news
LIGA INGGRIS
Jarang Dimainkan, Arsenal Tetap Perlu Kontribusi Oezil
18 October 2019 09:55 WIB
berita
Gelandang serang Arsenal Mesut Oezil jarang tampil musim ini karena taktik yang diterapkan pelatih Unai Emery./AFP
LONDON - Unai Emery datang ke Liga Primer pada Juli 2018 dengan rekor mentereng, menjuarai Liga Europa secara beruntun  pada 2013/14 sampai 2015/16 bersama Sevilla FC. Ia juga mampu mempertahankan hegemoni Paris Saint Germain (PSG) di Ligue 1.

Karenanya, kedatangan Emery ke Arsenal FC diharapkan mampu menutupi apa yang tidak bisa dilakukan pelatih The Gunners sebelumnya, Arsene Wenger.




Baca Juga :
- Arsenal Akan Tawarkan Granit Xhaka ke Monchengladbach, Demi Pemain Ini
- Tenggat untuk Pelatih Arsenal Sudah Ditetapkan




Wenger piawai meracik strategi dan memilih pemain. Namun, ia strateginya tidak mampu bersaing dengan klub-klub lain di era sepak bola modern. Di bawah Wenger, Arsenal mampu memenangi tujuh Piala FA. Namun, di Liga Primer, Wenger hanya tiga kali mengangkat trofi (1997/98, 2001/02, 2003/04).

Saat Arsenal tengah butuh sesuatu yang berbeda – dalam hal ini bentuk permainan dan strategi – kedatangan Emery justru “mematikan” karier salah satu gelandang serang Arsenal, Mesut Oezil. Di bawah Emery, kendati tidak pernah mengalami cedera serius, Oezil hanya diturunkan dalam 25 dari 46 laga Liga Primer. Musim ini, playmaker asal Jerman itu bahkan baru sekali dimainkan.


Baca Juga :
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah
- Pengalaman Baru, Praveen/Melati ke 16 Besar setelah Berkenalan dengan Angin


Gaya bermain Oezil yang terkesan tidak bertenaga, tak intens dalam menekan, serta cenderung malas merebut bola saat membantu tim bertahan, menjadi penyebab mengapa Emery enggan memainkannya. Oezil salah satu gelandang dengan kemampuan membuat ruang di area antara garis tengah dengan lapangan lawan, untuk membongkar pertahanan. Namun, karena kemampuan bertahannya tidak baik, Oezil tidak mampu beradaptasi dengan sistem terapan Emery.

Selama ini, saat Oezil tidak dimainkan, permainan Arsenal menjadi sangat menekan karena para pemain selalu mengejar dan berusaha merebut bola, Menariknya, data justru menunjukkan hal yang berbeda.

Di Liga Primer, performa Arsenal dalam penguasaan bola di area lawan saat ini menurun dibanding tiga musim terakhir era Wenger. Di tiga musim terakhirnya di Liga Primer (2016-2018), Arsenal versi Wenger mampu rata-rata memenangi bola hingga 25,5 di lapangan tengah dan 4,3 di sepertiga akhir area menyerang mereka. Sejak musim lalu, di bawah Emery, The Gunners rata-rata hanya 23,6 memenangi duel di tengah dan 4,0 di sepertiga akhir area serangan.

Saat ini, Arsenal memiliki banyak pemain dan gelandang dengan kemampuan merebut bola yang lebih baik daripada Oezil. Musim ini, Joe Willock dan Dani Ceballos menjadi gelandang serang yang piawai merebut bola. Keduanya juga membuktikan mampu banyak merebut bola lebih banyak ketimbang Oezil di area tengah.

Yang jadi masalah di sini bukan membandingkan performa individu, tetapi tim. Jika Oezil mampu membuat Arsenal menekan lebih baik di era Wenger, logikanya, performa itu tidak akan turun jauh di era Emery saat ini.

Rata-rata penguasaan bola starter Arsenal juga turun di era Emery ini dibanding Wenger. Dari 20 tim, The Gunners ada di posisi ke-16 untuk merebut bola dan 19 untuk intersep per 90 menit di Liga Primer musim ini.

Arsenal ingin dasar permainan mereka adalah penguasaan bola dan gaya menekan yang intens. Faktanya, musim ini Arsenal hanya lebih baik daripada dua tim di Liga Primer untuk statistik menerima tembakan lawan per 90 menit. Ujungnya, peluang kebobolan Arsenal (Expected Goals Against/xGA) pun lebih besar ketimbang peluang gol (Expected Goals/xG), yakni 12,88 dan 11,69.

Keampuan mencetak gol juga krusial bagi Arsenal. Untuk masalah ini, Oezil bisa jadi solusi. Oezil kini hanya kalah dari Thierry Henry untuk rekor pencetak assist terbanyak Arsenal di Liga Primer. Ia juga di posisi kedua untuk operan kunci dan membuat peluang di antara pemain di lima liga top Eropa dengan laga minimal 100 sejak awal 2013/14. Dengan reputasi itu, Oezil bisa memasok peluang dan assist untuk penyerang-penyerang pintar Arsenal sekelas Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.*TRI CAHYO NUGROHO

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news