news
LIGA INTERNASIONAL
Tidak Hanya UEFA, FIFA Siap Jatuhkan Hukuman Langsung untuk Pelaku Rasisme
17 October 2019 12:06 WIB
berita
Suporter Bulgaria yang berafiliasi dengan sayap kanan melakukan hormat ala Nazi saat Inggris turun di Stadion Vasil Levski.
SOFIA – Sehari setelah insiden dalam pertandingan Bulgaria melawan Inggris di Grup A kualifikasi Piala Eropa 2020 pada Senin (14/10) lalu, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) langsung mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka akan memanfaatkan status sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia untuk menjatuhkan sanksi tegas atas tindakan berbau rasisme seperti yang dilakukan sejumlah suporter Bulgaria terhadap pemain Inggris pada pertandingan di Stadion Vasil Levski tersebut.

“Setelah perubahan aturan soal Disiplin pada Juni 2019 lalu, FIFA bisa langsung membuat sanksi (larangan) kepada federasi atau konfederasi di seluruh dunia yang terbukti lalai mengantisipasi insiden berbau rasisme. Sebagai contoh, kasus rasisme yang terjadi di Sofia pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020 antara Bulgaria dan Inggris,” demikian pernyataan resmi FIFA, Selasa (15/10) malam lalu.




Baca Juga :
- Ulasan Pekan Ketiga Grup Skor Liga Hansaplast TopSkor U-13, Menang karena Belajar dari Kesalahan
- Ulasan Pekan Ketiga Grup Top Liga Hansaplast TopSkor U-13, Peserta Tampil Menghibur




Kini, organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu masih menunggu hasil penyelidikan dan keputusan UEFA terkait aksi di Sofia. Selama menunggu, FIFA kembali menegaskan agar semua pihak untuk membantu mengidentifikasi dan menghukum para pelaku tindakan rasisme dalam sepak bola.

“Saya meminta semua organisasi sepak bola di dunia untuk bersatu agar tugas menghapus rasisme bisa berjalan efektif dan efisien. Sebagai langkah awal, saya ingin semua penyelenggara kompetisi membuat aturan tegas yang bisa membuat pelaku rasisme tidak bisa menyaksikan pertandingan di stadion. FIFA bisa membuat sanksi ini wajib diterapkan di seluruh dunia,” tutur Infantino.  


Baca Juga :
- Ucapkan Selamat, FIFA Berharap Iwan Bule Bisa Bangkitkan Prestasi Sepak Bola Indonesia
- Menpora: Presiden Jokowi Bertemu Presiden FIFA di Bangkok


Sebelumnya, Presiden Persatuan Asosiasi-asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) Aleksander Ceferin sudah memberi ultimatum. Tidak hanya untuk Bulgaria saja, melainkan seluruh negara di benua biru itu untuk sama-sama memerangi rasisme. Sanksi kepada federasi yang gagal mengatasi rasisme, dimulai dengan penutupan sebagian tribune hingga menggelar pertandingan tanpa penonton sama sekali.

 

Tangis Stoichkov

Di sisi lain, legenda hidup sepak bola Bulgaria, Hristo Stoichkov sangat malu dengan aksi rasisme dari suporter di negaranya. Bahkan, peraih Ballon d’Or 1994 ini menangis ketika ditanya bagaimana cara mengatasi rasisme di negaranya. Bisa dipahami mengingat aksi rasisme ini bisa membahayakan status Bulgaria jelang kualifikasi Piala Dunia 2022.

“Mereka tidak boleh datang ke stadion. Atau, bahkan hukumannya lebih berat lagi,” kata Stoickhov. “Seperti (yang diterapkan) di Inggris selama bertahun-tahun. Pelaku rasisme dilarang ke stadion hingga lima tahun. (Para pemain) tidak boleh menderita akibat aksi rasisme.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

Rasisme di Bulgaria dalam Satu Dekade Terakhir
2 September 2011 -
Kualifikasi Piala Eropa 2012 yang menimpa tiga pemain Inggris, Ashley Cole, Ashley Young, dan Theo Walcott hingga membuat Bulgaria didenda UEFA.

20 April 2013 - Fan Levksi Sofia membentangkan spanduk selamat ulang tahun kepada Adolf Hitler, penjahat perang Nazi.

September 2019: Inggris mengeluarkan pernyataan, pemainnya bakal meninggalkan stadion jika mendapat rasisme dari suporter tuan rumah. Kenyataannya, skuat asuhan Gareth Southgate memilih tetap di lapangan pada 14 Oktober di tengah siulan oknum fan yang justru menang 6-0.

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news