news
LIGA SPANYOL
Duel di Metropolitano, Penyerang Jadi Sorotan
19 October 2019 13:50 WIB
berita
Penyerang Atletico, Diego Costa (foto) sedang seret gol sama seperti Rodrigo Moreno, penyerang Valencia. –Topskor/Ist
MADRID – Para penyerang akan menjadi sorotan dalam duel di Stadion Wanda Metropolitano, pekan kesembilan ini. Di Atletico Madrid ada Diego Costa dan Alvaro Morata, sementara di Valencia CF ada Rodrigo Moreno. Mereka semua sama-sama bermasalah dengan gol lantaran kehilangan ketajamannnya di depan gawang lawan.

Di kubu tuan rumah, Morata sudah 295 menit tak mencetak gol atau dari lima pertandingan terakhirnya di semua ajang. Itu jadi paceklik terpanjangnya selama memperkuat Atletico per Januari 2019. Satu-satunya gol musim ini dicetak di laga pembuka saat menghadapi Getafe CF.




Baca Juga :
- Permintaan Griezmann pada Barca: Percayalah!
- Rodri: Saya Hadapi Semua sebagai Tantangan




Sementara rekannya, Costa pun tak jauh berbeda. Penyerang Spanyol-Brasil itu mencatat start terburuknya dalam 12 tahun terakhir: satu gol dari delapan laga di semua ajang (enam di LaLiga). Belum pernah dia merasakan awalan separah ini kecuali di musim pertamanya di LaLiga saat memperkuat Celta Vigo (pinjaman), 2007.

Satu-satunya gol yang dicetak Costa pada musim ini terjadi ketika mengalahkan tim promosi RCD Mallorca (2-0) pada 25 September di San Moix. Laga tersebut juga merupakan satu-satunya kemenangan yang dipetik oleh Atletico dalam lima pertandingan terakhir LaLiga.


Baca Juga :
- Sevilla Kini Jago Tandang
- Soldado Ingin Akhiri Paceklik Gol


Apa bila menengok tahun lalu, sebenarnya statistik Costa juga mengecewakan, akan tetapi tak separah sekarang. Pada 2018/19, Costa mencetak tiga gol dalam delapan pertandingan awal, alias dua lebih banyak dari yang sekarang. Kemudian dua tahun sebelumnya, ketika dia baru bisa dimainkan pada Januari, Costa mencetak empat dalam delapan laga.  

Tak hanya di situ saja, satu gol yang ia cetak sejauh ini menjadi rata-rata terburuk dalam kariernya, di mana hanya mencapai 0,125 tembakan. Statistik terkecil yang dicatatkan Costa sebelumnya terjadi pada 2010/11 dan 2007/08, yang dalam satu musim hanya mencatatkan 0,20 saja. Keduanya sedikit lebih rendah ketimbang musim lalu: 0,23.

Statistik yang mirip dengan rapor sekarang bisa ditemukan pada beberapa bulan lalu di akhir-akhir 2018/19. Costa kala itu hanya mencetak lima gol dalam 21 pertandingan. Jika ditotal, pada periode keduanya bersama Los Rojiblancos, pemain 31 tahun tersebut mengoleksi 13 gol dalam 52 pertandingan. Enam di antaranya dicetak di Wanda Metropolitano.

Kendati tampil buruk, pelatih Atletico, Diego Simeone tetap membela penyerang kesanyangannya tersebut. “ Jika Diego Costa dan (Alvaro) Morata dalam versi terbaik, kami bisa bersaing. Kami membutuhkan mereka. Mereka sangat penting,” kata juru taktik asal Argentina tersebut.

Sementara di Valencia, Rodrigo pun mengalami nasib serupa. Dia bahkan belum mencetak satu gol pun dari delapan pertandingan LaLiga. Satu-satunya gol musim ini ditorehkan penyerang Spanyol kelahiran Brasil ini di ajang Liga Champions saat melawan Chelsea FC.

Selain itu, kisah transfer “opera sabunnya” musim panas lalu juga membuat Rodrigo jadi sorotan. Dia memang nyaris bergabung dengan Atletico tapi gagal karena Angel Correa tidak jadi dibeli AC Milan. Padahal kala itu petinggi Atletico telah mecapai kesepakatan dengan Peter Lim dan  bahkan Rodrigo mengakui bahwa ia telah mengucapkan salam perpisahan kepada rekan-rekannya. “Saya nyaris bergabung dengan Ateltico,” ujar pilar 28 tahun tersebut.

Kini di Metropolitano akan terpacu memperlihatkan ketajamannya seperti musim lalu, yang membuat Atletico terpikat. Apalagi dia datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menjadi pahlawan tim nasional Spanyol. Gol pentingnya ke gawang Swedia (1-1) meloloskan Spanyol ke putaran final Piala Eropa 2020.* GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

 

 

 

 

 

loading...
D
Penulis
Dini Wulandari
news
news