news
UMUM
Kemampuan Pemain Pelapis Jadi Persoalan Timnas U-19
21 October 2019 13:32 WIB
berita
GIANYAR  - Tampaknya pelatih timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini masih perlu menyempurnakan skuatnya. Ini terlihat jelas ketika timnas U-19 menelan kekalahan 1-3 dari Cina U-19, dalam laga uji coba kedua di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (20/10) sore.

Pada laga kemarin, Fakhri menurunkan pemain pelapis sebagai starter. Mulai penjaga gawang hingga penyerang. Pelatih kelahiran Lhokseumawe, Aceh tersebut ingin melihat sejauh mana perbedaan pemain pelapis dan pemain utama, hasilnya masih perlu disempurnakan.




Baca Juga :
- Prediksi PSIS vs Bali United, Laga Krusial
- TC Timnas Futsal Indonesia Dipisah




Kuarter lini belakang: Bayu Fikri, Komang Teguh, Fadilah Nur Rahman, dan Yudha Febrian kurang begitu kokoh. Alhasil pada babak pertama, tepatnya menit ketujuh pertahanan Indonesia mampu ditembus Cina dan berhasil mencetak gol lewat sepakan keras Qianglong Tao. Lini tengah timnas U-19 juga kurang berjalan maksimal bahkan hampir tak ada permainan pendek khas tim Garuda Muda.

Pada babak kedua, seluruh pemain tengah dan depan dirotasi. Trio lini tengah andalan timnas U-19: David Maulana, Beckham Putra, dan Brylian Aldama dimasukkan. Dua penyerang inti: Amiruddin Bagus Kahfi, dan Fajar Fatur Rahman juga dimainkan. Hasilnya gol penyama kedudukan tercipta melalui kaki Bagus menit ke-74. Namun, Cina justru mampu memperlebar keunggulan lewat Aisikaer Aifeierding  pada menit ke-78 dan Qianglong Tau (90+1).


Baca Juga :
- Beto Terancam Batal ke SEA Games
- Pemain Cadangan Tampil Meyakinkan, Timnas Putri Tekuk Sri Lanka 3-0


Fakhri mengaku memang sengaja menurunkan lapis kedua karena ingin melihat adaptasi seluruh pemain tersebut. Utamanya pada lini tengah dan belakang, yang ia katakan belum tenang ketika menerima tekanan dari lawan.

“Lini tengah memberikan ruang begitu luas, sehingga akhirnya pemain Cina leluasa untuk bisa memberikan true pass dan melakukan penetrasi ke daerah pertahanan kami,” kata Fakhri.

Namun, Fakhri menilai pada babak kedua tampak perubahan dari permainan timnas U-19, ketika memasukkan David, Beckham, dan Brylian. “Kami mampu mempertahankan ritme permainan, kami memiliki beberapa kesempatan juga, sayang setelah skor 1-1 kelengahan pemain belakang dari situasi set piece yang dibuat oleh Cina. Tapi buat saya kekalahan ini sangat baik untuk kami memperbaiki tim ini secara personal ataupun secara tim,” kata Fakhri.

Laga melawan Cina, kemungkinan menjadi uji coba internasional terakhir untuk timnas U-19. Setelah ini, Fakhri akan menentukan skuat untuk bertarung dalam Pra-Piala Asia (PPA) U-19 2020, pada November 2019 mendatang. Artinya tiga pemain akan dipulangkan oleh legenda PKT Bontang tersebut. “Tim Cina ini adalah gambaran tim Korea Utara dan tim Hong Kong yang bakal menjadi lawan kami pada kualifikasi,” ujar Fakhri.*SUMARGO PANGESTU

 

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news