news
FORMULA 1
Kimi Raikkonen Frustrasi
17 October 2019 13:15 WIB
berita
Kimi Raikkonen (Istimewa).
ZURICH – Kimi Raikkonen merasa frustrasi dengan Alfa Romeo Racing karena tak kunjung memberikan mobil kompetitif. Hingga F1 2019 menyisakan lima putaran, pembalap asal Finlandia itu tak kunjung bertarung di barisan depan. Keluhan pun kerap ia sampaikan kepada para petinggi tim.

Sekadar mengingatkan, bergabungnya Raikkonen dengan Alfa Romeo merupakan bagian dari rencana Scuderia Ferrari Mission Winnow yang menginginkan Charles Leclerc. Di sisi lain, Raikkonen menerima kesepakatan tersebut karena dijanjikan memiliki mobil seperti di tim lamanya tersebut.




Baca Juga :
- Raikkonen Belum Move On dari Ferrari
- Raikkonen: Alfa Romeo Belum Maksimalkan Potensi Mobil




Puncak kekesalannya terjadi pada Grand Prix (GP) Jepang, 13 Oktober lalu, di mana ia tak mampu melaju cepat dengan C38. Bahkan, performa mobil di Sirkuit Suzuka, Jepang, disebutnya jauh dari kata normal yang ada dalam kamusnya. Hal itu karena mobil sulit  beradaptasi dengan ban.

“Sulit untuk dimengerti kenapa kami tak punya daya cengkeram di bagian depan. Bahkan tak memiliki kecepatan saat memakai ban medium dan hard. Ketika menggunakan ban lebih lunak, kami bisa lebih cepat tiga atau empat detik. Mobil juga lebih nyaman,” kata Raikkonen via Motorsport.com.


Baca Juga :
- Manhole Sirkuit Jalanan Baku Tak Tertutup, Raikkonen Kesal
- Kata Raikkonen, Banyak-banyak Berpesta Bisa Jadi Pembalap yang Andal


Start dari posisi ke-11 di GP Jepang, Raikkonen memutuskan pakai ban medium agar bias menekan sejak awal. Tapi, ia tak mendapat perasaan bagus terhadap ban dan membuatnya turun empat level pada lap pertama. Dengan kecepatan yang dimiliki, saat itu, Raikkonen harus puas finis ke-14.

“Saya tak tahu apa yang terjadi pada mobil dan semoga kami cepat menemukan masalah utamanya. Kami berlomba dengan dua mobil yang memakai perangkat aerodinamika berbeda. Saya yakin kami bisa belajar dari kesulitan dan kembali bertarung di 10 besar,” Raikkonen menambahkan.

Padahal ketika masih bersama Ferrari, Raikkonen selalu mampu bertarung di lima besar. Selama lima tahun bersama pabrikan asal Italia (2014-2018) itu hanya di musim pertama ia gagal podium. Tapi, finis terbaiknya adalah posisi keempat yang didapatkan pada GP Belgia, 24 Agustus 2014.

“Entah apa penyebabnya mobil hanya cocok dengan satu jenis ban, yakni soft, sedangkan dengan ban lainnya tidak. Kami tak memiliki daya cengkeram yang baik dengan ban jenis lain. Ini adalah tahun pertama sepanjang karier saya di F1, di mana mengalami hal seperti itu,” ujar Raikkonen.

Antonio Giovinazzi, rekan setimnya, juga merasakan hal serupa, meski kinerjanya di kualfikasi mengalami peningkatan sejak jeda musim panas. Namun, catatan finisnya dalam dua lomba terakhir menurun tajam. Padahal, di GP Italia dan Singapura, ia mampu mengakhiri balapan di 10 besar.

“Rasanya benar-benar sulit karena mobil tak punya kecepatan sepanjang perlombaan. Padahal di kualifikasi, tak terlalu buruk. Saat lomba, kami benar-benar jauh dari apa yang diharapkan. Kami akan memeriksa segalanya dan berusaha menemukan solusi tepat untuk lomba berikutnya,” kata Giovinazzi.

Prinsipal Alfa Romeo Fred Vasseur meminta tim tetap tenang dan bekerja keras demi membenahi masalah C38. “Kami memiliki awal musim yang baik dengan meraih banyak poin. Tapi, pada empat lomba terakhir, kami kesulitan. Semoga di sisa lomba kami bisa bangkit,” ia menuturkan.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news