news
LIGA 1
Setelah Pertemuan Internal, Akhirnya Kalteng Putra Tetap Tampil Melawan PS Sleman
17 October 2019 11:23 WIB
berita
Pemain Kalteng Putra dalam sebuah sesi latihan - TopSkor/Media Kalteng Putra
YOGYAKARTA – Kondisi buruk yang sedang melanda Kalteng Putra, nampaknya sudah menemui  titik terang. Para pemain Kalteng Putra sudah berangkat ke Sleman, Yogyakarta untuk bersiap menghadapi PS Sleman, di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Jumat (18/10).

Sebelumnya, kabar tidak mengenakan menghantui skuat Isen Mulang, julukan Kalteng Putra. Tertundanya gaji bulanan pemain, termasuk bonus pertandingan, yang berdampak mogoknya para pemain untuk menjalani latihan, beberapa waktu lalu. Hal itu diungkapkan I Gede Sukadana dan kawan-kawan sejak 11 Oktober lalu.




Baca Juga :
- Setelah Otavio Dutra, Berikutnya Evan Dimas, Ilham Udin, Lantas Simon McMenemy
- Lawan Kalteng Jadi Momentum Pembuktian Pemain Persija yang Rawan Dicoret




Hal ini tentu sangat menghambat persiapan tim. Kurangnya latihan dan serangan mental yang diterima pemain, seakan menjalani laga dengan kekuatan seadanya. Namun, hal itu ditepis oleh Sukadana. Mewakili rekan-rekannya mengaku akan menunjukan tindakan profesional.

“Dengan hasil pertemuan kemarin (Selasa, 15 Oktober 2019) dengan manajeman, kami pemain Kalteng Putra sepakat untuk tetap main pada partai selanjutnya melawan PS Sleman. Para pemain juga sudah ingin memulai untuk berlatih kembali,” ujar kapten tim Kalteng Putra itu kepada TopSkor, kemarin.


Baca Juga :
- Setelah Simic, Persija Bakal Kontrak Pemain-pemain Bintang
- Kalteng Putra vs Madura United, Duel Mencari Kepercayaan Diri


Namun, mantan pemain Bali United itu enggan untuk membeberkan isi dari pertemuan dan kesepakatan yang terjadi dengan manajeman tim. “Beberapa perjanjian dan kesepakatan sudah kami terima. Namun, bukan kapasitas saya untuk membeberkan hasil pertemuan itu, lebih jelasnya langsung ke manajeman,” ujar Sukadana.

Walaupun masalah mengenai tunggakan gaji dikeluhkan para pemain, Kalteng Putra sudah menemukan titik terang. Tetapi, hal ini dapat mencerminkan bahwa penyakit tim Indonesia untuk menunjukkan sikap profesional kepada pemainnya, masih belum dapat dilaksanakan dengan baik pada musim ini.

Tentu hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pemilik atau manajeman klub lainnya untuk dapat merencanakan perjalanan timnya di kompetisi agar lebih baik lagi. Sehingga pemain yang menjadi korban dalam ketidakadilan tidak dapat terulang kembali di kemudian hari.* Nizar Galang Gandhimar 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news