news
LIGA INTERNASIONAL
Ben Yedder Berpeluang Akhiri Dominasi Mesin Gol PSG
30 October 2019 14:55 WIB
berita
Penyerang Monaco, Wissam Ben Yedder, berpeluang meraih gelar pencetak gol terbanyak Ligue 1 musim ini.
MONAKO – Kali terakhir pemain Monaco meraih gelar pencetak gol terbanyak Liga Prancis (Ligue 1) terjadi pada 16 tahun lalu. Tepatnya 2002/03. Ketika itu, nama Shabani Nonda tampil sebagai mesin gol terbaik dengan menorehkan 26 gol dari 35 laga.

Dia meneruskan jejak tradisi mesin gol Monaco sebelumnya seperti Sonny Anderson yang meraih gelar individu tersebut pada 1995/96 dengan 21 gol dari 34 laga. Setelah itu, tidak ada lagi nama pemain Monaco bertengger di daftar pencetak gol terbanyak Ligue 1.




Baca Juga :
- Neymar Berikan Bola Penalti untuk Edinson Cavani, Penggemar Banjiri Pujian
- Neymar, Dikagumi sekaligus Dibenci




Yang terjadi adalah dominasi Paris Saint Germain (PSG). Klub asal Paris ini selalu berhasil menempatkan pemainnya di daftar tersebut. Ya, dalam delapan musim terakhir, tujuh kali bintang PSG merengkuh gelar tersebut.

Dominannya PSG dapat dilihat dari gelar pencetak gol terbanyak dalam empat musim terakhir yang diraih pemain mereka: Zlatan Ibrahimovic (2015/16), Edinson Cavani dua musim beruntun (2016-2018), dan terakhir musim lalu, Kylian Mbappe yang mencetak 33 gol dari 29 laga Ligue 1.


Baca Juga :
- Penyerang PSG Ini Kejar Kesempurnaan
- Meski Bermain Bagus, Neymar Tetap Dicemooh Fan Sendiri


Musim ini, Monaco berpeluang mematahkan superioritas PSG dari aspek pencetak gol terbanyak dengan munculnya Wissam Ben Yedder di posisi pertama. Bintang timnas Prancis ini menorehkan sembilan gol dari 9 pertandingan Ligue 1 musim ini. Pemain 29 tahun tersebut sekaligus masuk dalam 10 besar pencetak gol terproduktif dalam liga Eropa.

Ben Yedder untuk sementara melebihi Papiss Demba Cisse. Penyerang klub Alanyaspor (Turki) ini juga menorehkan 9 gol dari 9 laga. Namun, menit Cisse lebih banyak, 804 menit. Di bawah Cisse atau di posisi kesembilan dari 10 besar ada Jamie Vardy yang menorehkan 9 gol dari 10 laga (900 menit), dan terakhir adalah Diumerci Mbokani, penyerang 33 tahun dari klub Antwerp, 9 gol dalam 11 laga.

Tentu saja, di posisi puncak adalah mesin gol Bayern Muenchen, Roberto Lewandowski yang menorehkan 13 gol dari sembilan pertandingan. Penyerang timnas Polandia berusia 31 tahun ini meraihnya setelah tampil dalam 782 menit.

Tentu saja, Ben Yedder bakal sulit menyaingi Lewandowski di tingkat Eropa. Namun, di Prancis, dia berpeluang menjadi yang terbaik, menghentikan dominasi pemain PSG. Kemenangan PSG atas Marseille, pekan lalu, memperlihatkan bahwa lini depan Les Parisiens mencoba untuk berlari lebih kencang.

Duet Mbappe-Mauro Icardi berpeluang untuk memberikan perlawanan dari persaingan pencetak gol terbanyak musim ini. Mbappe contohnya yang tidak melewatkan laga Le Classique itu dengan gol. Dengan dua gol ke gawang Marseille, berarti pula Mbappe selalu mencetak gol dalam tiga laga terakhir lawan Marseille.

Ini memperlihatkan ketajaman bintang timnas Prancis tersebut mulai kembali terlihat. Cedera yang membuat Mbappe sempat terhenti dalam menorehkan gol. Namun, kini dia telah kembali. Total, Mbappe telah menorehkan empat gol di Ligue 1 dan memberikan tiga assist dari enam pertandingan (355 menit).*

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news