news
LIGA 2
Pelatih Persita Terapkan Metode Face to Face Menjelang Delapan Besar
29 October 2019 12:51 WIB
berita
TANGERANG - Babak penyisihan Liga 2 2019 telah berakhir. Persita Tangerang mengunci perjalanan di posisi kedua Wilayah Barat. Melaju ke babak delapan besar, Persita sudah melakukan serangkaian persiapan dan latihan yang intensif.

Pasukan Widodo Cahyono Putro ini akan menjalankan latihan taktikal dalam satu pekan dengan diselingi dengan latihan fisik. “Masalah taktikal atau strategi tentu saya tidak dapat membocorkannya di media. Karena itu privasi tim dan kami tidak ingin semua itu menjadi konsumsi publik. Intinya kami benahi transisi negatif dan positif juga antisipasi masalah-masalah bola mati sebagai evaluasi dari tim pelatih ya,” ujar Widodo.




Baca Juga :
- Secara Verbal, Beto dan Supardi Diklaim Telah Sepakat Gabung SFC
- Widodo Beberkan Kriteria Pemain Asing Persita pada Liga 1 2020




Selain menggelar latihan, Persita juga ingin menggelar serangkaian uji coba. Rencananya, Persita akan melakukan tiga laga uji coba sebelum delapan besar dimulai.

Sebelumnya, Muhammad Robby dan kawan-kawan sudah menjalani satu pertandingan uji coba melawan tim UNJ di Stadion Sport Centre, Kelapa Dua, Tangerang. Laga ini berkesudahan dengan kemenangan Persita 3-1.


Baca Juga :
- Sriwijaya FC Cari Bapak Angkat untuk Meminang Beto
- Gagal Menembus Liga 1, SFC Langsung Bergegas Evaluasi Tim


“Saya datang memang dengan target yang tinggi yaitu untuk meloloskan Persita ke Liga 1. Hal ini akan tercipta jika konsistensi pemain di lapangan terus stabil. Untuk mencapai hal itu saya rasa selain persiapan latihan memang harus ada uji coba juga untuk menjaga ritme permainan anak-anak,” ujar Widodo.

Hal di luar teknis juga terus dibangun di tim ini. Salah satunya menjaga psikologis pemain.  “Saya harus lebih mendekatkan diri lagi kepada pemain. Lebih sering ngobrol secara face to face apa keluhan mereka selama ini. Apa yang kurang dari tim kepelatihan, apa ada masukan yang harus dirembukkan bersama. Hal ini cukup penting untuk menguatkan kami dalam bertanding di lapangan nanti,” kata Widodo.

Mantan pelatih Bali United itu juga mengatakan dengan perubahan jadwal menjadi home turnament tentu persiapan untuk pertandingan delapan besar nanti juga pasti berubah. Dirinya ingin benar-benar mencari pemain dalam kesatuan tim yang solid.

“Saya berharap dari semua pemain ini bisa siap di babak selanjutnya nanti. Tetapi memang ada beberapa pemain khusus yang harus kami push lebih dan itu memang tugas kami sebagai pelatih,” ujar Widodo.

Jika melihat pesaing Persita di Grup B babak delapan besar, mungkin nama besar Persik dan PSMS menjadi lawan berat. Kedua tim ini sejatinya klub besar di liga kasta tertinggi tanah air pada masanya.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news