news
FORMULA 1
McLaren Ubah Filosofi Dasar jelang F1 2020
18 October 2019 13:00 WIB
berita
Lando Norris
WOKING – Prinsipal McLaren Andreas Seidl mengatakan timnya bakal merevisi filosofi pembangunan mobil untuk F1 2020. Beralih ke Mercedes sebagai pemasok mesin, tim asal Inggris itu memiliki kepercayaan diri tinggi. Mereka yakin bisa meramaikan persaingan di tiga besar pada tahun depan.

Menariknya, tahun ini, McLaren menunjukkan peningkatan besar bersama mesin Renault dengan menempati posisi keempat klasemen konstruktor dengan 111. Bahkan, bisa dibilang sebagai musim terbaik mereka sejak era V6 hybrid turbo. Namun, Seidl ingin mengubah dasar MCL34 agar cocok dengan mesin Mercedes.




Baca Juga :
- Beda Usia 49 Tahun Bukan Masalah, Briatore Pacari Mahasiswa Usia 20 Tahun
- Pasifnya Balapan di GP Meksiko Jadi Bukti Bahwa F1 Butuh Ubah Regulasi




“Kami akan tetap membawa beberapa perangkat baru pada lomba berikutnya. Tapi, kami pastikan itu bukan untuk mobil 2020. Saat ini, kami tak berpikir apa pun tentang menguji coba perangkat karena itu tak masuk akal. Kami punya perangkat yang memang dikembangkan untuk tahun ini,” kata Seidl seperti dilansir Crash.net.

Peningkatan yang ditunjukkan McLaren musim ini juga disebabkan perubahan besar pada beberapa area penting. Adapun alasan utama McLaren ingin mengubah filosofi dalam membangun mobil karena ingin memangkas jarak dengan tiga tim teratas: Mercedes AMG Petronas, Scuderia Ferrari Mission Winnow, dan Red Bull Racing.


Baca Juga :
- Mantan Supremo F1 Terjebak Pajak Rp 18,4 Trilun
- Mercedes: Banyak Kesulitan dan Kesedihan yang Kami Lalui di F1


Kecepatan dan konsistensi yang ditunjukkan MCL34 sepanjang tahun ini membuat mereka yakin bisa melakukan itu musim depan. “Saya tak akan menyebutnya radikal. Tapi, dengan jarak yang ada saat ini dengan mobil-mobil teratas, kami coba membuat langkah besar. Pa akhirnya, membuat beberapa konsep dasar mobil berubah,” ujar Seidl.

Performa yang ditunjukkan Carlos Sainz Jr pada Grand Prix (GP) Jepang, 13 Oktober lalu, memberi bukti bahwa McLaren membuat langkah besar. Pasalnya, ia bisa mengimbangi kecepatan Red Bull dan Ferrari sepanjang perlombaan. Finis di posisi kelima juga membantu McLaren makin kuat di urutan keempat klasemen konstruktor.

“Saya bangga karena kami mampu memperlebar keunggulan dengan rival. Saya pikir, sekarang, kami telah melihat hal tersebut sebagai sebuah tren positif pada tiga atau empat lomba terakhir. Tentu hasil yang kami dapat pada beberapa lomba terakhir menunjukkan bahwa kami memiliki mobil yang kuat,” Seidl menuturkan.

Tampil lebih baik daripada tim pabrikan Renault, yang juga memasok mesin ke McLaren, membuat Seidl yakin bakal meraih banyak poin dalam empat putaran sisa musim ini. Terlebih ada beberapa trek yang mendukung karekter MCL34, yang mana memiliki sedikit keunggulan ketika berada di trek lurus.

“Saat ini kami memegang kendali untuk mengamankan posisi keempat. Yang mana itu akan menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi kami sebagai sebuah tim. Pada saat yang sama, penting rasanya tetap bekerja keras untuk membangun mobil di musim depan demi membuat langkah berikutnya,” kata Seidl.

Keputusan McLaren untuk mengubah mesin dari Renault ke Mercedes juga dianggap tepat oleh Sainz Jr dan Lando Norris. Menurut mereka, mesin tahun ini tidak terlalu baik dan membuat mobil tak dapat mengeluarkan seluruh potensi. “Saat ini kami agak kesulitan di sektor lurus karena sistem kelistrikan,” ujar Sainz Jr.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news