news
LIGA INTERNASIONAL
Muenchen Tetap Butuh Mueller
31 October 2019 13:10 WIB
berita
Gol melawan Bochum di babak kedua Piala Jerman, Selasa (29/10) malam lalu membuktikan Thomas Mueller (tengah) kelasnya sebagai seorang raumdeuter alias penafsir ruang.
BOCHUM - Kemenangan FC Bayern Muenchen atas VfL Bochum di putaran kedua Piala Jerman, sudah diprediksi sebelumnya. Namun, skor 2-1 untuk Muenchen di kandang Bochum, Vonovia Ruhrstadion, Selasa (29/10) malam lalu, itu sekali lagi membuktikan bila Die Bayern masih memerlukan sosok second striker Thomas Mueller.

Masuk menggantikan Corentin Tolisso pada menit ke-65, Muller mampu mencetak gol 24 menit kemudian. Inilah gol kedua Mueller dari 14 kali dimainkan di semua kompetisi musim ini. Jika ditambah enam assist yang sudah dibuat Mueller, kini ia terlibat langsung dalam satu gol Muenchen setiap 82,6 menit.




Baca Juga :
- Masa Depan Pelatih Man. City Masih Gelap
- Man. City Serius Mengejar Winger Muenchen Ini




Dari 14 pertandingan yang sudah dijalani Mueller untuk Muenchen, hanya separuhnya (tujuh) ia menjadi starter. Hebatnya, dua gol dan tiga assist mampu dibuat Mueller justru saat ia masuk sebagai pengganti.

Di Bundesliga musim ini, Mueller baru bermain selama 387 menit. Namun, ia mampu memimpin jumlah assist di Muenchen, empat. Sebagai perbandingan, para pemain Muenchen yang membuat tiga assist di Bundesliga semuanya bermain lebih banyak dibanding Mueller, yakni Joshua Kimmich (792 menit), Serge Gnabry (587), dan Philippe Coutinho (538).


Baca Juga :
- Buruknya Performa Dortmund Ternyata Disebabkan Hal-hal Ini
- Kapten Frankfurt Terancam Sanksi Berat


Performa saat melawan Bochum, sekali lagi, membuktikan betapa efektifnya permainan Mueller untuk Muenchen. Di awal laga, pelatih Niko Kovac mencadangkan Mueller dan Coutinho dengan memilih formasi 4-1-4-1.

Namun, menurunkan  Leon Goretzka dan Tolisso sebagai motor lini tengah di depan Thiago Alcantara, ternyata tidak efektif. Banyak ruang kosong di area antara pertahanan dan serangan karena keduanya bermain seperti pemain Nomor 10 ketimbang 8. Akibatnya, Alphonso Davies membuat gol bunuh diri.

Kovac mengubah komposisi pemain pada pertengahan babak kedua. Pelatih asal Kroasia itu meminta Tolisso bermain lebih ke dalam di lini tengah, di samping Thiago. Sementara, Goretzka sendiri sebagai pemain Nomor 10 di belakang  Robert Lewandowski, yang masuk menggantikan Ivan Perisic.

Serangan Muenchen kian variatif begitu Kovac memasukkan Coutinho dan Mueller. Keduanya, terutama Mueller, mampu mencari dan menciptakan ruang yang membuat rekan-rekannya bisa bermain lebih ke depan. Selain cepat, baik Coutinho maupun Mueller tipe pemain yang mampu cepat mengambil keputusan.

Unggul dari sisi teknik individu – lewat penyerang sekelas Lewandowski, Coutinho, Mueller – Muenchen akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat Gnabry, hanya 17 menit sebelum peluit panjang. Kartu merah langsung yang diterima bek tengah Bochum, Armel Bella Kotchap, pada menit ke-88 membuat Muenchen lebih leluasa menyerang. Mueller pun berhasil mencetak gol penentu kemenangan.

Diturunkannya Mueller dan Coutinho dalam satu pertandingan ternyata bukan hanya membuat Muenchen menjadi “lebih menyerang” tetapi juga melepas kebuntuan gol. Melawan Bochum menjadi laga ketiga secara beruntun musim ini Mueller dan Coutinho dimainkan bersamaan setelah Olympiacos FC di Liga Champions dan Union Berlin di Bundesliga. “Mueller pemain luar biasa. Saya bisa bermain sangat baik bersamanya,” ucap Coutinho.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news