news
UMUM
12 Pengab Desak Pengprov ISSI Jabar Gelar Musorprovlub
17 October 2019 16:58 WIB
berita
EMPAT Pengurus Cabang ISSI usai penanda tanganan desakan Musorprovlub di Sekretariat Pengprov ISSI Jawa Barat, Jalan Bahagia Permai, Kota Bandung, Rabu (16/10)/Arief NK
BANDUNG – Sebanyak 12 dari 22 Pengurus Cabang Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengcab ISSI) mendesak Pengprov ISSI Jawa Barat agar segera menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).

Desakan tersebut dilakuka  lantaran kekecewaaan seluruh Pengcab ISSI di Jawa Barat atas kinerja Ketua Umum, Daud Husin yang telah menabrak dan AD/ART Pengrpov ISSI Jawa Barat serta tidak cakap dalam menjalankan roda organisasi.




Baca Juga :
- Minus Peraih Emas Asian Games, ISSI Pede di SEA Games
- Hujan Tak Surutkan 3.000 Pesepeda Ikuti Gowes Nusantara Etape Tarakan




Ke-12 Pengcab ISSI yang menginginkan dan mendesak agar dilaksanakan Musorprovlub  di antaranya adalah Pengcab Kota Cimahi, Cianjur, Karawang, Pangandaran, Banjar, Kota Tasik, Ciamis, Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kota Bekas, Subang dan Sumedang. Sisanya, 10 Pengcab lagi akan segera menyusul dan membuat hal yang sama.

Kesepakatan untuk mendesak Pengprov ISSI Jawa Barat melaksanakan Musorprovlub itu  ditanda tangani secara bersama –sama diatas materai. Mereka  mendesak Musorprovlub bukan tanpa alasan.


Baca Juga :
- Gandeng BRI, ISSI Ingin Tour d' Indonesia Naik Level
- Dari Gowes Nusantara, Bone Bolango Ingin Punya Stadion Olahraga


Mereka beralasan bahwa Daud Husin telah melakukan hal yang tidak sesuai dengan AD/ART dantaranya yakni, mengintervensi keputuan MUSCAB Kota Cimahi yaitu menganulir hasil MUSCAB Kota Cimahi tahun 2018 dengan mengeluarkan SK CaretakerPengcab ISSI Kota Cimahi tanpa prosedur.

Poin kedua yaitu, melaksanakan kejurda dan penunjukan caretaker Pengcab yang baru sebelum dilaksanakannya Rakerda Pengprov ISSI Jawa Barat tahun 2019. Lalu, Daud dinilai, telah melakukan pelanggaran Pasal 44 AD/ART tentang perpindahan atlet serta melanggar peraturan KONI Jawa Barat yang melarang perpindahan atlet menjelang PON 2020.

Daud dipandang tidak cakap dalam menjalankan tata kelola organisasi sehingga membahayakan bagi prestasi balap sepeda di Jawa Barat seperti pengambilan keputusan strategi tanpa mengacu kepada AD/ART. Tuntutan yang terakhir adalah, Daud dinilai tidak jujur dan menebar kebohongan  dalam melaksanakan amanah MUSDA tahun 2018 dimana pada saat pelantikan ISSI Jabar meminta Ketua PB ISI untuk melakukan briefing kepada 14 Pengcab ISSI yang hadir. Padahal pada saat itu tidak semua Pengcab hadir.

“Jadi, kenapa kami mendesak dan menuntut agar dilaksanakan Musorprovlub karena kami memandang bahwa Daud sebagai ketua umum tidak memiliki pengetahuan tentang megelola organisasi. Untuk semua itu, kami tidak mempercayainya dan kita tidak ingin Pengprov ISSI ditangannya dimanfaatkan oleh ketidak jujuran,” tegas, Juni Kusmiyanto,  Sekretaris Pengcab ISSI Kota Cimahi mewakili 12 Pengcab yang ikut  menanda tangani tuntutan di Sekretariat Pengprov ISSI Jawa Barat di Komplek Bahagia Permai, Antabaru, Bandung, Rabu (16/10).

Juni menambahkan, surat tuntutan tersebut akan segera dilayangkan kepada PB ISSI di Jakarta setelah lima sampai sembilan Pengcab lainnya mengirim dan menandatangani surat desakan digelarnya Musorprovlub.

“Kita masih menunggu tiga sampai lima Pengcab yang akan mengirimkan surat yang sama, jika itu sudah ada maka sudah kuorum dan sudah memenuhi syarat untuk menggelar Musorprovlub, karena syaratnya harus 2/3 dan semua  anggota yang menginginkan hal yang sama sudah sepakat untuk digelarnya Musorprovlub,” ujar Juni.

Daud Husin baru setahun memangku sebagai ketua umum Pengprov ISSI Jawa Barat setelah terpilih dalam proses pemilihan yang dilakukan pada tahun 2018 lalu di Bandung. *

 

 

loading...
A
Penulis
Arief N K
news
news