news
LIGA INGGRIS
Man. City Punya Kelemahan yang Bisa Dieksploitasi Tim Medioker
18 October 2019 15:30 WIB
berita
Kiper Man. City Ederson Moraes (kiri) dan gelandang Fernandinho dipaksa bekerja keras untuk meredam striker Wolves Raul Jimenez (tengah) dalam laga di Etihad, 5 Oktober lalu./AFP
MANCHESTER – Josep “Pep” Guardiola memiliki pekerjaan rumah besar musim ini. Selain mengejar gap delapan poin dari Liverpool FC di Liga Primer, pelatih Manchester City FC itu juga perlu mencari solusi untuk masalah pertahanan timnya. Tak ada yang menampik bahwa The Citizens tampil fantastis dan terus membuat rekor sejak diasuh Pep, namun masih ada celah yang mereka miliki.

Pada 2018/19, secara mengejutkan, Man. City takluk dari tim seperti Crystal Palace FC (2-3), Leicester City FC (1-2), dan Newcastle United FC (1-2). Musim ini, giliran The Citizens dibungkam oleh Norwich City FC serta Wolverhampton Wanderers FC, masing-masing dengan skor 2-3 dan 0-2. Semua kekalahan itu memperlihatkan sisi rapuh yang dimiliki pasukan Pep di balik permainan dominan mereka.




Baca Juga :
- Rodri Akui Pelatih Man City Pengaruhi Permainannya
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah




Kini Palace berharap dapat mengulang keberhasilan mengalahkan sang juara bertahan seperti musim lalu. The Eagles dijadwalkan menjamu Man. City dalam pekan kesembilan Liga Primer 2019/20 di Stadion Selhurst Park, Sabtu (19/10) besok. Salah satu elemen utama dalam permainan The Citizens adalah penguasaan bola. Namun cara ini tak selalu sukses, khususnya saat bertemu lawan yang punya taktik solid tanpa bola.

Wolverhampton memperlihatkannya pada laga pekan kedelapan, 5 Oktober lalu. Pelatih Nuno Espirito Santo tahu akan sulit bagi Wolves mengimbangi Man. City. Terbukti, penguasaan bola timnya cuma 26 persen. Alih-alih berusaha merebut bola, Raul Jimenez dan kawan bertahan dengan disiplin dan rapat dalam skema 5-3-2. Ini membuat The Citizens frustrasi dan memengaruhi fokus mereka.


Baca Juga :
- Van Dijk Miliki Koneksi Khusus dengan Klopp
- Inilah Rahasia Mengapa Bek Sayap Liverpool Mematikan


Dengan serangan balik cepat, Adama Traore dua kali membuat publik Etihad terdiam. Faktor yang tak kalah penting bagi Wolves adalah menumpuk pemain di tengah guna meminimalkan pengaruh para gelandang Man. City. Ini memaksa The Citizens bermain melebar, membuat mereka lebih banyak menyerang lewat crossing (umpan silang). Itu menyulitkan karena Pep tidak punya penyerang yang tangguh dalam duel udara.

Membuat Man. City lebih banyak melepaskan crossing juga terbukti efektif bagi Palace, Leicester, dan Norwich. Sejak Desember 2018, The Citizens empat kali kalah saat lawan mampu memaksa mereka mengandalkan umpan-umpan silang dari open play. Tingkat kesuksesannya pun sangat buruk. Bahkan ketika melawan Leicester, 26 crossing yang dilepaskan Man. City, tidak ada yang sukses.

Guardiola tentu menyadari masalah ini. The Eagles akan mencoba memaksa mereka bermain melebar akhir pekan nanti. Selain itu, sang pelatih juga perlu mengantisipasi kelemahan Man. City dalam menghadapi situasi bola-bola mati. Terhitung sejak Liga Primer musim lalu, persentase kebobolan mereka lewat cara ini jadi yang terburuk. Dari total kemasukan 32 gol, 12 di antaranya berawal dari bola-bola mati lawan.

“Anda perlu meningkatkan kinerja, fokus dan disiplin semaksimal mungkin, serta memaksimalkan setiap peluang dengan efektif. Jika semua hal tersebut mampu dilakukan, maka Anda bisa mengejutkan mereka,” kata pelatih The Eagles Roy Hodgson setelah kemenangan timnya atas Man. City musim lalu.

Kedengarannya sederhana. Namun Guardiola dan timnya tentu saja akan belajar dari pengalaman-pengalaman pahit tersebut. Di tambah lagi, dua bintang The Citizens, gelandang Kevin De Bruyne serta bek tengah John Stones kemungkinan bisa diturunkan melawan Palace. The Eagles sendiri akan menjamu Man. City dengan optimisme tinggi. Mereka selalu menang dalam dua laga terakhir Liga Primer.***  

 

 

                

       

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news