news
BASKET
Cina Boikot NBA, Lakers Petik Hikmah
16 October 2019 12:25 WIB
berita
Para pemain Lakers berkumpul usai berlatih (Istimewa).
SHENZEN – Meski menjalani sejumlah laga, tur Los Angeles Lakers ke Cina, berantakan. Pasalnya, mereka tiba di Negeri Tirai Bambu hanya sehari setelah tweet kontroversial General Manager Houston Rockets, Daryl Morey, yang mendukung aksi demonstran Hong Kong melawan Pemerintah Cina.

Hal ini menimbulkan efek domino yang tidak disangka-sangka karena setelah Komisioner NBA, Adam Silver, menganggap apa yang dilakukan Morey merupakan bentuk kebebasan berpendapat, bukan hanya Rockets yang terkena imbasnya. Cina secara umum menentang NBA.




Baca Juga :
- Pelatih Lakers Sempat Merinding Saat Ditonton Kobe Bryant
- Dikalahkan Lakers, Trae Young Tetap Merasa Senang, Ini Alasannya




Beberapa perusahaan menghentikan sponsorship laga pramusim di negara tersebut. Bahkan, stasiun televisi asal Cina, CCTV,  memutuskan untuk menghentikan penayangan dua pertandingan yang sudah dijadwalkan. NBA juga harus membatalkan agenda konferensi pers serta jumpa fan.

Lakers yang juga ikut dalam rangkaian tur ke Cina, berada dalan posisi canggung. Bayangan mendapat sambutan hangat dari para pencinta basket Negeri Tirai Bambu pun pupus. Meski begitu, Dwight Howard mencoba mengambil hikmah dari peristiwa ini, utamanya untuk Lakers.


Baca Juga :
- Ditonton Kobe, LeBron Pamer Kebolehan Saat Lakers Gilas Hawks
- Triple-Double Luka Doncic Tetap Tak Bisa Selamatkan Mavericks dari Kekalahan


Pemain yang berposisi sebagai center itu menyebut timnya jadi punya lebih banyak waktu untuk semakin memupuk kekompakkan jelang bergulirnya NBA 2019/20. Maklum, selama berada di Cina, tim asuhan Frank Vogel tersebut praktis selalu bersama-sama sebagai sebuah tim.

“Ini menjadi perjalanan yang hebat sebab dengan banyaknya acara yang dibatalkan, kami bisa lebih intens menghabiskan waktu bersama. Ini membawa kami menjadi satu tim yang hebat. Apalagi, kami mengalami beberapa momen manis yang sulit dilupakan,” kata pemain 33 tahun tersebut.

Masih menurut Howard, untuk mengisi kekosongan waktu, banyak hal yang bisa dilakukan olehnya dan rekan-rekan. Mereka makan malam bersama, bermain kartu di pesawat dan hotel, hingga berlatih di saat pekerja justru merubuhkan konstruksi papan promosi lantaran batalnya agenda.

Apa yang mereka alami saat ini bakal tercatat dalam sejarah NBA, menyusul status Cina sebagai salah satu pasar besar kompetisi tersebut di luar Amerika Serikat (AS). “Tim ini bisa terikat dengan berbagai cara. Salah satunya seperti ini. Banyak momen menarik yang dilalui bersama,” kata Howard.

Hal senada dikemukakan Vogel yang mengaku bersyukur dengan perjalanan Lakers ke Cina. Meski mereka tak mendapat atmosfer layaknya tur ke luar negeri, kunjungan ini berdampak positif bagi tim. Vogel seolah diberikan kemudahan untuk menyatukan pemain-pemain Lakers.

Apalagi, musim ini, Lakers mendatangkan banyak pemain baru seperti Howard, Anthony Davis, Avery Bradley, dan lain-lain. “Ini adalah sebuah grup yang sangat kompak satu sama lain. Saya merasakan ini selama tur di Cina. Mereka tak canggung bercengkerama bersama,” ujar Vogel.

Di sisi lain, James mengkritik tweet Morey karena berdampak kepada mereka yang berkecimpung dalam NBA. Pemain 34 tahun itu mengatakan, Lakers dan Brooklyn Nets mengaku sempat khawatir bakal terperangkap di Bandara Beijing dan tak bisa kembali ke Negeri Paman Sam.

Musim ini, Lakers merupakan kandidat kuat meraih gelar juara NBA karena dibela oleh banyak pemain bintang. Kendati demikian, perjalanan mereka untuk meraih trofi Larry O’Brien tersebut tak akan mudah karena Rockets dan Los Angeles Clippers juga punya materi mumpuni untuk meraih juara.*K.C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news