news
LIGA 2
Meski Gagal Menuai Akhir Manis, Budiman Yunus Puas Melihat Performa Bandung United
18 October 2019 13:10 WIB
berita
Aksi pemain Bandung United (kostum biru) saat menghadapi Persita Kamis (17/10) di Stadion Siliwangi/Foto: Istimewa
BANDUNG – Ambisi pelatih Bandung United, Budiman Yunus, meraih kemenangan perdananya setelah menggantikan Liestiadi, akhirnya tidak pernah datang. Pada Kamis (17/10) tim satelit Persib Bandung itu harus puas bermain imbang 1-1 dalam laga terakhir penyisihan grup kompetisi Liga 2 2019 Wilayah Barat.

Keunggulan satu gol yang dipetik Rezham Baskoro bak fatamorgana karena Persita membalas lewat Asep Budi, delapan menit sebelum laga usai. "Hasil imbang bukan yang saya inginkan. Ini di luar ekspektasi saya yang ingin kemenangan di laga terakhir. Namun faktanya seperti ini. Kami gagal menutup kompetisi Liga 2 dengan manis," kata Budiman, usai laga.




Baca Juga :
- Tak Main-main, Liga 1 2019 Belum Rampung Persita Malah Bersiap Mulai 11 Desember untuk 2020
- Majemen Persita Pastikan Widodo Pimpin Tim pada 2020, Namun Skuat Dirombak




Tapi dari sisi pertandingan, legenda Persib itu mengaku sangat puas. Serangan frontal sudah dihamparkan Bandung United ke lini pertahanan Pendekar Cisadane. Permainan terbaik diperagakan sepanjang pertandingan. Spirit bertanding tidak kendur hingga wasit Choirudin dari Yogyakarta mengakhiri laga.

"Dari permainan saya sangat bangga. Pemain mau kerja keras. Terus menyerang tanpa henti. Mereka membuktikan tidak kalah kualitas dengan pemain Persita yang punya jam terbang tinggi," Budiman menambahkan.


Baca Juga :
- Tiga Klub Promosi Bakal Memberi Warna Tersendiri pada Pentas Liga 1 2020
- Persik Juara Liga 2 2019 Usai Menang Atas Persita


Jika ada kelemahan, legenda Persib dan Persija ini hanya menyoroti kurang percaya dirinya pemain, terutama saat sudah unggul. Mestinya, kata Budiman, anak asuhnya jangan gugup dan tetap dengan standar permainan yang dikembangkannya sejak kick off.

"Tapi saya paham, begitulah biasanya para pemain muda. Jam terbang yang kurang dan salah sedikit, bisa mengubah segalanya. Semoga mereka belajar lebih baik lagi," ujarnya.

Sebaliknya pelatih Persita Widodo C. Putra kecewa dengan performa pemainnya. Ia melihat masih banyak kesalahan yang dibuat pemainnya. Terutama koordinasi dan komunikasi yang sering putus.

"Gol Bandung United tidak saya persoalkan. Yang bikin saya kecewa prosesnya. Tidak ada pressing. Rezham bebas melepas bola ke gawang kami. Kalau ada koordinasi dan komunikasi, mungkin lain cerita," ucap Widodo.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news