news
UMUM
Ketok Palu! Indonesia Ikut 49 Cabor di SEA Games 2019
21 October 2019 09:25 WIB
berita
Anggar akan berangkat ke SEA Games dengan biaya swadaya.
JAKARTA – Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk SEA Games XXX/2019 Filipina, Harry Warganegara Harun mengonfirmasi jumlah terbaru cabang olahraga (cabor) yang bakal diikuti. Selain 45 yang sebelumnya diumumkan, ada empat lainnya yang berangkat secara mandiri.

Minggu (20/10), Harry mengumumkan jika floorball, layar, anggar, dan hoki bawah air, memastikan diri tampil di SEA Games. Selain itu, Indonesia memasukkan bisbol dalam daftar disiplin karena dianggap berpotensi menyumbangkan medali. Padahal, sebelum entry by name, bisbol tak disertakan.




Baca Juga :
- Semifinal Indonesia vs Malaysia: Ada Gengsi dan Emosi, Siaran Langsung di Streaming Menoreh TV
- Skuat Timnas SEA Games Teriring Doa Ibu dan Ibul




Meski begitu, Harry mengatakan, ada peluang keempat cabang itu dapat suntikan dana dari Pemerintah. Dengan kata lain, belum tentu semuanya full mandiri seperti atlet yang masuk tanggungan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun, untuk ofisial, berangkat dengan dana swadaya.

“Senin (21/10), kami lebih dulu rapat di (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Di sana akan jelas, bagaimana formulanya. Apakah mereka akan mandiri secara penuh atau ofisialnya saja. Semua masih bisa terjadi,” Harry menuturkan.


Baca Juga :
- PB Perbakin Targetkan 3 Medali Emas di SEA Games 2019
- Dikunjungi Menpora, PB Perbakin Keluhkan Stok Peluru


Peluang atlet keempat cabor tersebut dibiayai Pemerintah cukup besar. Merujuk rancangan awal, ada 800 atlet yang tertanggung dalam anggaran kontingen Rp47 miliar. Pasalnya, sebelum keempat cabor tersebut masuk entry by name susulan, hanya sekitar 670 atlet yang terdaftar.

Sedangkan jika ditambah dengan floorball, layar, anggar, hoki bawah air, serta disiplin bisbol, Indonesia akan menurunkan 769 atlet di Filipina. “Kalau melihat keadaan sekarang, sangat mungkin atlet dari cabang dan disiplin mandiri tersebut sebagian tertanggung Pemerintah,” ujarnya.

Saat disinggung soal peluang cabor lain untuk berangkat lewat jalur mandi, Harry menutup pintu. Sekadar informasi, selain floorball, layar, anggar, dan hoki bawah air, ada pula bola tangan, tenis meja, dan gulat. “Jumlah 49 cabang sudah kami kunci. Tidak mungkin nambah lagi,” katanya.

Meski begitu, Harry masih menunggu susunan nomenkelatur kementerian yang akan diumumkan Presiden RI Joko Widodo, menyangkut wacana penghapusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Beredar kabar, Kemenpora akan diganti dengan Badan Keolahragaan Nasional (BKN).

Status bidang olahraga dalam kabinet baru bisa berpengaruh terhadap pencairan dana pemusatan latihan nasional (pelatnas). “Soal apakah Kemenpora tetap ada atau diganti, kami juga masih menunggu. Kabarnya, Senin akan diumumkan. Apa pun itu, yang penting berdampak positif,” ucap Harry.

Mulai Kunjungan

Sebagai CdM, Harry akan memulai kunjungan ke pelatnas cabor. Namun, banyaknya jumlah yang diikuti, yakni 49, ada kemungkinan tak semua didatangi. Mereka akan memanfaatkan teknologi seperti video call untuk bertatap muka dengan atlet, pelatih, hingga ofisial. 

Adapun cabor pertama yang mereka datangi adalah golf yang berlatih di Emeralda Golf Club, Cimanggis, Depok. “Karena keterbatasan anggaran, mungkin tak semua didatangi langsung. Pada hakekatnya, kami akan memberi perhatian kepada semua cabor,” ujar Harry.

Lebih lanjut, Harry menuturkan, beberapa cabor yang berlatih di luar Jakarta juga masuk agenda untuk dikunjungi. Misalnya, tinju, yang menggodok persiapan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). “Jadi bukan hanya cabor-cabor yang berlatih di Jakarta dan sekitarnya,” ia menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news