news
LIGA INGGRIS
Pemain Spurs Mendukung Pochettino
21 October 2019 13:25 WIB
berita
Pelatih Tottenham asal Argentina, Mauricio Pochettino, diyakini tidak akan meninggalkan London dalam waktu dekat.
LONDON – Masa depan Mauricio Pochettino bersama Tottenham Hotspur FC berada di persimpangan. Itu akibat tren negatif yang dicapai Harry Kane dan kawan-kawan di Liga Primer musim ini. Teranyar, mereka hanya mampu meraih satu poin saat menjamu Watford FC di Tottenham Hotspur, Sabtu (19/10) yang berujung 1-1.

Hasil imbang itu memperpanjang paceklik kemenangan Spurs. Pasalnya, mereka hanya mampu sekali menang dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Primer. Wajar, jika posisi Pochettino dalam ancaman. Terutama, mengingat Spurs dikaitkan dengan Massimiliano Allegri dan Jose Mourinho.




Baca Juga :
- Ini Daftar Staf Jose Mourinho di Tottenham Hotspur
- Tottenham Hotspur Gerak Cepat




Kebetulan, keduanya dalam posisi menganggur. Allegri meninggalkan Juventus FC sejak musim panas lalu dan Mourinho belum melatih lagi usai dipecat Manchester United FC pada akhir Desember lalu.

Namun begitu, segenap pemain memberikan dukungan terhadap Pochettino. “Anda semua lihat bagaimana kami bertarung di lapangan. Semua (pemain) kini ada di belakang klub dan pelatih. Jika tidak, kami tentu tidak akan bermain seperti itu (lawan Watford,” ucap Toby Alderweireld, bek kawakan Spurs.  


Baca Juga :
- Peninggalan Pochettino di Spurs Sulit Ditandingi Pelatih Mana pun
- Inilah Alasan Spurs Pilih Mourinho


Poshettino menyebut tidak ada pihak (baca: pemain) di Spurs yang akan mengucapkan selamat tinggal. Pelatih berkebangsaan Argentina itu juga menolak membahas rencana transfer pada Januari mendatang.

“Tidak, saya tidak yakin (ada rekrutan lagi). Saya percaya dengan skuat saat ini. Saya menghormati pendapat orang yang mengatakan kami harus mengubah sesuatu. Namun, keputusan saya tetap pada skuat ini. Sebab, saya tahu kualitas mereka,” katanya.

Hingga kini, belum ada respons dari manajemen Tottenham terkait masa depan Pochettino atau rencana di bursa transfer. Namun, memecat pelatih pada tengah kompetisi memang sangat riskan. MU mengalaminya saat mendepak Mourinho pada akhir tahun lalu. Faktanya, Setan Merah bersama Ole Gunnar Solskjaer hanya finis peringkat enam Liga Primer 2018/19 hingga gagal ke Liga Champions.

Apalagi, mengingat peran Pochettino dalam lima tahun terakhir sejak didatangkan pada 27 Mei 2014. Dalam periode itu, dia sukses mengangkat Tottenham jadi salah satu kuda hitam di Liga Primer. Termasuk, sebagai runner-up 2016/17 yang jadi pencapaian terbaik sejak 1962/63. Bahkan, musim lalu, Spurs melangkah hingga final Liga Champions.

Selain itu, chemistry antara Pochettino dan pemain sangat kuat. Memecatnya dalam kondisi terpuruk saat ini bukan jadi solusi bagi Tottenham. Mempertahankan, setidaknya hingga akhir musim jadi alternatif terbaik. Itu mengapa, bursa transfer musim dingin pada Januari mendatang sangat krusial bagi Tottenham.

Maklum, rekrutan musim ini yang butuh biaya hingga 114 juta paun atau sekitar Rp 2,1 triliun ini tidak sejalan dengan Pochettino. Di sisi lain, beberapa andalan seperti Christian Eriksen, Jan Vertonghen, dan Alderweireld, sempat mengalami nasib tak menentu.  Ini jadi PR Pochettino dan manajemen yang ingin mengembalikan prestasi Tottenham.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news