news
UMUM
Jelang Seri 2 Liga 1 Putri, Persib Membidik Persija
17 October 2019 14:05 WIB
berita
Selebrasi Persib Putri (kostum biru) usai membobol gawang Persija pada pertemuan Seri 1 lalu, namun ketika itu Persib kalah 1-2/Foto: Media Persib
BANDUNG – Berada pada peringkat kedua klasemen Grup A Seri 1 Liga 1 Putri 2019 tidak memuaskan Persib Bandung. Saat berlaga di Sleman, sebenarnya tim berjulukan Putri Biru itu membidik juara grup dengan menaklukkan semua lawan. Apa daya, Persib takluk dari Persija Jakarta yang akhirnya muncul sebagai pemuncak klasemen.

"Pada Seri 2 mendatang sudah pasti kami harus balas kekalahan dari Persija. Pucuk pimpinan Grup A harus menjadi milik Persib. Kami tidak mau gagal lagi. Apalagi kalah beruntun dari lawan yang sama," kata Iwan Bastian, pelatih Putri Biru, Selasa (15/10).




Baca Juga :
- Arema Putri Jaga Optimisme Jelang hadapi Persib Putri dalam Leg Kedua Semifinal Liga 1 Putri 2019
- Empat Semifinalis Liga 1 Putri 2019 Sama-sama Tergerus karena Beberapa Pemain Membela Timnas SEA Games




Secara teknik, menurut Iwan, Persib tidak berada di bawah Persija.  Begitu pun dengan kualitas individu. Maka itu, untuk mengembalikan pamornya Persib harus mengalahkan Persija, mengikuti jejak para rival lainnya yang tidak bisa berkelit dari buruan Putri Biru.

"Head to head dengan Persija, memang jadi agenda utama kami. Bukan karena menganggap enteng rival lainnya, tapi demi bisa meraih puncak klasemen dan memelihara peluang untuk terus bercokol di papan atas," ujar Ibas, sapaan akrabnya kepada TopSkor.


Baca Juga :
- Menjamu Arema Putri pada Leg Pertama Semifinal Liga 1 Putri, Persib Putri Berharap Tuah Stadion Siliwangi
- Jelang Semifinal Liga 1 Putri, Empat Kontestan Menanti Format dari PSSI


Ibas optimistis Persib sudah berada pada jalur yang benar. Komposisi dan starting eleven sudah baku. Grafik permainan pun terus meninhkat. Bahkan rotasi yang dibuat tidak mengubah struktur kekuatan dan permainan Putri Biru. Mereka tinggal melanjutkan Seri 2 dengan karakter dan langgam sepak bola menyerang.

"Kalaupun ada pembenahan, tinggal transisi menyerang ke bertahan yang harus dipoles lagi dan ball possession yang masih kurang bagus. Cepat hilang bola ketika tekanan lawan begitu gencar," Ibas mengungkapkan.

Maklum, Een Sumarni dan kawan-kawan terbiasa dengan olahraga futsal. Sementara sepak bola lapangan besar butuh banyak pemahaman teknik agar kolektivitas permainan bisa mencair dan momentum yang datang bisa dikonversi menjadi gol kemenangan.

"Mulai Rabu (16/10) kami kembali berlatih. Fokusnya transisi dan ball possession. Itu PR yang harus segera dibenahi pemain. Yang lainnya lebih bersifat nonteknis. Pemain agar tetap fokus pada pertandingan, jangan seperti Seri 1. Saat terjadi keributan antarsuporter, banyak pemain yang nonton. Bukan meneruskan permainan," katanya.

Itu sebabnya Ibas berharap Seri 2 tidak digelar di Bogor karena dekat dengan Jakarta yang bisa kembali memantik pergesekan pendukung seperti Seri 1. Ibas menginginkan Seri 2 digelar di tempat netral hingga semua pertandingan berjalan mulus sesuai jadwal.

"Informasi yang saya dengar, rencana Seri 2 di Bogor belum dapat izin keamanan setempat. Makanya saya berharap di tempat netral saja. Terserah PSSI menentukan tempatnya di mana. Yang penting kompetisi berjalan sesuai jadwal," ucap Ibas.*Dani Wihara

 

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news