news
LIGA INGGRIS
Pekerjaan Rumah Costa-Morata
16 October 2019 14:34 WIB
berita
Diego Costa dan Alvaro Morata menjadi duet penyerang teranyar Atletico yang hingga saat ini belum memperlihatkan tajinya.-Topskor/Ist
MADRID – Misi Diego Simeone di Atletico Madrid sangat jelas. Untuk bisa sukses, dia membutuhkan penampilan terbaik dari setiap komponen yang ada skuatnya, terutama lini serang yang saat ini dihuni dua ujung tombak: Alvaro Morata dan Diego Costa. Sayangnya, hingga pekan kedelapan, duo ini baru menyumbang masing-masing satu gol.

Ini jelas mengecewakan, mengingat Atletico mengeluarkan 50 juta euro (sekitar Rp779 miliar) untuk Costa dan 65 juta untuk Morata dari Chelsea FC. Rapor gol mereka bahkan kalah dari Joao Felix (3), Vitolo Machin (2), dan bahkan Thomas Partey (2), yang berposisi sebagai gelandang bertahan.




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen La Liga Spanyol, Senin Dini Hari WIB
- Raksasa La Liga Sedang Bermasalah




Masalah cedera dan sanksi (Costa) memang dianggap penyebab belum klopnya duet ini. Costa sendiri baru berhasil memutus paceklik gol yang dialaminya sejak Maret 2019 saat bertamu ke RCD Mallorca (0-2) di pekan 6 musim ini. Sementara Morata, gagal merobek gawang lawan dalam lima laga terakhir.

Kendati terus menjadi sorotan dan kritik, Simeone tak pernah meragukan ketajaman duet lini depannya itu. “Ketika Costa dan Morata mencapai level terbaiknya, maka kami akan mengalami peningkatan,” kata pelatih asal Argentina itu. Apa pun itu, performa yang ditunjukkan Costa dan Morata masih sangat jauh dari penampilan duet-duet Atletico sebelumnya di era Simeone. Berikut rapor mereka:


Baca Juga :
- Malam Kelam Diego Costa
- Duel Monumental Simeone


Falcao-Adrian (2011/12)

Radamel Falcao dan Adrian Lopez jadi duet penyerang pertama Simeone. Dengan skema 4-2-3-1, didukung Arda Turan dan Diego Ribas, duo ini menghasilkan 55 gol. Falcao mencetak 36 gol (24 LaLiga, 12 Liga Europa), sementara Adrian 19 (7 LaLiga, 11 Liga Europa, 1 Piala Raja).

Falcao-Costa (2012/13)

Costa kembali Atletico setelah dipinjamkan ke Rayo Valecano, dan langsung klop bersama Falcao. Duet ini menghasilkan 54 gol, Falcao menyumbang 34 (28 LaLiga, 3 Piala Super Eropa, 1 Liga Europa, 2 Piala Raja), dan Costa 20 (10 LaLiga, 8 Piala Raja, 2 Liga Europa).

Costa-Villa (2013/14)

Falcao pergi, dan David Villa datang. Bersama Costa, Villa mengakhiri musim dengan catatan 15 gol (13 LaLiga, 1 Piala Super), kemudian Costa dengan 36 (27 LaLiga, 8 Liga Champions, 1 Piala Raja), dan Atletico juara LaLiga.

Griezmann-Mandzukic (2014/15)

Kehebatan Costa membuat Chelsea kepincut sementara Villa memutuskan pergi ke MLS. Antoine Griezmann dan Mario Mandzukic pun didatangkan. Nama pertama mengakhiri musim dengan 25 gol (22 LaLiga, 2 Liga Champions, dan 1 Piala Raja). Sementara Mandzukic mencetak 20 gol.

Griezmann-Torres (2014-2018)

Fernando Torres kembali ke Atletico dan berduet dengan Griezmann sesekali, bergantian dengan Mandzukic. Pada 2015/16 Griezmann mengumpulkan 32 gol dan Torres 11. Di musim berikutnya produktivitas Griezmann menurun ke angka 26, sementara 10 untuk Torres. Namun pada 2017/18 Griezmann kembali menjadi pencetak gol terbanyak Atletico dengan 29 gol dan Torres mengakumulasikan 10 gol.

Griezmann-Gameiro (2016-2018)

Pada 2016/17 Griezmann mendapatkan duet yang juga berasal dari Prancis: Kevin Gameiro. Keduanya menghasilkan 42 gol, Gameiro (16) dan Griezmann (26). Pada kampanye berikutnya Gameiro menyumbang 11 dan Griezmann 29.

Griezmann-Costa (2017-2019)

Costa pulang ke Atletico pada 2017/18 tapi tak bisa dimainkan hingga Januari akibat embargo pemain. Pada musim pertamanya Costa menyarangkan tujuh gol dan mengantarkan Atletico juara Liga Europa. Rekan duetnya kala itu, Griezmann menyumbang 29 gol. Musim lalu, Costa hanya mencetak lima gol, berbanding terbalik dengan Griezmann yang menyarangkan 21 gol.*** GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER
 

 

 

 

D
Penulis
Dini Wulandari
news
news