news
LIGA SPANYOL
Dominasi Kroos Mencuat Lagi
02 November 2019 13:50 WIB
berita
Musim ini, gelandang Madrid Toni Kroos bermain lebih agresif sehingga menghasilkan banyak gol untuk tim.
MADRID – Pelatih Zinedine Zidane memang tidak memberi jaminan siapa saja pemain yang akan tampil saat Real Madrid menjamu Real Betis di jornada 12 LaLiga 2019/20. Meski begitu ada satu yang rasanya hampir pasti tampil di Stadion Santiago Bernabeu. Dia adalah Toni Kroos, sebab melihat betapa besar dominasinya untuk tim di musim ini.

Kembalinya Zidane ke kursi pelatih utama tak menggoyahkan status Kroos yang menjadi bagian penting Madrid di era pertamanya dulu. Keraguan sempat muncul pasca kekacauan di 2018/19, apalagi permainannya dinilai malas sehingga tak bisa membantu tim. Tapi klub menunjukkan keyakinan atasnya lewat tambahan kontrak hingga 2023.




Baca Juga :
- Arena Darah Muda di Mestalla
- Messi Berharap Bertemu Madrid yang Kuat




Kepercayaan itupun direspons dengan sangat baik oleh gelandang tim nasional Jerman ini. Ia memanfaatkan kegagalan tim merekrut bala bantuan baru di lini tengah pada musim panas (Paul Pogba ataupun alternatif lainnya). Semua kemampuannya sebagai gelandang komplet dituangkan, sehingga menjadi bagian inti di megaproyek ini.

Permainan yang ditunjukkan Madrid tak lepas dari dominasi Kroos. Gelandang 29 tahun ini mengambil kendali pertunjukan timnya dengan jadi pemimpin lapangan tengah. Perannya sangat diperlukan untuk bisa merealisasikan strategi pelatih, sebab ia berkontribusi pada usaha tim mengontrol bola, dan kini mencuat memandu tekanan tim.


Baca Juga :
- Asa Mengembalikan Hegemoni Spanyol
- Aksi Tsunami Democratic Ancam El Clasico


Penampilan Kroos di atas lapangan menandai waktu bermain Los Merengues, julukan Madrid. Ia jadi metronom tim, mengelola kecepatan permainan; Kapan harus menahan bola atau bahkan mundur, dan kapan saat yang tepat untuk menyerang. Salah satu momen terbaik sedang dicatatkan usai kreativitas dan agresivitasnya tersalurkan.

Ya, salah satu aspek dari dominasinya yang paling menonjol di 2019/20 ini adalah soal agresivitas. “Saya suka mengontrol bola dan menekan naik. Karena itu kami telah menang banyak dan semoga akan melakukannya lagi,” katanya usai menyumbang satu gol ketika Madrid menang telak 5-0 atas CD Leganes, tengah pekan lalu (30/10).

Musim ini Kroos berpotensi melampaui raihan terproduktifnya untuk Madrid. Tiga gol sudah dicetaknya dari perjalanan yang bahkan belum diarungi setengahnya (dua di La Liga, satu Liga Champions). Sejak didatangkan pada 17 Juli 2014, 2017/18 menjadi musim tersuburnya untuk Los Merengues dengan torehan lima gol.

Sebelumnya ia memang kerap muncul sebagai pencetak gol seperti ada sembilan gol saat di Bayern Muenchen (2012/13) dan Bayer Leverkusen (2009/10). Sementara untuk Madrid total dirinya telah menciptakan 16 gol (61 assist). Agresivitasnya menjadi salah satu solusi permasalahan gol yang dialami oleh Zidane di era keduanya kali ini.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

10

Pada musim tersuburnya saat di Madrid (2017/18), Kroos juga membubukan 10 assist di lintas komeptisi. Sedangkan pada awal musim ini sudah ada dua.

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news