news
TOP FEATURE FOOTBALL
Sosok yang Selalu Hadapi Masalah Pelik saat Melatih
17 October 2019 14:54 WIB
berita
Pelatih Stephen Constantine memiliki pengalaman menangani timnas yang negara-negaranya punya konflik internal./Istimewa
SEJAK sepak bola profesional lahir, pelatih telah berurusan dengan banyak masalah, baik di dalam dan luar lapangan. Para pembuat taruhan yang marah, para suami yang murka kalah bertaruh, pemain yang berkelahi tampak sepele dan tidak ada apa-apanya dibandingkan pengalaman pelatih asal Inggris, Stephen Constantine.

Lahir di London pada 16 Oktober 1962, pria berdarah Yunani-Siprus itu menghabiskan waktu bermain di Amerika Serikat (AS). Sejumlah masalah pelik dirasakan Constantine sepanjang karier kepelatihannya yang berawal di AS dan Siprus. Salah satunya saat dia akan menangani tim yang negaranya akan pecah karena perang saudara.




Baca Juga :
- Kiper Asal Spanyol Ungkap Masalah Rambut, Cuaca, dan Bahasa Inggris
- Pep Guardiola Kembali Menjadi Single Fighter di Liga Primer




Constantine, yang telah menangani timnas India (dua kali), Nepal, Malawi, Sudan, dan Rwanda, serta klub di Siprus itu, mengatakan: “Sudan jelas sangat menantang. Situasi saat itu tidak bagus. Saya pergi ketika surat perintah penangkapan Omar Al-Bashir, Perdana Menteri, keluar dan perang saudara akan pecah. Untungnya itu tidak terjadi.”

“Di lapangan, skuat timnas saat itu adalah tim lama yang diatur dengan cara-cara usang,  dan membuat mereka mencoba bermain maksimal adalah sebuah tantangan. Saya hanya bertahan selama enam pertandingan sebelum semuanya berubah secara politis, tetapi setidaknya kami berhasil melakukannya,” lanjutnya.


Baca Juga :
- Daftar Kiper Terburuk Liga Primer Tambah Panjang
-  Trauma Bisa Menghantui Upaya Liverpool Juara Musim Ini


“Dengan Rwanda, kami lolos ke fase grup Piala Afrika meski dengan kondisi yang sangat sulit. Lapangan yang buruk, bola tidak bagus, perlengkapan tidak lengkap. Tetapi sepak bola adalah sepak bola, Anda bermain 11 lawan 11 dan bermain di lapangan datar – yang dalam banyak kasus, bagaimanapun bentuk dan kualitasnya.”

Tak sedikit yang heran dengan langkah yang diambil Constantine. “Banyak orang bertanya mengapa saya mengambil pekerjaan itu, namun tanggapan saya hanyalah, 'Mengapa tidak?’ Saya punya pilihan: duduk dan tidak melakukan apa-apa, melakukan sesuatu selain apa yang saya sukai atau pergi, dan saya memilih untuk pergi."

Kini Constantine, mantan pelatih tim utama di Millwall FC, ingin menetap, dan setelah membawa India dari 173 di peringkat FIFA ke urutan 97, dia akan senang kembali menangani sebuah klub sepak bola.

"Ini tentang mengelola orang di mana pun Anda berada,” ujar Costantine, mengutarakan alasannya. “Para pemain ingin tahu bagaimana Anda akan membuat mereka lebih baik dan, jika mereka mau, saya akan melakukannya.”

“Tak ada pemain yang tak bisa meningkatkan sesuatu dalam permainan mereka, tetapi hanya jika mereka mau. Itulah kuncinya. Sekarang saya ingin mencari seorang ketua yang berpikir di luar kotak. Saya ingin mereka bertanya,‘ Apa yang dia bawa ke meja? Bisakah dia melatih? Bisakah dia mengatur orang? Apakah dia memenangkan sesuatu?’”

“Saya mendapatkan lisensi pro saya di Inggris. Saya telah membuktikan bahwa saya mampu mengelola orang, saya telah memenangkan turnamen kecil di tingkat internasional, dan saya lolos ke Piala Asia bersama India, setara dengan Islandia sampai ke Piala Dunia. Kami memenangkan pertandingan pertama kami 4-1, pertama kalinya India menang di Piala Asia.”

Meski begitu, Costantine sadar selalu ada rintangan tidak kasat mata di depan. “Apakah seorang ketua akan duduk dan mempertimbangkan semua itu ketika ada orang lain yang telah bekerja di Portsmouth atau Liverpool?”

"Tapi aku berharap salah satu dari mereka akan berani mengambil risiko. Saya kurang berisiko dibandingkan orang lain karena saya belum pernah gagal di sini dan saya hanya akan mendapatkan satu kesempatan. Jika saya gagal dalam pekerjaan pertama saya di sini, saya tidak akan mendapatkan kesempatan lain."*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news