news
LIGA INTERNASIONAL
Perdana Menteri Bulgaria Minta Presiden BFU Mundur
16 October 2019 13:25 WIB
berita
Sejumlah suporter Bulgaria tampak menyoraki pemain Inggris berkulit hitam saat kedua tim bertanding di Grup A kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Vasil Levksi, Senin (14/10).
SOFIA – Aksi segelintir suporter Bulgaria saat menjamu Inggris di Vasil Levski, Senin (14/10) berujung efek domino. Tidak hanya dirasakan skuat asuhan Gareth Southgate saja. Melainkan juga warga dunia, khususnya di belahan Eropa yang memang sudah lama menegaskan perang terkait rasisme dalam olahraga.

Bahkan, di media sosial, aksi fan Bulgaria itu mendapat sorotan tajam. Berbagai kampanye dilakukan warganet lewat tagar #NoToRacism yang di twitter sempat trending di seluruh dunia. Berbagai elemen pun meminta aksi rasisme di Bulgaria segera dihentikan. Itu mengingat insiden atas pemain Inggris bukan yang pertama terjadi di negara Eropa Timur tersebut.




Baca Juga :
- Eriksen Bakal Jadi Ancaman Republik Irlandia di Aviva
- Bersinar di Timnas Inggris, Bek Leicester Ini Kian Buat Chelsea Tergiur




Imbasnya, Uni Federasi Sepak Bola Bulgaria (BFU) pun siap menerima sanksi UEFA. Tak heran jika Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov mendesak Presiden BFU Borislav Mihaylov untuk mundur. Menurutnya, Mihaylov gagal mengemban tugasnya sejak memimpin BFU pada 21 Oktober 2005.

“Saya mendesak Mihaylov untuk segera mengundurkan diri dari BFU!” ujar Borissov dalam laman facebook-nya. “Insiden ini tidak dapat diterima. Bulgaria merupakan salah satu negara paling toleransi di dunia yang terdiri dari berbagai etnis dan agama. Kini, dikaitkan dengan rasisme dan xenofobia.”


Baca Juga :
- Striker Spurs Ini Lebih Baik daripada Beberapa Legenda Inggris
- Pengaruh Chelsea di Timnas Inggris Mulai Menurun


Pernyataan dari orang nomor dua di negara tersebut pun langsung disambut pengunduran diri Mihaylov. Sosok yang saat jadi pemain berposisi sebagai kiper yang berjasa membawa Bulgaria ke semifinal Piala Dunia 1994 ini pun dipastikan tidak menjabat pimpinan BFU lagi.  

“Hari ini (kemarin) Presiden BFU Borislav Mihaylov mengundurkan diri dari jabatannya. Suratnya akan diajukan ke Komite Eksekutif BFU pada Jumat ini,” demikian rilis BFU.

Hanya, pengunduran diri pria 56 tahun itu bukan berarti sudah menyelesaikan masalah secara keseluruhan. BFU pun saat ini sedang melakukan investigasi terkait tindakan fan terhadap pemain Inggris. Pasalnya, jika kondisi ini berlarut, ada kemungkinan mereka mendapat hukuman yang berat dari UEFA dan juga FIFA.

“Sanksi dari UEFA jadi salah satu yang berat dalam olahraga baik untuk klub atau asosiasi terkait rasisme. Hukuman minimum terkait penutupan stadion. Ini bisa merugikan mereka jika jadi tuan rumah. Setidaknya, pendapatan (dari tiket) akan hilang. Percayalah, UEFA berkomitmen untuk melakukan apa saja untuk menghilangkan penyakit ini,” ucap Presiden UEFA Aleksander Ceferin.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news