news
LIGA 1
Duel Dua Tim Terluka dalam Bumbu Revans dan Memori Choirul Huda
18 October 2019 11:03 WIB
berita
Pelatih Persela Nilmaizar - TopSkor/Ady Sesotya
LAMONGAN – Dua tim papan bawah Liga 1 2019 akan bentrok di Stadion Surajaya, Lamongan, Jumat (18/10) sore ini. Persela selaku tuan rumah ingin revans atau membalas dendam ke PSIS. Pada putaran pertama, saat berduel di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Persela dilumat 0-2.

Apalagi, tim yang akan memenangkan laga ini dipastikan bakal menjauh dari zona degradasi. Saat ini Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, bertengger di peringkat ke-15 dengan nilai 20, sedangkan PSIS satu strip lebih baik dengan 21 poin. Adapun tiga tim penghuni zona degradasi sama-sama mengoleksi poin 20.




Baca Juga :
- Isu Main Mata dalam Delapan Besar Liga 2 Merebak, Hendri dan Kas Membantah
- Cerita di Balik Kemenangan Penuh Perjuangan Persija atas Persela




Bila meraup tiga poin, Persela akan naik ke peringkat 13, sedangkan jika PSIS yang memenangkan laga, Laskar Mahesa Jenar, julukan PSIS, berpotensi naik ke posisi 12. Menariknya, Persela dan PSIS sama-sama sedang terluka. Persela belum menang dalam dua laga terakhir, sementara PSIS dua kali kalah dan dua kali imbang.

Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah, menyadari benar bahwa timnya tengah dalam kondisi terkapar. “Kami ada waktu lebih dari sepekan setelah laga home lawan Bali United ditunda. Ini dimaksimalkan untuk memperbaiki tim sesuai hasil dari analisis selama ini,” kata pelatih yang akrab disapa Banur itu, Kamis (17/10).


Baca Juga :
- Sinyal Bahaya Bali United, Tak Menang dalam Empat Laga Beruntung
- Antara Subur dan Kacau, Kontardiksi Macan Kemayoran


Adapun persoalan kronis PSIS adalah penyelesaian akhir. dalam empat laga terakhir, sebagai contoh, PSIS hanya sekali membobol gawang lawan. Parahnya lagi, Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan tak mampu menjebol gawang lawan dalam tiga laga terakhir: melawan Persebaya, Kalteng Putra, dan Perseru BLFC.

Kembalinya striker plontos Bruno Silva, ternyata belum mampu membuat lini depan PSIS menajam. “Memang bukan perkara mudah memetik poin dari Persela di Lamongan. Namun kami akan berjuang keras untuk tidak kembali dari laga nanti dengan hanya hasil hampa,” ucap Banur.

Pelatih Persela Nilmaizar, laga ini sangat penting baginya. “Ini sangat krusial dan sangat menentukan masa depan Persela ke depannya. Tekad kami hanya satu yakni memenangkankan pertandingan,” kata Nilmaizar. Ditegaskannya, Pertandingan ini menjadi pertaruhan harga diri.

Karena Nil meminta pemain tampil spartan, agar tak terjerumus ke papan bawah. “PSIS memang mencatat hasil kurang bagus dalam empat laga terakhirnya. Namun perlu diingat, pada awal putaran kedua ini mereka mampu menaklukkan PSM di Makassar. Ini artinya mereka tetap berbahaya,” kata Nilmaizar.

Rencananya, di tengah-tengah pertandingan, tepatnya menit ke-41, akan dilangsungkan prosesi mengheningkan cipta. Ini sebagai bentuk penghormatan untuk legenda Persela, almarhum Choirul Huda. Agenda one minute silence ini dalam rangka memperingati dua tahun kepergian sang legenda yang wafat pada 15 Oktober 2017 lalu.* Sri Nugroho

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news