news
UMUM
Mental dan Kepercayaan Diri Pemain Timnas Harus Dipulihkan dengan Pelatih Baru
17 October 2019 13:39 WIB
berita
BALI - Kekalahan 1-3 yang diderita timnas senior Indonesia dari Vietnam pada laga keempat Pra-Piala Dunia (PPD) 2022, Selasa (15/10) lalu, seharusnya menjadi puncak penilaian bahwa tim Merah Putih butuh pelatih baru. Bukan mempertahankan pelatih Simon McMenemy yang gagal menyuguhkan permainan terbaik bersama Indonesia.

Sebelumnya pasukan Simon McMenemy itu juga kalah 2-3 dari Malaysia, 0-3 oleh Thailand, dan 0-5 dari Uni Emirat Arab (UEA).




Baca Juga :
- Kamis Padat, Timnas Indonesia Uji Coba Lawan PKNS U-21 dan Tonton Malaysia Vs Thailand
- Unggul Dulu, Timnas U-22 Indonesia Harus Puas Ditahan Imbang Iran




Apakah dengan empat kekalahan beruntun dengan kebobolan 14 gol itu, PSSI akan tetap diam? Anggota Exco PSSI Refrizal menilai pergantian pelatih tentu harus segera dilakukan.

“Saya berbicara realistis saja. Jika pergantian pelatih tidak dilakukan akan menjadi masalah buat dia (Simon) juga. Mungkin juga imbasnya ke federasi. PSSI memang menginginkan dia untuk sampai AFF 2020, tetapi kalau harus terhenti di sini juga tak masalah, hadiah semua jerih payahnya selama ini pasti akan diberikan juga. Tidak mungkin federasi lepas tangan,” ujar Refrizal.


Baca Juga :
- Satu Tidak Gablek Paspor, Timnas Indonesia Hanya 22 Pemain ke Malaysia
- Jadwal Siaran Langsung Uji Coba Timnas U-22 Indonesia Vs Iran, Rabu Hari ini


Bertanding menggunakan lambang Garuda di dada tentu berbeda dengan bermain bersama klub. Ada jutaan Warga Negara Indonesia yang menaruh harapan kepada 11 pemain di dalam lapangan. Ada harga diri bangsa yang harus dijaga. Tapi, dengan rapor merah timnas bersama Simon tentu ini bukan hal yang main-main.

“Ada harga diri bangsa yang dipertaruhkan. Ada mental dan kepercayaan diri pemain yang harus dipulihkan dan dibangkitkan. Jangan biarkan Hansamu Yama dan kawan-kawan terus menderita karena kekalahan keempat atau kelima secara beruntun,” ujar Tommy Welly, pengamat sepak bola Indonesia.

Bung Towel sapaan akrabnya mengaku akar kesalahan dari tidak berhasilnya timnas senior Indonesia bangkit dari keterpurukan mutlak karena pelatih. Pria yang juga berprofesi sebagai komentator sepak bola itu menilai timnas saat ini dalam kondisi terpuruk dari segi mental dan psikologi. Menurutnya, PSSI harus cepat melakukan tindakan yang tepat.

“Pemain di level senior ini akan bermain sesuai strategi dari sang pelatih. Jadi ini bukan persoalan masalah pemain. Bagaimana optimalkan kualitas pemain, itu kan tugas pelatih. Sekarang materi pemain yang menunjang di Liga 1 saya rasa sudah dipanggil semua dan pelatih di sini belum memanfaatkan dengan baik,” ujar bung Towel.

Satu yang harus diingat pelatih hebat adalah dia yang bisa mengubah pemain yang bukan apa-apa menjadi apa-apa. Materi pemain pun tak jauh berbeda dari timnas era pelatih Luis Milla. Tapi, itulah kehebatan Milla, dia mampu memaksimalkan setiap potensi pemain yang ada di Indonesia. Milla juga mampu menerapkan strategi yang cocok dengan karakter pemain Indonesia dan hal ini yang belum terlihat dari timnas era Simon.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news