news
LIGA SPANYOL
Atletico Tersendat, Catat Koleksi Gol Terburuk di Era Simeone
31 October 2019 13:19 WIB
berita
Striker Atletico, Alvaro Morata mencetak gol beruntun dari tiga pertandingan terakhir yang dimainkannya, teranyar saat menghadapi Alaves, Selasa (29/10). –Topskor/ist
VITORIA-GASTEIZ – Langkah Atletico Madrid kembali tersendat di LaLiga. Mereka kehilangan dua poin saat ditahan 1-1 Deportivo Alaves di jornada 11. Menjadikan hasil pada Rabu (30/10) dini hari WIB sebagai seri keempat dari lima laga terakhir tim berjulukan Los Rojiblancos ini. Lebih parah lagi, mereka juga mencatat rapor gol terburuk di era pelatih Diego “El Cholo” Simeone.

Di musim kesembilannya mengasuh Atletico, baru pada 2019/20 ini timnya hanya mengumpulkan 11 gol dari 11 pertandingan LaLiga. Catatan terburuk sebelumnya terjadi tahun pertamanya (2011/12), saat Los Rojiblancos mengumpulkan 12 gol di periode yang sama. Namun, saat itu sang pelatih asal Argentina hanya separuh musim melatih Atletico (datang per Desember 2011).




Baca Juga :
- Atletico Masih Tumpul
- Felix Siap Hadapi Barca




“Tim lawan (Alaves) bermain bagus di babak pertama, lebih baik dari kami, lalu Lucas (Perez) mencetak gol spektakuler. Kiper lawan melakukan penyelamatan gemilang, ia menyelamatkan Alaves,” ujar Simeone mengakui kelebihan Alaves.

Atletico memang bermain buruk hari itu, mereka seolah terlambat panas. Simeone memang melakukan perubahan dengan mengistirahatkan Koke Resurreccion dan Thomas Partey yang diganti Hector Herrera dan Marcos Llorente. Santiago Arias juga menjadi starter menempati posisi Kieran Trippier, serta menepikan Alvaro Morata yang sedang on fire dengan memainkan Diego Costa berduet dengan Angel Correa.


Baca Juga :
- Atletico Gagal Konversi Setumpuk Peluang lawan Juventus, Begini Komentar Simeone
- Sevilla Cerminan Atletico


Simeone menggunakan 4-4-2, seperti biasa. Tetapi dimodifikasi menjadi 4-1-4-1 di babak kedua. Itu memang lebih berkembang secara permainan serta memperbaiki skema serangan balik yang tak berjalan di babak pertama. Namun sayangnya dengan skema ini, Los Rojiblancos kesulitan untuk bermain lebih direct dan alhasil hanya bisa menciptakan satu gol saja.

“Ada sebuah evolusi taktik. Alaves hanya kemasukan satu gol di kandang, dan hanya kalah dari Sevilla (FC), di laga ini mereka memainkan pertandingan terbaiknya,” kata Simeone menjelaskan.

Di babak kedua, Simeone melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Partey, Koke, serta Morata. Perubahan ini menghasilkan satu gol yang dilesakkan Morata di menit ke-70 berkat assist Correa. Gol tersebut merupakan ketiga beruntun yang dicapai sang striker dalam tiga laga terakhirnya. Kejadian ini baru pertama kali dialaminya bersama Atletico sejak datang Januari 2019.

Ketajaman penyerang Spanyol ini sekaligus menjawab keraguan banyak kalangan saat pundi-pundi golnya tersendat di awal musim. Kendati membahagiakan bisa menyumbang gol secara rutin lagi, Morata tetap meyayankan timnya kehilangan poin di Stadion Mendizorrozza.

"Kami kehilangan dua poin. Kami bisa saja menutup pertandingan dengan mencetak gol tambahan. Kami harus introspeksi dan memikirkan laga berikutnya. Kita tidak boleh lagi larut dengan hasil di pertandingan hari ini,” ujar Morarta.

Sementara, dengan koleksi 20 poin dari 11 laga ini juga sama dengan musim lalu. Itu merupakan yang terburuk dalam sejarh Atletico. Selain Alaves ada beberapa pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan oleh Atletico, contohnya saat diimbangi Valencia CF (1-1). Ketika menjuarai liga, Los Rojiblancos telah mengumpulkan 30 poin hingga pekan yang sama.*** GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER
 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news