news
LIGA INTERNASIONAL
Selebrasi ala Militer Lagi, Turki Abaikan Kecaman
16 October 2019 15:15 WIB
berita
Para pemain Turki merayakan gol ke gawang Prancis pada laga Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stade De France, Senin (14/10), dengan hormat ala militer.
PARIS - UEFA belum lagi mengambil sikap atau tindakan soal selebrasi ala hormat militer yang dilakukan para pemain timnas Turki pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup H lawan Albania di Istanbul, Jumat (11/10) pekan lalu. Tiga hari berselang, sejumlah pemain Ay-Yildizlilar (Bulan Sabit-Bintang), julukan timnas Turki, melakukan hal yang sama. Tepatnya saat menahan Prancis, 1-1, di kandangnya, Stade De France, Senin (14/10).

Beberapa pemain Turki berbaris dan memberi hormat ala militer untuk merayakan gol penyeimbang yang dicetak Kaan Ayhan sembilan menit jelang bubaran. Kapten Burak Yilmaz, kiper Mert Gunok, dan sejumlah pemain lainnya terlibat dalam selebrasi itu. Menariknya, Ayhan sendiri tidak mau ikut-ikutan.




Baca Juga :
- Eriksen Bakal Jadi Ancaman Republik Irlandia di Aviva
- Jadwal Final Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Brasil




Bek Merih Demiral terlihat berusaha mengajak Ayhan agar ikut berbaris dan memberi hormat. Keduanya sempat terlibat adu mulut selama beberapa saat. Tapi, striker Fortuna Duesseldorf itu tetap menolak dan langsung berlari ke tengah lapangan.

Sebelumnya, Ayhan dan striker Turki lainnya yang juga memperkuat Duesseldorf di Bundesliga, Kenan Karaman, memang telah menegaskan tidak mau terlibat dalam aksi bermotif politik di lapangan. Sikap ini menuai pujian dari Lutz Pfannenstiel, Direktur Olahraga Duesseldorf. “Kedua pemain menjunjung tinggi nilai-nilai klub ini,” ujarnya.


Baca Juga :
- Pengaruh Chelsea di Timnas Inggris Mulai Menurun
- Turki Cukup Satu Poin


Selebrasi hormat ala militer itu merupakan bentuk dukungan terhadap tentara nasional Turki yang melakukan serangan militer ke wilayah utara Suriah yang dikuasai etnis Kurdi. Pihak Turki menganggap kelompok Kurdi sebagai separatis karena ingin mendirikan negara sendiri di wilayah timur dan selatan dekat perbatasan antara Suriah dan Irak.

Di pihak lain, kelompok Kurdi bersekutu dengan pihak Barat, termasuk Prancis. Wajar jika kemudian banyak politisi negara itu yang mengecam selebrasi para pemain timnas Turki tersebut. Mereka bahkan sempat mendesak agar pertandingan di Stade De France itu dibatalkan.

Tapi, timnas Turki bergeming. Mereka bahkan memakai foto para pemain yang tengah memberikan hormat ala militer itu sebagai latar belakang klasemen sementara Grup H di akun Twitter resmi mereka.

“Seperti semua negara, kami juga tak ingin tentara kami dikerahkan. Yang kami lakukan hanya isyarat dukungan terhadap tentara kami. Isu-isu lainnya adalah pertanyaan yang harus diajukan kepada Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) atau Emmanuel Macron (Presiden Prancis). Saya hanya pelatih timnas,” kata pelatih Senol Gunes.

Menteri Olahraga Turki Mehmet Muharrem Kasapoglu bahkan menyebut selebrasi itu sebagai isyarat yang bagus. Dia juga tak setuju jika aksi itu disebut kontroversial. Striker Prancis, Antoine Griezmann, juga pernah memberi hormat kepada Presiden Emmanuel Macron saat merayakan golnya pada Juni lalu.

“Mereka yang diam soal hormat ala militer yang dilakukan Griezmann berusaha untuk memutarbalikkan apa yang dilakukan para pemain nasional kami,” ujar Kasapoglu yang kemudian meminta UEFA bersikap bijaksana dalam menangani kasus ini.

Pihak UEFA mengaku masih menunggu laporan pertandingan yang resmi dan informasi terkait lainnya dari komisi disiplin terkait insiden dalam laga Prancis lawan Turki tersebut. Sebelumnya, Ketua Bidang Pers UEFA Philip Townsend menyebut selebrasi seperti itu bisa dianggap sebagai tindakan provokasi.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news