news
LIGA ITALIA
Juve Tak Tertandingi
17 October 2019 14:51 WIB
berita
Juventus asuhan Maurizio Sarri terlalu tangguh di Italia.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Semua klub besar Eropa yang main di Liga Champions musim ini telah mengalami kekalahan setidaknya satu kali kecuali Juventus FC. Prestasi ini merupakan sebuah awal yang bagus di era pelatih Maurizio Sarri.

Hasil seri di Firenze, Sabtu (14/9), dilihat tifosi sebagai satu-satunya penampilan yang kurang memuaskan dalam perjalanan I Bianconeri. Meski mengurangi kesempurnaan tim Sarri, tapi mereka tak tertandingi di Eropa.




Baca Juga :
- Juventus Tanpa Lisensi di Gim Football Manager 2020
- Diragukan Pelatih Juventus, Ronaldo Malah Cetak Hattrick Bersama Portugal




Kalau hanya mengamati turnamen domestik, Juve bukan satu-satunya yang tak pernah takluk. Liverpool FC, Real Madrid FC dan Wolfsburg terus mengumpulkan poin sejak awal musim. Namun jika ruang lingkupnya diperluas ke kancah Eropa, petanya berubah.

Skuat asuhan Juergen Klopp memang digdaya di Liga Primer (menang dalam delapan pertandingan), tapi mereka dibungkam SSC Napoli di Liga Champions. Madrid menempati peringkat pertama di La Liga (5 kemenangan dan 3 hasil seri) tapi dikalahkan Paris Saint-Germain dalam pekan pertama Liga Champions. Hanya Wolfsburg (6 kemenangan dan 4 hasil seri) yang mungkin bisa bersaing dengan Juve tapi mereka main di Liga Europa.


Baca Juga :
- Conte Mencari Gelandang Level Menengah
- Ini Bukan Periode Terburuk Ronaldo


Awal positif seperti ini bukan berita baru bagi Juve dan juga bukan sesuatu yang konstan. Di musim terakhir Massimiliano Allegri, pencapaian si Nyonya Besar justru lebih baik: 9 kemenangan dalam 9 pertandingan pertama. Sedangkan dalam empat musim sebelumnya bersama tecnico itu selalu ada rapor merah dalam sembilan laga pembuka.

Mereka kalah sekali di musim pertama (di Liga Champions), menyerah tiga kali di musim kedua (semua di Seri A), tunduk sekali di musim ketiga (Seri A) dan menelan dua pil pahit di musim keempat (1 di Piala Super dan 1 di Liga Champions). Antonio Conte juga memulai tiga musim pertama bersama Juve dengan nol kekalahan tapi dengan 4 hasil seri. Hanya saja bersama pelatih itu tim tidak tampil di kompetisi Eropa (Juve di musim itu tidak bermain di Liga Champions).

Juga perlu diperhatikan tim-tim yang dihadapi oleh Juve sampai sekarang. Leonardo Bonucci dan kawan-kawan berhadapan dengan lawan yang lumayan lembek seperti SPAL, Brescia Calcio dan Hellas Verona tapi di Seri A telah memenangkan duel dengan dua saingan utama (sekali di Allianz Stadium dengan Napoli, tim yang berhasil mengalahkan Liverpool di Liga Champions dan satu lagi dalam tandang melawan FC Internazionale). Kemudian di kompetisi Eropa, mereka mencatatkan hasil seri di dalam kandang menghadapi lawan lebih kuat (Atletico Madrid) dan mengalahkan Bayer Leverkusen yang di Bundesliga memiliki jumlah poin sama dengan Bayern Muenchen (14).

Semua ini berarti prestasi awal Sarri bersama Juve melebihi ekspektasi meski diterpa badai cedera, transformasi mentalitas dan peralihan dari 4-3-3 menjadi formasi dengan trequartista. Di balik keberhasilan skuat tersebut, ada grup solid dengan jumlah pemain yang lebih banyak dari biasanya dan para pemain yang fleksibel.

Hal yang membuat Sarri dapat menghadapi situasi darurat dengan tenang (seperti Blaise Matuidi main sebagai gelandang kiri melawan SPAL). Tapi ada hal yang membuat penasaran: di Italia La Vecchia Signora bukan satu-satunya karena di Seri B, masih ada satu tim yang tak terkalahkan di kompetisi, yakni Benevento asuhan Filippo Inzaghi.*** Dari berbagai sumber

 

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news