news
LIGA ITALIA
Ini Strategi Roma untuk Menangkal Ranieri
20 October 2019 09:52 WIB
berita
Pelatih AS Roma Paulo Fonseca telah memperkirakan pola permainan Sampdoria asuhan Claudio Ranieri.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Minggu (20/10), di Stadion Luigi Ferraris, AS Roma akan bertemu dengan Claudio Ranieri, pelatih baru UC Sampdoria yang juga seorang Romanista. Keduanya juga memiliki kedekatan musim lalu, sebelum Paulo Fonseca datang.

Sesi reuni harus dihentikan ketika wasit meniup peluit awal pertandingan. Setelah itu, semua harus bersikap profesional. “Ranieri adalah seorang pelatih yang sangat berpengalaman. Datang melatih tim yang tidak berada dalam kondisi baik tapi dengan pengalaman dia bisa memberikan motivasi yang dibutuhkan tim. Kami sangat mencintainya dan akan menyapa Claudio setelah pertandingan. Ini akan menjadi pertandingan sulit tapi kami ingin memenangkannya,” Federico Fazio mengungkapkan kepada Sky.




Baca Juga :
- Conte Mencari Gelandang Level Menengah
- Cinta Florenzi dan AS Roma di Ujung Tanduk




Supaya bisa melakukannya, Roma harus menyikapi strategi untuk menangkal permainan racikan Ranieri. Fonseca memperkirakan I Blucerchiati akan bermain lebih pendek. Ada risiko kepadatan pemain di tengah.

I Giallorossi mungkin akan berusaha berusaha melebarkan permainan ke posisi sayap dan diperlukan keahlian dalam permainan bola mati. Dari tendangan bebas Aleksandar Kolarov sampai sepak pojok dari pelompat seperti Chris Smalling, Fazio, Gianluca Mancini atau Bryan Cristante. Fonseca ingin memanfaatkan kelebihan kondisi fisik dan postur anak buahnya. Dia ingin memajukan pemain menara sejauh mungkin.


Baca Juga :
- Milan Masih Fluktuatif
- Duet Lukaku-Lautaro Tak Berkutik, Barella Muncul sebagai Penentu Kemenangan


Ini akan jadi laga ke-100 Kolarov untuk Roma di semua kompetisi. Bek 33 tahun tersebut menyumbangkan 50 persen gol tandang di Seri A (dua dari empat gol).

Fonseca, yang diskor satu pekan, akan meminta timnya untuk membidik gawang dari batas area. Dalam situasi ini bisa memanfaatkan Nicolo Zaniolo. Sepertinya Edin Dzeko absen dalam laga tersebut. Meski striker itu memakai topeng untuk melindungi tulang pipi, pelatih tidak mau ambil risiko adanya kontak fisik yang memperparah cedera pemain. Nikola Kalinic yang dimajukan sebagai ujung tombak.

“Pertandingan tandang ini akan sangat penting karena kami butuh tiga poin. Kemudian sekarang tiba waktunya bagi kami untuk mengerahkan tenaga memainkan laga yang berdekatan tapi kami sudah terbiasa. Akan sangat penting bagi kami berusaha memenangkan semua pertandingan ini, termasuk pertandingan di Liga Europa. Tapi sekarang kami perlu berkonsentrasi kepada pertandingan melawan Sampdoria,” ujar Fazio.

Ranieri kemungkinan membangun La Samp dengan empat pertahanan untuk  menjaga keseimbangan. Jeison Murillo menjamin kekuatan palang pintu. Sementara Fabio Quagliarella harus membuktikan kualitasnya di hadapan allenatore  kawakan itu.* Dari berbagai sumber

 

Sampdoria (4-4-2): 1 Audero; 24 Bereszynski, 25 Ferrari, 21 Murillo, 29 Murru; 12 Depaoli, 4 Vieira, 6 Ekdal, 14 Jankto; 23 Gabbiadini, 27 Quagliarella;

Pelatih : Claudio Ranieri

Cadangan : 22 Seculin, 15 Colley, 5 Chabot, 26 Léris, 17 Caprari, 9 Bonazzoli, 10 Rigoni

 

AS Roma (4-2-3-1):

13 Lopez; 37 Spinazzola, 23 Mancini, 6 Smalling, 11 Kolarov; 21 Veretout, 4 Cristante; 99 Kluivert, 22 Zaniolo, 24 Florenzi; 19 Kalinic;

Pelatih : Paulo Fonseca

Cadangan : 83 Mirante, 20 Fazio, 18 Santon, 27 Pastore, 77 Mkhitaryan, 17 Under, 9 Dzeko

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news