news
LIGA ITALIA
Sirigu Enggan Geser Donnarumma
17 October 2019 11:21 WIB
berita
Kiper Salvatore Sirigu makin gemilang di usia yang matang.-Topskor.id/istimewa-
VADUZ – Skuat asal Torino memberi kontribusi besar dalam dominasi Italia di Rheinpark Stadium, Selasa (15/10) atau Rabu dini hari WIB. Andrea Belotti berpesta dengan dobel gol, Federico Bernardeschi membuka rekening gol, sedangkan Salvatore Sirigu melakukan beberapa penyelamatan penting.

Meski statusnya sebagai kiper kedua di tim nasional Italia, setelah Gianluigi Donnarumma, Sirigu tak kecil hati. Dia malah termotivasi untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai portiere jempolan, setiap kali dipercaya Roberto Mancini.




Baca Juga :
- Superior Italia 100 Persen, Begini Reaksi Mancini
- Hancurkan Bosnia, Mancini Pimpin Italia Bukukan 10 Kemenangan Beruntun




Salah satunya dalam pertandingan lawan Liechtenstein, di mana kiper 32 tahun tersebut memblok tembakan Dennis Salanovic dengan kakinya dalam 40 detik awal. Beberapa menit kemudian, dia kembali menetralisir tendangan gelandang kiri The Blues-Reds tersebut.

Respons Sirigu kembali dites Salanovic pada menit ke-65. Dengan sigap, dia menghilangkan impian publik tuan rumah mendapatkan gol. Alih-alih menjadi sombong, penjaga gawang itu mengaku tidak mau mengambil hak Donnarumma, sebagai kiper utama. Meski pesepak bola muda itu sedang kesulitan dengan AC Milan.


Baca Juga :
- Les Bleus Agak Mengkhawatirkan
- Bersinar di Timnas Inggris, Bek Leicester Ini Kian Buat Chelsea Tergiur


“Dalam hierarki, pelatih sudah jelas. Gigio adalah yang pertama, penjaga gawang lain di belakangnya. Tapi saya selalu berusaha untuk siap, setiap hari dalam latihan, saya merasa sebagai starter. Ketika pilihan jatuh kepada pemain lain, saya berusaha mengulurkan tangan untuk semuanya. Donnarumma pantas berada di sana, tapi yang paling penting melihat kiper lain mendorong diri sendiri dari belakang,” ujarnya menunjukkan kematangan mental.

Pemanggilan Sirigu ke timnas merupakan bonus dari kiprah gemilangnya bersama Torino FC. Mantan portiere Paris Saint-Germain itu seolah menjadi remaja lagi untuk kedua kalinya. Dia tampil tujuh pertandingan penuh dengan Il Granata di Seri A, menggagalkan 1 penalti, mencatat 1 clean sheet dan melakukan 4 penyelamatan penting. Sementara sepanjang empat laga kualifikasi Euro 2020, pemain tersebut sudah menggagalkan sembilan peluang lawan. Rata-ratanya 2,2 penyelamatan per laga.

Prestasi itu membuatnya sangat percaya diri ketika dipercaya mengawal mistar Gli Azzurri.  Dia cukup optimistis dengan prospek skuat besutan Mancini.

“Pertandingan dengan timnas selalu penting. Kami bangkit dari nol dan telah menunjukkan kemajuan cukup pesat. Ada banyak pemain yang bertumbuh bersama di timnas dan ada juga beberapa yang akan mencicipi Piala Eropa pertama. Sekarang pun makin banyak pemain yang memperkuat tim-tim besar dan membawa pengalaman internasional. Masih ada beberapa bulan, kami harus mempersiapkan yang terbaik,” katanya.

Menuju Qatar

Italia memastikan jadi peserta Euro 2020 sehingga mulai menyusun rencana untuk mematangkan penampilan. Salah satu rencana Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) adalah membawa pasukan Mancini untuk menjalani dua laga persahabatan di Qatar pada Maret tahun depan.

Pertandingan tersebut bisa mendatangkan tujuh juta euro (sekira Rp109 miliar) ke rekening FIGC. Dengan rincian, pendapatan 2 juta euro dan 4,5-5 juta euro untuk hak siar. Salah satu lawan diperkirakan adalah Kroasia. Rencana ini akan dibicarakan petinggi federasi pekan depan di Qatar.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news