news
UMUM
Modal Positif Timnas U-23 Menuju SEA Games 2019
16 October 2019 13:04 WIB
berita
Foto: Dokumentasi Federasi Sepak Bola Arab Saudi
WANZHOU - Timnas Indonesia U-23 meraih hasil positif dalam laga pamungkas turnamen CFA di Cina. Tim Garuda Muda sukses menahan Arab Saudi 1-1 di Stadion PAI, Cina, Selasa (15/10).

Indonesia sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Sa'ad Saluli pada menit kesembilan. Namun empat menit berselang Garuda Muda sukses menyamakan kedudukan berkat sundulan Irkham Milla di menit ke-13.




Baca Juga :
- Timnas U-22 Malaysia Berpeluang Diperkuat Pemain MLS Amerika Serikat
- Kabar Baik dari Zahra Muzdalifah, Timnas Putri Siap hadapi Sri Lanka Buka-Tutup




"Kami dipaksa untuk main deep defending with counter dan itu cukup berhasil. Dan harus diperbaiki lagi transisi dari defend to counter," kata pelatih timnas U-23 Indra Sjafri kepada TopSkor. “Nanti setibanya di Jakarta, tim pelatih dan tim analisis akan melakukan evaluasi menyeluruh.”

Ya, usai mengikuti turnamen pemanasan di Cina, timnas Indonesia U-23 akan melanjutkan pemusatan latihan (TC) di Jakarta dalam persiapan menuju SEA Games 2019, 26 November sampai 10 Desember mendatang.


Baca Juga :
- Jangan Sampai PSSI Tersandera Makelar Pelatih Timnas
- Preview Indonesia U-23 vs Iran U-23, PR dan Target yang Diinginkan Indra Sjafri


Timnas Indonesia U-23 sendiri tergabung di grup yang cukup berat pada SEA Games, Manila. Dalam undian grup sepak bola yang digelar di Sofitel Hotel, Manila, Selasa (15/10) pagi, tim asuhan Indra Sjafri itu berada di Grup B.

Di grup ini berisi juara bertahan Thailand, Vietnam, Laos, Singapura, dan Brunei Darussalam. Sementara di Grup A terdiri dari tuan rumah Filipina, Malaysia, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste.

Praktis dengan undian tersebut, langkah Indonesia untuk merebut medali emas di ajang sepak bola, setelah kali terakhir pada 1991 bakal berliku. Namun dengan semua modal dan tekad yang sudah disiapkan pasukan Indra Sjafri, rasa optimisme itu harus terus digaungkan.

Apalagi, Indra Sjafri telah membuktikan timnya memiliki kualitas untuk bersaing dengan tim lainnya menjadi yang terbaik di Piala AFF U-22 beberapa waktu lalu. Indonesia berhasil juara setelah mengalahkan Thailand 2-1 di partai puncak.

Dikatakan Indra usai memimpin timnya menghadapi Arab Saudi dalam turnamen segiempat di Cina, untuk menjadi yang terbaik, timnya tidak harus melihat calon lawan. Yang terpenting dikatakannya adalah bagaimana semua pemain memiliki kepercayaan diri terkait kemampuan mereka bersaing.

“Kami tidak pikirkan lawan. Kalau bisa mereka yang memikirkan bagaimana tim kami. Bagaimana mengalahkan kami,” kata Indra Sjafri kepada TopSkor. “Izin Alah dan kerja cerdas kita wujudkan medali emas.”

Menurut Indra Sjafri, berada di Grup A maupun B sama saja. Untuk mewujudkan target emas, Indonesia harus bisa mengalahkan tim lainnya. Ditambahkan, perbedaan kualitas antarnegara ASEAN saat ini pun tidak terlalu timpang satu sama lain. Indra bersyukur timnya memiliki periode persiapan yang bagus sebelum turun gelanggang di SEA Games.

Setelah mengikuti turnamen di Cina, timnas akan kembali melakoni dua uji coba penting di tanah air melawan timnas Iran U-23. Ini akan menjadi penilaian akhir Indra sebelum menentukan 20 pemain terbaik yang akan didaftarkannya untuk SEA Games. Saat melawan Iran, ada kemungkinan Indra akan menyertakan beberapa pemain senior yang diproyeksikan masuk ke dalam skuat.

Seperti diketahui, dari 40 nama untuk entry by name SEA Games, Indra Sjafri menyertakan lima pemain senior. Kelima pemain tersebut adalah Hansamu Yama, Manahati Lestusen, Evan Dimas, Zulfiandi, dan Beto Goncalves. Dari lima nama tersebut, nantinya hanya dua pemain yang dibawa ke SEA Games 2019.

 

Timnas Wanita

Sementara itu, pelatih timnas wanita Indonesia Rully Nere, menyikapi hasil drawing SEA Games dengan tenang. Meski terbilang berat, pemain tetap harus optimistis saat menghadapi Thailand dan Vietnam.

“Ya kami harus tetap optimistis tapi juga realistis. Jangan sampai kami kalah duluan sebelum berperang,” kata Ruly Nere kepada TopSkor. Menurutnya, Thailand dan Vietnam adalah tim sepak bola wanita terbaik di Asia Tenggara saat ini.

“Dengan adanya Liga 1 Putri yang sedang bergulir ini, pemain juga telah mendapatkan jam terbang tambahan. Ini juga jadi salah satu modal bagus sebelum nanti tanggal 2 (November) TC tahap akhir akan dimulai,” ucap Ruly.***FURQON AL FAUZI

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news