news
TOP FEATURE FOOTBALL
Selamat Jalan Alfin Lestaluhu, Prestasi buat Timnas dan Azan Merdumu akan Selalu Dikenang
02 November 2019 13:34 WIB
berita
Suasana pemakaman Alfin Lestaluhu/Foto: Kaltim.com
OSE (dalam bahasa Ambon artinya “kamu”), begitu rekan-rekannya di timnas Indonesia U-16 memanggil almarhum Alfin Farhan Lestaluhu. Kini Alfin sudah tenang, tidak merasakan lagi sakit yang dirasakannya dalam satu bulan terakhir.

Bek kanan timnas U-16 tahun tersebut telah disemayamkan di kampung halamannya Desa Tulehu, Maluku, Jumat (1/11). Alfin mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.11 WIB, Kamis malam lalu di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.




Baca Juga :
-
-




Diagnosa dokter, Alfin meninggal karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin. Alfin meninggalkan begitu banyak kenangan, cerita, dan prestasi. Sosok yang sangat bersahabat, religius, dan menjadi contoh baik bagi rekan-rekannya.

Kini tak ada lagi azan merdu yang kerap dikumandangkan Alfin selama memperkuat timnas U-16. "Alfin bagi saya adalah sosok yang luar biasa. Ibadahnya bagus, sangat rajin mengaji," kata rekan Alfin satu tim di timnas U-16 Marselino Ferdinan. "Meskipun berbeda agama, azan Alfin mungkin yang paling bagus dari rekan lainnya yang pernah saya dengar."


Baca Juga :
-
-


T-shirt, menjadi kenangan terakhir yang diberikan Marselino kepada Alfin sebelum ia meninggalkan rekannya semua. Rekan satu kamar Alfin di mana pun timnas menjalani TC atau turnamen, Ahmad Athallah Araihan, bahkan merasa kesedihan yang sangat mendalam.

Tidak hanya kehilangan sosok Alfin, dia juga akan sangat merindukan bagaimana Alfin menjadi contoh terbaik bagi rekan-rekannya yang lain. Athallah merupakan teman yang paling sering bersama Alfin, karena keduanya selalu satu kamar di penginapan.

"Dia selalu mengingatkan hal-hal baik," kata Athallah. "Satu yang paling saya ingat, waktu itu kami tertinggal waktu salat zuhur tepat waktu. Saya bilang kepadanya, kita sudah telat shalat berjamaah, jadi shalat di kamar (hotel) saja. Tapi dia bilang, tidak usah, ayo kita ke masjid, gak apa-apa telat, di masjid pahalanya lebih besar."

Muhammad Valeroen, memiliki kenangan tersendiri bersama Alfin. Cerita itu ia dapat selepas Indonesia menghadapi Cina di partai terakhir Pra Piala Asia U-16 lalu. Indonesia kemudian dipastikan lolos ke putaran final Piala Asia yang akan berlangsung di Bahrain Oktober 2020.

"Kami sangat gembira sekali saat itu. Setelah melawan Cina, saya, Wahyu Agung, dan Wahyu Pratama, main ke kamar Alfin. Saat itu kami makan bersama, kebetulan saya membawa pempek. Dia sangat suka. Kami sampai tertidur berempat di karpet tidak di atas kasur," cerita Valeroen.

Pelatih kepala Bima Sakti pun sangat kaget ketika mendengar kabar Alfin telah dipanggil Yang Kuasa. Sebab Bima merasa yakin pemainnya itu akan kembali mengikuti TC. Bima bahkan sampai tidak memanggil pemain baru di posisi bek kanan karena percaya Alfin segera kembali.

"Dia sosok pemain yang luar biasa dan punya gaya permain yang lugas. Saya kenal dia sosok yang ceria di luar lapangan, tapi pada saat bermain dia sangat garang dan pantang menyerah," kata Bima.

Bima berharap timnas U-16 bisa mempersembahkan hal terbaik bagi almarhum Alfin untuk terakhir kalinya. "Tim sangat ingin menemani Alfin sampai ia dikebumikan. Tapi kami baru saja selesai TC dan pemain sudah pulang ke daerahnya masing-masing," Bima menuturkan.

"Tapi nanti saya dan seluruh tim yang ada di timnas U-16 akan ke Ambon untuk berziarah atau bahkan melakukan pertandingan untuk mengenang jasa jasa Alfin untuk timnas."*Furqon Al Fauzi

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news