfer Januari 2020. Di fase inilah, Valverde bakal memainkan kembali Fati di beberapa laga. Berharap bisa mencetak gol atau assist agar pikiran ke Neymar bisa teralihkan. Dalam sebuah pandangan besar, Valverde sedang menyodorkan Griezmann dan Fati ke manajemen dan para pemain.

Inilah dua pemain yang sudah cukup untuk Barca sehingga tim bisa menghemat ratusan juta euro. Target jangka pendek Valverde adalah mengendurkan syahwat manajemen dan pemain agar tak terlalu nafsu mendatangkan Neymar. Mampukah filosofi diam Valverde memenangkan pertarungan di luar lapangan ini? Menarik menantikan hasilnya.*

loading...
D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!
news
news