news
LIGA INGGRIS
Empat Tahun bersama Klopp, The Reds Berevolusi Fantastis
18 October 2019 13:13 WIB
berita
Pelatih Juergen Klopp dianggap telah sukses membuat Liverpool menjadi tim yang kembali dihormati dan disegani di Eropa./AFP
LIVERPOOL – Pekan ini menandai empat tahun sejak laga perdana Juergen Klopp sebagai pelatih Liverpool FC. Selama periode tersebut, pria asal Jerman itu telah sukses mentransformasi The Reds. Demikian analisa David Maddock, koresponden Daily Mirror, seperti dilaporkan oleh Sky Sport News.

Klopp mengantikan Brendan Rodgers pada 8 Oktober 2015. Ketika itu Liverpool berada di posisi ke-10 klasemen. Selang sembilan hari, ia memimpin skuat Merseyside yang tengah terpuruk meraih hasil seri 0-0 melawan tuan rumah Tottenham Hotspur FC pada laga pertamanya. Dari situ, Klopp terus membawa The Reds berprogres. 




Baca Juga :
- Sterling Balas Fan yang Mencemooh Joe Gomez
- Tite Bingung Bagaimana Dongkrak Performa Firmino




Ia membuat Liverpool kembali disegani, di kancah domestik dan Eropa. Musim lalu, mereka menjuarai Liga Champions dan mampu menekan Manchester City FC hingga pekan terakhir di Liga Primer. Sukses itu berlanjut musim ini, Klopp mengantar The Reds jadi kampiun Piala Super Eropa dan kini kokoh di puncak klasemen liga domestik.

Akhir pekan ini, pelatih 52 tahun tersebut dan skuatnya akan melawat ke Old Trafford, menghadapi Manchester United FC (MU), dengan keunggulan delapan poin dari Man. City. Yang jelas, Klopp sukses melakukan evolusi fantastis dan telah mengubah wajah Liverpool dalam empat tahun terakhir.


Baca Juga :
- Van Dijk Miliki Koneksi Khusus dengan Klopp
- Buntut Perkelahian, Sterling Tinggalkan Luka Goresan di Pipi Gomez


“Dari 18 pemain yang berada dalam skuat utama saat dia pertama kali tiba, hanya empat yang tersisa hari ini: Adam Lallana, Divock Origi, James Milner, dan Nathaniel Clyne,” ujar Maddock. “Itu menunjukkan tak hanya seberapa jauh Klopp telah membawa Liverpool melangkah, tapi juga pekerjaan luar biasa yang telah dia lakukan.”

Maddock melanjutkan, “Dia telah mengubah Liverpool kembali menjadi kekuatan super yang sangat disegani dalam sepak bola Eropa. Dan Klopp jelas telah membuat mereka menjadi penantang gelar yang kredibel.”

Di tangan Klopp, Liverpool bermain menekan secara intens dan agresif. Gaya tersebut sudah terlihat saat melawan Spurs dalam laga debutnya. Namun, sejak saat itu, ia telah merekrut pemain yang cocok dengan filosofi permainannya, sekaligus menyesuaikan metodenya dengan kerasnya permainan Liga Primer.

Saat menghadapi Tottenham, The Reds berlari 5 km lebih jauh dari yang telah mereka lakukan sepanjang musim itu. Artinya Klopp langsung memiliki dampak, padahal baru beberapa hari di Anfield. Namun, sang pelatih juga dikritik terlalu agresif dan buru-buru karena para pemainnya sudah kehabisan tenaga sebelum Natal dan Tahun Baru.

Seiring waktu, Klopp terus memoles strateginya dengan pemain yang lebih berkualitas dan skuat lebih dalam. “Liverpool masih menerapkan permainan menekan yang energik (gegen pressing) tapi dengan cara berbeda. Lebih terarah dan efektif. Hasilnya Anda bisa lihat sendiri,” kata Maddock lagi.

Padahal, skuat yang diwarisi Klopp dari Rodgers kala itu jauh lebih buruk daripada yang diwarisi Ole Gunnar Solskjaer dari Jose Mourinho di MU musim lalu. Namun ia mampu membuat Liverpool tampil di dua final – Piala Liga dan Liga Europa - pada musim pertamanya di Anfield. Setelah itu semuanya sejarah.

Selain pemain dengan kemampuan fisik dan teknik yang tepat untuk disesuaikan dengan pendekatannya, Klopp juga berhati-hati dengan karakter yang ia bawa ke dalam skuat Liverpool. Menciptakan semangat tim yang hebat - dan tim pemain yang merespons kepribadiannya sendiri - telah menjadi prioritas.

The Reds hampir merekrut Nabil Fekir dari Olympique Lyon musim panas lalu. Akhirnya mereka tidak mengontraknya bukan karena cedera. Ada masalah lain: dia melibatkan saudara lelakinya, mulai menuntut lebih banyak uang, tidak mau bicara dengan wakil klub. Klopp pun seperti tidak peduli meski gagal mendapatkan Fekir.

“Ada banyak alasan Liverpool sukses dan itu bukan hanya Klopp. Mereka memiliki pengetahuan, analitik yang merupakan terobosan. Tetapi Klopp sendiri, manajemen manusianya, kepribadiannya adalah faktor yang sangat besar."***NURUL IKA HIDAYATI

Rapor Liverpool bersama Juergen Klopp
Periode: Oktober 2015-...
Laga: 221
M/S/K: 130/52/39
Gol/Kebobolan: 474/237
Persentase menang: 58,5%
Trofi: 2 (Liga Champions 2018/19, Piala Super Eropa 2019)

Ket: M=menang, S=seri, K=kalah.

Komposisi Liverpool bersama Juergen Klopp
Laga Perdana
(vs Tottenham (0-0) – 17 Oktober 2015)

Skema: 4-3-2-1
Mignolet;
Clyne, Sakho, Skrtel, Moreno;
Milner, Lucas, Can;
Lallana, Coutinho;
Origi
Cadangan: Bogdan, Toure, Randall, Allen, Ibe, Teixeira, Sinclair

Laga Terakhir
(vs Leicester (2-1) – 5 Oktober 2019)

Skema: 4-3-3
Adrian;
Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson;
Wijnaldum, Fabinho, Milner;
Mane, Salah, Firmino
Cadangan: Kelleher, Gomez, Henderson, Lallana, Keita, Elliott, Origi


 

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news