news
UMUM
Jelang SEA Games, Squash Uji Coba Terakhir
01 November 2019 00:28 WIB
berita
Catur Yuliana berlatih di GBK, Kamis (31/10).
JAKARTA – Kurang dari satu bulan, SEA Games XXX/2019 Filipina, bergulir. Tim nasional (timnas) squash bakal memaksimalkan waktu yang tersisa dengan menambah jam terbang. Manajer timnas, Nuryanto, menyebut atlet-atletnya akan melakukan uji coba terakhir di Singapura Terbuka, 12-16 November.

Kepada wartawan di sela-sela sesi latihan, Nuryanto menuturkan ajang ini bisa jadi tolok ukur persaingan di SEA Games karena sejumlah atlet dari negara-negara peserta pesta olahraga dua tahunan itu akan turun. Mantan atlet nasional itu mengungkapkan, ini merupakan kali ketiga mereka uji coba ke luar negeri.




Baca Juga :
- Pelatih Myanmar Waspadai Osvaldo Haay
- Aldila Sutjiadi Raih Emas Pertama dari Cabor Tenis




Sebelumnya, atlet uji coba di Filipina (Juli) dan Thailand (Agustus) lalu. “Waktu di Filipina yang notabene Pra-SEA Games, kami dapat dua perunggu dari putra dan beregu. Sedangkan di Thailand, tertinggi perempat final karena yang turun pemain dunia,” ujarnya di Lapangan Squash Gelora Bung Karno (GBK), kemarin.

Adapun di Singapura, selain dari tuan rumah, banyak peserta yang berasa dari Thailand, dan Malaysia. “Dapat dikatakan ini sebagai barometer SEA Games. Kami menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) sejak awal Mei. Kini, memasuki fase kompetisi dan akan maksimalkan waktu tersisa,” Nuryanto menambahkan.


Baca Juga :
- Komentar Agus Prayoga Usai Sumbangkan Medali Emas Pertama Atletik di SEA Games 2019
- Hadapi Lawan Tangguh Malaysia & Filipina, Rugby 7s Indonesia Fokus Satu Tujuan: Bawa Pulang Medali


Indonesia akan menurunkan lima atlet putra dan empat putri di SEA Games 2019 atau sesuai dengan kuota yang tersedia. Mereka akan turun pada enam nomor pertandingan,  yakni tunggal putra dan putri, campuran, ganda jumbo putra dan putri, serta beregu campuran. Persatuan Squash Indonesia (PSI) menarget satu emas.

“Target emas ada pada nomor ganda jumbo putra karena waktu di SEA Games 2017, sektor ini meraih perak. Tapi, itu belum pasti karena ada kabar ganda jumbo putra akan ditiadakan mengingat venue belum siap. Namun itu tak akan mengubah target kami meraih satu emas karena sektor lain pun siap bersaing,” ujarnya.

Nuryanto menambahkan, persaingan di Asia Tenggara cukup berat di mana Malaysia masih mendominasi. Selebihnya, memiliki kekuatan yang sama. “Untungnya, saya melihat yang lain levelnya sama. Jadi, nanti tinggal siapa yang siap. Semuanya bisa terjadi, doakan saja kami bisa memboyong  emas,” ia menuturkan.

Dana Sendiri

Lebih lanjut, Nuryanto mengatakan kalau uji coba ke Singapura, PSI menggunakan dana individu karena anggaran pelatnas SEA Games 2019 belum sepenuhnya turun. Sejauh ini, squash baru mendapatkan 70 persen dari total Rp3 miliar yang dijanjikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Sampai hari ini (kemarin), kekurangan dana belum cair. Sudah dua bulan, pelatih, atlet, dan ofisial, belum dapat gaji. Kami sebenarnya sudah mengajukan tapi belum dapat respons. Sebenarnya ini membawa dampak tersendiri bagi atlet karena jadi terbebani. Tapi, soal semangat, saya acungi jempol,” ujar Nuryanto.*MUHAMMAD RAMDAN

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news