news
LIGA INGGRIS
Sheffield Siapkan Serangan Balik
21 October 2019 13:35 WIB
berita
Bek Sheffield United Chris Basham tidak hanya tangguh saat bertahan tetapi juga mematikan saat membantu serangan timnya.
SHEFFIELD - Pertandingan Sheffield United FC versus Arsenal FC di Bramall Lane, Senin (21/10) malam, menjadi laga terakhir di pekan kesembilan Liga Primer. Secara teori, tim tamu jelas unggul segalanya. Baik dari posisi di klasemen sementara, materi pemain, hingga prestasi.

Terlebih, mengingat ini kali pertama Sheffield tampil di Liga Primer sejak degradasi pada 2006/07 silam. Namun, skuat asuhan Chris Wilder bisa saja memberi kejutan tidak menyenangkan untuk Arsenal. Faktanya, musim ini, mereka sukses memaksa Chelsea FC bermain 2-2 di Stamford Bridge pada 30 Agustus lalu.




Baca Juga :
- Rodri Akui Pelatih Man City Pengaruhi Permainannya
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah




Pun demikian ketika menjamu Liverpool FC hanya kalah 0-1 (28 September). Selain determinasi dan tekad untuk lolos degradasi, Sheffield dikenal memiliki taktik unik. Khususnya, pada barisan belakang dengan pergerakan absurd dari bek tengah.

Wider memang tidak meninggalkan prinsip tiga pemain belakang dengan pola 3-4-1-2 atau 3-5-2. Namun, pelatih 52 tahun ini menerapkan dengan gaya berbeda yang terlihat unik. Itu karena Wilder seperti membiarkan pertahanan lebih terbuka akibat bek tengah yang cenderung maju atau membantu serangan hingga menyisakan ruang di antara kedua sayap.


Baca Juga :
- Van Dijk Miliki Koneksi Khusus dengan Klopp
- Inilah Rahasia Mengapa Bek Sayap Liverpool Mematikan


Namun, itu seperti jebakan. Sebab, posisi lowong tersebut langsung bisa diisi rekan sesama beknya. Hal itu berlanjut jika bek kiri ikut maju atau bek kanan. Sekilas, ini seperti kekacauan yang terorganisir. 

Namun, justru ini jadi senjata andalan dalam melancarkan serangan balik nan mematikan ke pertahanan lawan. Terutama, ketika ada pemain Sheffield yang sukses merebut bola hingga didistribusikan ke depan. Yang menarik, Wilder menerapkan idenya yang tergolong nyeleneh itu bukan baru musim ini saja. Melainkan, sejak 2016 ketika Sheffield masih di Championship atau divisi dua Inggris.

Sejak musim lalu, Wilder bertumpu pada Jack O’Connell dan Chris Basham. Keduanya sukses menyumbang enam gol dan tujuh assist di Championship 2018/19. Dengan statistik tersebut, O’Connell dan Basham bukan sekadar bek tangguh saja, melainkan tajam. Contohnya, saat Sheffield memaksa Chelsea bermain 2-2 dengan Basham sukses merepotkan pertahanan The Blues.

Jelas, taktik dari Wilder ini harus dicermati Arsenal. Pasukan Unai Emery harus lebih sabar meladeni permainan tuan rumah. Selain itu, David Luiz dan kawan-kawan wajib mewaspadai serangan balik tuan rumah.  Faktanya, Liverpool sangat mendominasi dalam penguasaan bola tapi hanya mampu melakukan tiga tembakan ke gawang dan mencetak satu gol.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news