news
LIGA ITALIA
Menguji Ketangguhan Napoli dan Roma
02 November 2019 14:27 WIB
berita
Bek AS Roma, Chris Smalling, harus lebih gigih lawan Napoli.-TopSkor.id/istimewa-
ROMA – Tidak terkalahkan dalam lima pertandingan terakhir, AS Roma kini kembali bersaing di papan atas Seri A. Tim asuhan Paulo Fonseca itu memperlihatkan peningkatan performa dalam tiap kesempatan, perlahan mulai menemukan harmoni. Namun, kecemerlangan I Giallorossi tersebut akan mendapat ujian ketika SSC Napoli berkunjung ke Stadio Olimpico, Sabtu (2/11).

Prestasi terbaru yang ditorehkan Roma adalah kemenangan telak 4-0 di markas Udinese Calcio pada tengah pekan. Terbilang mengesankan, karena saat itu mereka harus melakoni mayoritas pertandingan dengan 10 pemain pasca kartu merah kontroversial Federico Fazio. Dan, jika mempertimbangkan sejumlah penyesuaian yang dilakukan Fonseca akibat badai cedera, hasil tersebut makin bermakna.




Baca Juga :
- Ada 12 Lembaran Rahasia di Kontrak Gattuso
- Isi Jumpa Pers Gattuso Sebagai Pelatih Baru Napoli




Salah satu pencetak gol Roma ke gawang Udinese adalah Chris Smalling, bek pinjaman dari Manchester United FC (MUFC). Dengan begitu, I Giallorossi sekarang memiliki 9 pemain berbeda  yang mampu membobol gawang lawan musim ini. Di tengah segala persoalan yang membelit, Fonseca tentu senang mengetahui timnya bisa mendulang gol dari banyak sumber.

Smalling adalah solusi Roma dalam dua area. Selain membuktikan diri mampu jadi alternatif gol, pemain 29 tahun itu sangat diandalkan untuk menjaga pertahanan. Lihat saja rapornya di Seri A musim ini: 6 pertandingan beruntun sejak akhir September, 540 menit, tiga clean sheet, dan cuma kebobolan 4 gol. Kehadiran palang pintu internasional Inggris ini membuat Roma bisa segera melupakan hengkangnya Kostas Manolas.


Baca Juga :
- Gattuso Bertolak dengan Skema Ini
- Gattuso Sepakati Kontrak Hingga Juni 2021, Napoli Bayar Rp 23,8 Miliar untuk 6 Bulan


“Saya pilih Roma karena bisa memperlihatkan kemampuan secara reguler. Ini adalah klub besar dengan pelatih hebat. Kami punya ambisi lolos ke Liga Champions. Dan dalam setiap pertandingan, perfoma tim juga terus berkembang, dari aspek taktik maupun mental,” kata Smalling. “Jika kembali ke MUFC nanti, saya harus bisa jadi pemain yang lebih baik. Bukan berarti saya tak mau bertahan di Roma. Di sini, saya merasakan cinta tifosi yang sangat besar.”

Pengalaman dan kualitas Smalling dalam bertahan membuat tim lebih leluasa menggempur area lawan. Soal ini, tak ada pemain yang lebih diandalkan Roma daripada Edin Dzeko. Dalam 10 pertandingan di Seri A, striker Bosnia & Herzegovina itu sudah menceploskan 5 gol—paling banyak dibanding rekan-rekan lain. Dia akan kembali memimpin lini depan versus Napoli, klub yang sudah dibobolnya 4 kali dalam 7 pertemuan di kaste elite Italia.

Satu hal yang menarik, Dzeko belum pernah menjebol gawang Napoli ketika main di Olimpico. Itu pula sebabnya Roma selalu takluk dari rival asal Campania itu dalam 3 duel kandang terakhir di Seri A. Jika ditotal, I Giallorossi kebobolan 7 gol oleh Napoli, dan hanya mampu melesakkan 2 balasan dalam tiga pertemuan di Olimpico sejak 2016 (1-2, 0-1, dan 1-4).

Untuk menghapus rekor buruk tersebut, Dzeko harus bisa tampil dengan kemampuan terbaik. Selain itu, penting juga kepemimpinan Smalling di lini belakang. Maklum, Napoli dikenal memiliki serangan mematikan. Jika tak solid dalam menggalang pertahanan, tim asuhan Carlo Ancelotti itu bakal menggila.

Smalling dan kawan-kawan terutama mesti mewaspadai pergerakan Arkadiusz Milik. Bomber internasional Polandia yang sudah menemukan lagi irama di kotak penalti. Dalam tiga penampilan terakhir di Seri A, Arek mampu menggelontorkan 4 gol buat Napoli. Musim lalu, dia juga ikut mencetak gol dalam pesta 4-1 I Partenopei di Olimpico.

Milik dan kawan-kawan bakal tampil penuh motivasi setelah kehilangan poin secara kontroversial, tengah pekan kemarin. Apalagi saat ini mereka melawan Roma, salah satu rival di papan atas. Tak boleh lagi membuang kesempatan, karena Juventus FC dan FC Internazionale terus menjauh di jalur scudetto.*** Dari berbagai sumber

ROMA (4-2-3-1) : 13 Lopez; 37 Spinazzola, 15 Cetin, 6 Smalling, 11 Kolarov; 21 Veretout, 23 Mancini; 99 Kluivert, 27 Pastore, 22 Zaniolo; 9 Dzeko;
Cadangan: 83 Mirante, 5 Jesus, 24 Florenzi, 53 Riccardi, 8 Perotti, 17 Under, 43 Antenucci;
Pelatih: Paulo Fonseca

NAPOLI (4-4-2) : 1 Meret; 22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 6 Rui; 7 Callejon, 20 Zielinski, 8 Ruiz, 24 Insigne; 99 Milik, 14 Mertens;
Cadangan: 25 Ospina, 23 Hysaj, 19 Maksimovic, 12 Elmas, 34 Younes, 11 Lozano, 9 Llorente;
Pelatih: Carlo Ancelotti

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news