news
UMUM
Banyak Diperebutkan Orang, Ini Fungsi Ketua Umum PSSI Menurut Statuta
19 October 2019 19:37 WIB
berita
JAKARTA - Sebanyak 11 calon Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 telah ditetapkan. Bersama-sama dengan 15 kandidat wakil ketua umum dan 71 calon anggota Exco PSSI. 

Banyak orang bertanya-tanya apa saja keistimewaan sebagai Ketua Umum PSSI, sampai-sampai diperebutkan banyak orang. Termasuk dari kalangan polisi, militer, penyelenggara negara eksekutif maupun legislatif, sampai masyarakat sipil.




Baca Juga :
- Tak bisa ke Malaysia, Milla Siap Datang ke Indonesia Pekan Depan
- Prediksi PSIS vs Bali United, Laga Krusial




Sebelum Kongres Pemilihan pada Sabtu 2 November 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta, ada baiknya kita cek definisi, tugas, dan wewenang seorang Ketua Umum PSSI. Hal ini berdasarkan Statuta PSSI 2019 pada Bab VI mengenai Ketua Umum, di Pasal 42.

Berikut petikan selengkapnya:


Baca Juga :
- TC Timnas Futsal Indonesia Dipisah
- Beto Terancam Batal ke SEA Games


Pasal 42 (Ketua Umum)

(1) Ketua Umum bertanggung jawab untuk :
a. Melaksanakan keputusan yang dikeluarkan oleh Kongres PSSI dan Komite Eksekutif melalui Sekretariat Jenderal;
b. Memastikan fungsi efektif Badan PSSI agar dapat mencapai tujuannya yang diuraikan sebagaimana diatur dalam Statuta PSSI;
c. Melakukan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal;
d. Memelihara hubungan baik antara PSSI dan para Anggota PSSI, FIFA, AFC serta Badan Pemerintahan dan Organisasi lain.

(2) Hanya Ketua Umum yang dapat mengusulkan pengangkatan dari Sekretaris Jenderal. Namun, Ketua Umum dapat juga mengusulkan kepada Komite Eksekutif untuk pemberhentian Sekretaris Jenderal.

(3) Ketua Umum harus memimpin Kongres PSSI, rapat Komite Eksekutif dan rapat KomiteKomite lain di mana Ketua Umum adalah Ketua dari Komite tersebut;

(4) Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum yang paling lama melayani dan berpengalaman dalam sepak bola akan mewakilinya.

(5) Ketua Umum memiliki hak suara biasa di Komite Eksekutif.

(6) Setiap kewenangan tambahan dari Ketua Umum harus dicantumkan dalam Peraturan Internal Organisasi PSSI.

(7) Ketua Umum tidak diperbolehkan untuk membatalkan atau mengubah keputusan apapun dari Kongres PSSI atau Badan Yudisial.

(8) Apabila posisi Ketua Umum kosong sebagaimana diatur dalam Pasal 38 ayat (9) Statuta PSSI dan masa jabatannya kurang dari 24 (dua puluh empat) bulan, maka Wakil Ketua Umum yang paling lama melayani dan berpengalaman dalam sepak bola akan mewakili sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum sampai dengan Kongres PSSI selanjutnya. Kongres PSSI tersebut harus memilih Ketua Umum yang baru untuk periode jabatan yang tersisa.

(9) Jika posisi Ketua Umum kosong sebagaimana pada Pasal 38 ayat (9) Statuta PSSI dan masa jabatannya lebih dari 24 (dua puluh empat) bulan, maka Wakil Ketua Umum yang paling lama melayani dan berpengalaman dalam sepak bola akan menjadi Ketua Umum sampai akhir masa jabatan yang tersisa.

(10) Jika posisi Ketua Umum atau Pelaksana Tugas Ketua Umum yang diisi oleh Wakil Ketua Umum yang paling lama melayani dan berpengalaman dalam sepak bola sebagaimana dimaksud dalam pasal ini ayat (8) atau (9), kosong, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 38 ayat (9) Statuta PSSI. Maka, Wakil Ketua Umum Kedua wajib mewakili sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum sampai dengan Kongres PSSI selanjutnya. Kongres PSSI ini akan memilih Ketua Umum untuk masa jabatan tersisa.

(11) Jika ayat (8), (9), (10) Statuta PSSI tidak dapat diterapkan, maka Komite Eksekutif harus menunjuk 1 (satu) Anggota Komite Eksekutif sebagai Pelaksana tugas Ketua Umum sampai Kongres PSSI selanjutnya. Kongres PSSI tersebut akan memilih Ketua Umum yang baru untuk masa jabatan yang tersisa.

loading...
news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news
news