news
UMUM
Save Timnas Indonesia, Nasib Simon McMenemy Tinggal Menghitung Hari
16 October 2019 12:10 WIB
berita
BALI - Timnas senior Indonesia kembali kehilangan tajinya saat bermain di kandang. Kini skuat Garuda dikalahkan Vietnam 1-3 dalam laga Pra-Piala Dunia (PPD) 2022 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (15/10) malam. 

Artinya, Indonesia telah menelan empat kekalahan beruntun pada PPD 2022 dengan tiga kali takluk di kandang. Kekalahan ini jelas sangat menyedihkan bagi publik Indonesia. Bukan hanya soal hasil, tapi juga Indonesia telah kehilangan karakter bermain aslinya yang dikenal cepat, energik, dan bersemangat. Semua itu tak terlihat setelah timnas takluk dari Malaysia di laga pertama.




Baca Juga :
- Intip Korsel vs Cina, Tim Pelajar U-18 Indonesia Malah Diburu Suporter
- Jadi Embrio Masa Depan, PSS Sleman Ekstra Serius Kelola Akademi




Sepanjang PPD, Indonesia bukan saja tidak memiliki serangan yang baik, tapi juga punya pertahanan yang buruk. Dalam empat laga Indonesia hanya mampu mencetak tiga gol dan kebobolan 14 gol.

Bahkan, rekor tidak pernah menang Vietnam di Indonesia selama 20 tahun kini terhapuskan. Sebelumnya juga rekor tidak pernah menang Malaysia di Indonesia selama 14 tahun juga tercoreng.


Baca Juga :
- Rangkuman Laga Pekan Kedua Grup Skor Liga TopSkor Transtama U-15
- Jelang hadapi Malaysia, Timnas Indonesia Mantapkan Skema dan Finishing


Kekalahan ini tentu menjadi puncak kekecewaan publik sepak bola Indonesia. Kini, pelatih Indonesia Simon McMenemy pun diprediksi tak lama lagi akan dipecat. Meskipun PSSI tetap kekeh ingin mempertahankan pelatih asal Skotlandia itu karena menghormati kontraknya hingga Piala AFF 2020, namun harus diingat bahwa awal bulan depan (2 November) PSSI akan memilih pengurus baru.

Artinya, jika Simon tidak mengundurkan diri sekarang pun, maka kemungkinan besar Ketua Umum PSSI yang barulah yang akan mendepaknya dan mencari pelatih anyar. Apalagi isu timnas senior ini akan menjadi “barang seksi” untuk dikampanyekan dalam Debat Kandidat Ketum PSSI, 24 Oktober mendatang.

“Seharusnya secara elegan kalau memang dia (Simon) pelatih profesional melihat hasil yang tidak kunjung baik ini, legowolah untuk mundur dari kursi kepelatihan. Karena memang tidak ada perkembangan yang terjadi dan saya jamin kalau ini terus dipertahankan tidak akan kondusif, tidak akan baik ke depannya untuk timnas senior," ujar anggota Komite Eksekutif PSSI Refrizal.

Sementara itu, Simon menilai lemahnya konsentrasi pemain menjadi penyebab kekalahan timnya dari Vietnam. “Mungkin orang-orang lupa khususnya orang di luar bahwa kami bermain di level Piala Dunia dan melawan tim di pot 2 mereka di level tertinggi pada tiga tahun terakhir. Sedangkan kami baru keluar dari ban FIFA, tetapi ini adalah sepak bola, ini adalah hidup, dan hidup harus tetap jalan,” kata Simon.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news