news
LIGA INTERNASIONAL
Meski Terancam Tergusur, Cavani Tetap Idola Fan PSG
30 October 2019 10:19 WIB
berita
Penyerang Paris Saint Germain, Edinson Cavani, akhirnya tampil lagi setelah absen panjang karena cedera.
PARIS – Sejak bergabung dengan Paris Saint Germain (psg) pada 2013, Edinson Cavani selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan besar. Padal awal kariernya di Parc Des Princes, striker 32 tahun asal Uruguay ini harus rela tenggelam di bawah bayang-bayang Zlatan Ibrahimovic yang jadi pasangannya di lini depan.

 




Baca Juga :
- Meski Bermain Bagus, Neymar Tetap Dicemooh Fan Sendiri
- Benedetto, Kunci Marseille Bersaing dengan PSG




Ketika Ibra hengkang dari PSG pada 2016, Cavani seperti kuda yang lepas dari kandang. Dia membukukan 35 gol dalam 36 pertandingan di Ligue 1 pada 2016/17 untuk meraih gelar top scorer. Namun, El Matador tidak bisa berlama-lama menikmati status sebagai bintang utama Les Parisiens.

 


Baca Juga :
- Cavani Pasrah sedangkan Neymar Bakal Terus Berulah
- Neymar dalam Perjalanan ke Barcelona, PSG Tidak Takut


Kehadiran dua bintang muda berharga mahal, Neymar Junior dan Kylian Mbappe, membuat Cavani terjebak dalam intrik dan kontroversi. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah keterlibatannya dalam kasus penaltygate. Dia beberapa kali berebut bola dengan Neymar saat PSG mendapatkan hadiah penalti atau tendangan bebas.

Terlepas dari semua kesulitan yang dialaminya, Cavani selalu menjalankan tugasnya di lapangan dengan baik. Dia mencetak 28 gol dalam 32 laga di Ligue 1 2017/18 untuk mempertahankan gelar top scorer. Tapi, serangkaian cedera menghambat kiprahnya musim lalu. Meski begitu, El Matador masih bisa mencetak 18 gol dan jadi penyumbang gol terbanyak kedua PSG di Ligue 1 setelah Mbappe dengan 33 gol.

Kontribusi yang cukup konsisten ini pula yang membuat Cavani menjadi idola publik Parc Des Princes. Kecintaan mereka terhadap mantan pemain SSC Napoli itu terlihat pada laga kandang terakhir PSG di Ligue 1 musim lalu lawan Dijon FCO. Para suporter terus memberikan tepuk tangan dan meneriakkan nama Cavani seusai pertandingan hingga lampu stadion dipadamkan.

Kemampuannya untuk tetap bersinar dalam persaingan dengan Ibrahimovic, Neymar, dan Mbappe jadi bukti reputasi Cavani sebagai seorang petarung. Tapi, situasi yang dialami mantan pemain Danubio FC itu di PSG musim ini terlihat lebih sulit.

Cedera yang membekapnya di awal musim membuat Cavani tidak bisa bersaing dengan striker pinjaman dari FC Internazionale, Mauro Icardi. Apalagi, pemain asal Argentina ini langsung menunjukkan ketajamannya dengan mencetak tujuh gol dalam tujuh laga pertama di Ligue 1 dan Liga Champions.

Performa impresif Icardi membuat Cavani terancam tersingkir dari starting eleven Les Parisiens secara permanen. Apalagi, El Matador tidak mampu berbuat banyak saat masuk menggantikan Mbappe pada menit ke-71 dalam pertandingan itu. Itu laga pertama yang dimainkan Cavani setelah absen dua bulan karena cedera paha.* Rijal Alfurqon

 

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news