news
LIGA INTERNASIONAL
Les Bleus Tertahan Turki
16 October 2019 13:17 WIB
berita
Striker timnas Prancis Olivier Giroud membuktikan dirinya layak menjadi andalan lini depan menyusul golnya ke gawang Turki laga Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stade De France, Senin (14/10).
PARIS - Langkah Prancis untuk merebut pimpinan klasemen Grup H kualifikasi Piala Eropa 2020 dari tangan Turki, tersendat. Senin (14/10) malam lalu, Les Bleus ditahan tamunya yang datang ke di Stade De France, 1-1.

Hasil itu membuat Prancis tertahan di peringkat kedua Grup H dengan 19 poin dari delapan laga. Mereka kalah rekor head-to-head dari Turki yang berada di puncak dengan nilai sama.




Baca Juga :
- Kecam Presiden FFF, Striker Madrid Ini Ancam Tinggalkan Prancis
- Eriksen Bakal Jadi Ancaman Republik Irlandia di Aviva




Meski begitu, peluang Les Bleus lolos ke putaran final masih terbuka lebar. Prancis bakal memastikan tiket tersebut jika menang saat menjamu Moldova pada laga berikutnya 14 November mendatang. Les Bleus bahkan akan tetap lolos meski gagal merebut poin penuh lawan Moldova. Syaratnya, tim peringkat ketiga Islandia harus gagal meraih kemenangan di kandang Turki pada hari yang sama.

Menjamu Turki di Paris, pelatih Didier Deschamps membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan Olivier Giroud. Padahal, striker Chelsea FC, 33 tahun, itu jadi pahlawan dalam laga sebelumnya dengan mencetak satu-satunya gol kemenangan Prancis atas Islandia.


Baca Juga :
- Jadwal Final Piala Dunia U-17 2019, Meksiko Vs Brasil
- Les Bleus Agak Mengkhawatirkan


Sebagai gantinya, Deschamps memasang Wissam Ben Yedder sebagai starter berduet dengan Antoine Griezmann. Tapi, kombinasi ini tak berjalan efektif sehingga pelatih 50 tahun ini memasukkan Giroud pada menit ke-72. Keputusan ini sangat tepat karena empat menit kemudian striker jangkung (192 cm) itu berhasil memecah kebuntuan Les Bleus.

Ini gol ketiga yang dicetak Giroud dalam empat aksi terakhir bersama timnas Prancis sekaligus yang ke-38 dalam 95 laga sepanjang kariernya. Torehan ini mengukuhkannya di peringkat ketiga daftar top scorer Les Bleus sepanjang masa. Giroud hanya butuh tiga gol lagi untuk menyamai rekor Michel Platini yang berada di urutan kedua.

Sayang, gol semata wayang Giroud tidak cukup untuk membawa Prancis meraih poin penuh setelah Kaan Ayhan mencetak gol penyeimbang Turki, sembilan menit sebelum waktu normal berakhir.

“Kami telah melakukan segalanya untuk memenangi pertandingan ini,” kata Deschamps. “Kami sempat menciptakan sejumlah peluang dan mereka tidak. Tapi, ini satu poin yang bagus. Kami harus menuntaskan pekerjaan pada November nanti. Kami (Prancis dan Turki) dua tim terbaik di grup ini. Kami seharusnya lebih efisien. Tapi, mereka bertahan dengan tangguh dan pantas berada di posisi saat ini.”

Secara khusus, Deschamps melontarkan pujian terhadap Giroud yang tidak pernah mengecewakannya saat diberi kepercayaan. Dia juga memastikan akan tetap memakai striker andalannya itu dalam kedua laga sisa Prancis di Grup H November nanti. Tapi, Deschamps tidak bisa terus menjamin posisi Giroud di skuat Les Bleus jika kesempatan bermainnya di Chelsea musim ini tidak mengalami peningkatan.

“Giroud menderita karena situasinya di Chelsea. Sebelum Januari (2020), saya tak akan melakukan perubahan,” ucap Deschamps. “Setelah itu, semuanya tergantung dia. Saya harap dia akan mendapatkan lebih banyak menit bermain.”

Giroud sendiri menegaskan akan terus berjuang untuk meraih kepercayaan dari pelatih Chelsea Frank Lampard. Tapi jika situasinya tidak berubah, mantan pemain Arsenal FC ini tidak menutup kemungkinan untuk mencari klub baru di bursa transfer Januari 2020.

“Saya tidak mungkin merasa puas dengan apa yang saya alami di Chelsea saat ini. Saya masih punya masa depan bagus. Saya sudah 33 tahun tapi kaki ini masih kuat untuk berkarier beberepa tahun lagi. Secara fisik, saya merasa bugar. Prioritas saya tetap di Chelsea. Tapi, jika dipaksa memilih, saya akan pergi seperti saat meninggalkan Arsenal,” ujarnya.

Jika Giroud tak beruntung di klub tapi bersinar di timnas, Griezmann justru sebaliknya. Striker 28 tahun ini bernasib lebih baik di level klub dengan menjadi starter reguler di FC Barcelona. Tapi, performanya bersama timnas Prancis belakangan meredup.

Griezmann bahkan tidak mencetak gol buat Les Bleus selama 587 menit. Ini paceklik gol terpanjang yang pernah dia alami sepanjang karier di timnas Prancis. Kali terakhir, dia mencetak gol adalah pada 2 Juni lalu dalam laga persahabatan lawan Bolivia.***RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news