news
UMUM
37 Cabor Resmi Ditetapkan, R-Inpres Baru PON Papua Kembali Dibahas
16 October 2019 14:10 WIB
berita
Kemenpora mengundang stakeholders yang terlibat dalam penyiapan R-Inpres untuk melakukan pembahasan agar dapat segera difinalisasi, Selasa (15/10). 
JAKARTA - Penetapan 37 cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional XX Tahun 2020 di Provinsi Papua resmi ditandatangani Jumat 11 Oktober 2019 di Gedung Negara Papua.

Kini, pembahasan Rancangan Instruksi Presiden (R-Inpres) baru tentang PON langsung dilakukan. Kemenpora mengundang stakeholders yang terlibat dalam penyiapan R-Inpres untuk melakukan pembahasan agar dapat segera difinalisasi, Selasa (15/10). 




Baca Juga :
- Sudah Delapan Daerah Meloloskan Pegulatnya ke Papua
- 117 Atlet Perebutkan 33 Tiket Sisa Tahap II Kualifikasi PON Wushu Sanda




Hadir dalam pertemuan ini Deputy Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian PUPR, Plt. Kadisorda Provinsi Papua dan Sesmenpora sebagai pimpinan rapat.

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot Dewabroto, menyampaikan bahwa pertemuan ini sangat penting untuk segera menyesuaikan dengan Surat Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berkaitan dengan 37 cabor dan lokasi kabupaten tempat pelaksana PON di Papua.


Baca Juga :
- Ketok Palu! Indonesia Ikut 49 Cabor di SEA Games 2019
- Tujuh Cabor Berangkat ke SEA Games Pakai Dana Pribadi


Sesmenpora melanjutkan bahwa hari ini secara drafting telah kita selesaikan. "Alhamdulillah hari ini kita telah menyelesaikan drafting R-Inpres baru PON XX dan tinggal melakukan langkah administrasi untuk pengajuan ke Sekretariat Negara. Mudah-mudahan prosesnya bisa cepat," kata Gatot.

Alexander Kapisa sebagai Plt Kadisorda yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua sangat berharap agar R-Inpres ini dapat segera ditetapkan agar pembangunan venue-venue yang diperintahkan dalam Inpres baru ini dapat segera dilaksanakan. 

"Dengan ditetapkannya Inpres baru ini tentunya secara legal formal akan menjadi acuan kami dalam menyusun anggaran Tahun 2020. Besar harapan kami sekiranya proses administrasi segera sampai ke Presiden tidak perlu panjang lagi karena secara substansi tidak ada perubahan yang berarti," pungkas Alexander Kapisa.*
 

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news