news
LIGA 1
Menjalang Laga Melawan Persib, Persija Membukukan Catatan Meyakinkan
25 October 2019 11:33 WIB
berita
Pemain Persija Riko Simanjuntak dikawal bek PSS Jajang Sukmara di Stadion Maguwoharjo, Kamis (24/10) - TopSkor/Sri Nugroho
SLEMAN – Edson Tavers menghadirkan optimisme. Pelatih Persija itu perlahan tapi pasti membawa Persija ke bentuk permainan terbaiknya, yang sempat hilang pada awak musim ini. Itu terlihat dalam laga melawan PS Sleman (PSS) di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Kamis (24/10) malam.

Dalam laga yang berakhir dengan skor kacamata itu, Macan Kemayoran tampil matang. Kombinasi bola pendek dan cepat, diselingi umpan-umpan panjang terukur, membuat tuan rumah kewalahan. Pola tempel ketat diiringi transisi negatif dan positif ligat dari Super Elang Jawa, julukan PSS, tak membuat Persija panik.




Baca Juga :
- Pelatih Madura United Komentari 3 Hukuman Penalti Lawan Persija
- Pernyataan Edson Tavares Usai Persija Selamat dari Ancaman Degradasi




Bagi Tavares, inilah modal tim asuhannya sebelum bentrok dengan Persib di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (28/10) nanti. Pelatih asal Brasil itu menegaskan, kemenangan 1-0 di Makassar, lantas imbang 0-0 di Sleman, merupakan hasil meyakinkan, walau belum cukup memuaskan.

“Kami ingin pulang terlebih dahulu ke Jakarta, baru selanjutnya memikirkan laga melawan Persib,” kata Tavares. Pulang ke Jakarta dinilai penting untuk mengembalikan energi pemain. Berkumpul kembali dengan keluarga, diyakini bisa meningkatkan kembali stamina dan motivasi.


Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga 1 2019, Jumat Malam
- 18 Tim Peserta Kompetisi Liga 1 2020 Sudah Lengkap


Terlepas dari itu, dua laga tandang yang berbuah empat poin, menjadi capaian istimewa. Pasalnya, dari sembilan pertandingan tandang sebelumnya, saat Persija masih ditangani Ivan Kolev dan Julio Banuelos, Persija hanya bisa membukukan hasil imbang, sebagai catatan terbaik. Itu pun selalu, imbang-kalah-kalah-imbang.

Tanpa mengungkapkan psywar, Tavares seolah mengirim pesan kepada bakal lawan selanjutnya, Persib untuk waspada. Kini, mentalitas Persija telah kembali. Persija bukan hanya jago kandang, tetapi juga matang tandang. “Kami akan terus mengembangkan diri dari pertandingan ke pertandingan,” ucapnya.

Kabar baik lainnya, koneksi dan komunikasi antarlini dan antarpemain kian terjalin. Duet lini pertahanan: Xandau dan Fachrudin Aryanto misalnya, kompak saat membangun jebakan off-side dan saling menutupi saat ditekan. Sedangkan gelandang Juan Tomas Campasol mulai padu dengan rekan lainnya.

Karakter petarung Riko Simanjuntak juga telah kembali. Anak Siantar, Sumatera Utara tersebut memperlihatkan kembali gaya mainnya, naik dan turun dengan cepat, tanpa sedikit pun terlihat kelelahan. Sementara Heri Susanto semakin menemukan irama permainan sebagai penyerang serba bisa.

Sementara itu, pelatih PSS Seto Nurdiantoro menilai hasil imbang cukup memuaskan. Pada babak pertama, ia menganalisis, baik Persija maupun PSS, sama-sama tampil cepat dengan taktikal masing-masing. Sedangkan pada babak kedua PSS lebih dominan, namun pemain Persija tampil lebih tenang.

“Saya pikir ini hasil maksimal dari kami. Tetap kami syukuri, meskipun kehilangan dua poin. Ada yang jadi pembeda (dalam pertandingan ini). Persija, mungkin salah satunya kualitas pemain, pengalaman bertanding, dan kedawasaan dalam bermain. Sementara kami punya semangat, daya juang,” kata Seto.

Pelatih yang namanya mulai diperhitungkan sebagai arsitek timnas Indonesia ini menambahkan, setiap pemain PSS terus berkembang dari pertandingan ke pertadingan. Hal ini pula yang membuatnya optimistis Bagus Nirwanto dan kawan-kawan akan bisa menembus papan atas klasemen Liga 1 2019.*** Sri Nugroho 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news