news
LIGA INGGRIS
Penyerang Brasil Ini Jadi Favorit Pelatih Chelsea
02 November 2019 13:20 WIB
berita
Penyerang sayap Chelsea asal Brasil, Willian, tetap menjadi andalan The Blues musim ini. Termasuk saat melawan Watford, Sabtu (2/11) malam.
WATFORD – Tren tujuh kemenangan beruntun Chelsea FC di semua kompetisi berhasil dihentikan Manchester United (MU) FC di babak keempat Piala Liga, Rabu (30/10) lalu. Meski begitu, pasukan Frank Lampard tidak boleh larut dalam kekecewaan. Sebab, Sabtu (2/11) malam sudah menanti Watford FC di Vicarage Road.

Kemenangan pada pekan ke-11 Liga Primer 2019/20 ini jadi momen tepat untuk mengembalikan kepercayaan diri Willian Borges da Silva dan kawan-kawan. Sekaligus, melanjutkan tren positif yang sempat terputus dari MU di Piala Liga.




Baca Juga :
- Kemenangan Jadi Harga Mati Chelsea
- Statistik Kiper Utama Chelsea Ini Bikin Waswas




Sorotan tertuju pada Willian yang kemungkinan kembali jadi starter. Secara usia, memang gelandang sayap asal Brasil ini jadi salah satu yang paling senior. Sebab, 9 Agustus lalu genap 31 tahun. Ini menarik, mengingat skuat Chelsea kini didominasi pemain muda. Namun, Lampard tak terlalu memperdulikan. Termasuk, dengan meningkatnya Christian Pulisic (21 tahun) dan Callum Hudson-Odoi (18 tahun).

“Willian yang paling menonjol. Dia jadi pemain terbaik kami (sejak saya jadi pelatih Chelsea),” Lampard, mengungkapkan. Pernyataan itu jadi penegasan, kolaborasi pemain senior dan muda serta rekrutan anyar memberi kontribusi yang signifikan bagi Chelsea.


Baca Juga :
- Kolaborasi Pemain Muda dengan Senior
- Lagi, Kasus Rasial Terjadi di Sepak Bola


Tak heran jika Willian yang dipercaya mengenakan jersey bernomor punggung 10 peninggalan Eden Hazard. Intinya, Hudson-Odoi dan Pulisic merwakili masa depan Chelsea mengingat usia yang masih muda dan juga bakat. Namun, dalam strategi Lampard saat ini, bintang utamanya Willian.

Lampard juga tidak peduli dengan gol dan assist Willian. Sebaliknya, dia sangat menghargai fleksibilitas dari kinerja Willian. Maklum, musim ini, Willian baru mengemas dua gol dan dua assist. Jumlah tersebut masih di bawah Tammy Abraham yang jadi pemain tersubur Chelsea dengan delapan gol diikuti Mason Mount empat gol, dan Pulisic tiga gol.

Di sisi lain, misi Chelsea yang ingin mengembalikan tren impresif ini jadi tantangan sulit bagi tuan rumah. Bisa dipahami mengingat Watford jadi satu-satunya tim yang belum pernah menang. Itu mengapa, skuat asuhan Quique Sanchez Flores ini masih terbenam di dasar klasemen dengan lima poin.

Meski demikian, bukan berarti Watford tidak bisa pecah telur saat menjamu Chelsea. Faktanya, mereka hanya kurang beruntung ketika takluk 1-2 dalam pertemuan terakhir musim lalu di Vicarage akibat penalti Hazard. Sementara, pada musim sebelumnya di tempat yang sama, Watford malah menggulung Chelsea 4-1 yang ketika itu masih ditangani Antonio Conte.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news