news
UMUM
Debat Kandidat Ketua Umum PSSI Dibatalkan, Ini Gantinya
30 October 2019 14:15 WIB
berita
M Nigara yang sebelumnya menjadi penanggung jawab penyelenggaraan acara debat kandidat ketua umum PSSI menilai acara tersebut berpotensi terjadinya benturan/Foto: TopSkor/Jessica Margaretha
JAKARTA – Lagi-lagi Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) selaku penyelenggara Kongres PSSI, bertindak inkonsisten. Secara resmi mereka mengemukakan agenda debat antarcalon ketua umum PSSI yang sedianya digelar Kamis (31/10) besok, batal dilaksanakan.

Sebelumnya agenda forum diskusi untuk para calon mengenai tiga tahun terakhir kinerja PSSI, juga urung digelar. Terkait kondisi ini Ketua KP Syarif Bastaman menilai pembatalan debat tersebut sejatinya bukan masalah besar. Dirinya merasa masa kampanye yang sudah berjalan sejak 24 Oktober lalu tentu sudah dijalani dengan baik oleh para kandidat.




Baca Juga :
- Visi Misi Calon Ketua Umum PSSI dari Perbaikan Organisasi, Subsidi Liga 1 Rp 15 Miliar, hingga Tinggalkan AFF
- Ini Pernyataan Delapan dari 11 Kandidat Ketua Umum PSSI soal Pembatalan Acara Debat Kandidat




“Kami memang merencanakan ada acara debat tapi federasi (PSSI) mengusulkan tidak ada. Kalau dari saya tentu debat ini penting tetapi memang tidak wajib,” ujar Syarif, Selasa (29/10).

“Semua calon juga tahu pekan ini masa kampanye, mereka tentu sudah banyak mempublikasikan ke masyarakat melalui media mengenai program mereka. Kami selaku KP dan juga KBP hanya mengikuti saja dengan yang diinginkan Exco dan federasi,” Syarif menambahkan.


Baca Juga :
- Atmosfer Kongres PSSI Makin Hangat, La Nyalla Didatangi Dua Balon Waketum
- Ary Julianta: Lupakan Bermimpi ke Piala Dunia, Hidupkan SSB pada Tempatnya


Sebagai gantinya, Syarif mengatakan KP dan KBP akan menggelar acara perkenalan calon ketua umum PSSI sebelum kongres 2 November mendatang. “Kemungkinan tepat akhir bulan atau awal bulan nanti. Kami sedang merapatkan kembali mengenai masalah itu,” katanya.

Anggota KBP, M Nigara yang sebelumnya ditugaskan untuk menyelenggarakan acara debat tersebut mengatakan, sejatinya debat ini dilaksanakan untuk menyemarakkan pra-kongres saja. Bukan sebagai acara yang wajib dilaksanakan.

“Sebenarnya debat ini tidak ada dalam rangkaian agenda pemilihan. Jadi, ada atau tidak ada debat, tidak akan mengurangi bobot para kandidat itu sendiri. Mereka juga dalam masa kampanye, saya rasa masing-masing sudah menjalankan kampanyenya dengan cara mereka sendiri,” ujar Nigara.

Ia juga menyebutkan ada beberapa alasan debat calon ketum PSSI tidak jadi dilaksanakan. Salah satunya untuk menghindari potensi benturan antarkandidat.

“Sebab sebelumnya mengenai kongres ini ada yang ingin dijalankan 20 Januari tahun depan ada juga yang ingin menjalankan 2 November. Saya tidak mau menjelang kongres nanti diwarnai dengan hal-hal yang berbenturan sepeti itu,” Nigara menambahkan.

Calon Wakil

Sementara itu salah satu kandidat wakil ketua umum PSSI M Kusnaeni mengaku sudah merasa kecewa ketika sejak awal KP dan KBP akan melaksanakan debat hanya untuk calon ketua umum. Apalagi, ditambah tidak jadi dilaksanakannya debat tersebut.   

“Artinya, tidak ada kesempatan memberi gambaran kepada publik bagaimana calon wakil ketua umum PSSI melihat kondisi saat ini dan akan datang. Padahal, kalau merujuk pengalaman PSSI beberapa periode terakhir wakil ketua umum itu naik menggantikan ketua umum. Itu artinya posisi wakil ketua umum juga penting,” ujar Kusnaeni.

Soal pembatalan debat calon ketua umum, pria yang juga komentator sepak bola ini juga sangat menyayangkan. “Banyak masyarakat ingin tahu seperti apa sih visi dan misi para calon tersebut? Bisa atau tidak mereka menjabarkannya, mengargumentasikannya kepada publik? KP dan KBP juga harus memberikan solusi lain untuk memperkenalkan mereka,” ucap Bung Kus, sapaannya.*Nizar Galang Gandhimar

 

 

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news