news
LIGA INTERNASIONAL
Southgate Bisa Adopsi Strategi Klopp
15 October 2019 12:58 WIB
berita
Performa bek sayap timnas Inggris Trent Alexander-Arnold tidak semaksimal seperti di Liverpool karena perbedaan gaya permainan pelatih.
LONDON – Kekalahan dari Republik Ceko 0-2 di Sinobo pada 11 Oktober lalu membuat Inggris dalam sorotan. Kekalahan itu tidak hanya jadi yang pertama bagi The Three Lions dalam satu dekade terakhir ini. Melainkan, skuat asuhan Gareth Southgate pun batal mengunci tiket ke Piala Eropa 2020 dari Grup A dengan cepat.

Itu terkait sektor pertahanan yang belum stabil. Ditambah dengan miskoordinasi pada lini tengah. Namun, Southgate punya banyak waktu untuk membenahi. Sebab, Inggris baru bertanding pada 14 November mendatang dengan menjamu Montenegro yang lanjut tandang ke Kosovo (17 November).




Baca Juga :
- Update Hasil dan Klasemen Liga Inggris, Senin Dini Hari WIB
- Tottenham Makin Sulit Tembus Empat Besar




Dalam periode itu, Southgate bisa melakukan evaluasi terkait skuatnya. Termasuk, inovasi strategi dengan salah satunya, mengadopsi taktik Liverpool FC. Memang, di skuat saat ini hanya ada tiga pemain The Reds yang meliputi Trent Alexander-Arnold dan Joe Gomez sebagai bek serta Jordan Henderson (gelandang).

Jumlah tersebut masih di bawah Chelsea FC dengan empat pemain. Meski begitu, tidak ada salahnya, Southgate mencoba sesuatu yang baru. Misalnya, terdapat beberapa opsi luar biasa pada bek sayap Inggris, terutama bek kanan. Itu mengapa, area ini harus dimanfaatkan secara maksimal dengan memilih pemain yang terbaik.


Baca Juga :
- Manchester City Belum Jadi Masalah untuk Liverpool
- Fabinho: Bentrokan Man-City Tidak Tentukan Harapan Gelar Juara Liverpool


Pilihannya ada dua, Alexander-Arnold atau Kieran Trippier yang dalam performa impresif bersama Atletico Madrid. Namun, harus diakui jika Alexander-Arnold jadi salah satu full-back ofensif terbaik di dunia.

Selain itu, Southgate bisa mengubah sedikit peran Harry Kane di lini depan. Striker Tottenham Hotspur FC ini dapat menjelma sebagai Roberto Firmino-nya Inggris. Kane bisa lebih leluasa mengeksplorasi pertahanan lawan sambil membuka ruang di belakang Jadon Sancho dan Raheem Sterling.

Ini jadi opsi menarik bagi Kane yang pada Piala Dunia 2018 tampil lebih ke dalam. Memang, dia menjelma sebagai pemain tersubur dengan enam gol. Namun, perannya sedikit terisolasi di antara pemain lain. Kane bisa mengikuti gaya Firmino yang sukses jadi penghubung bagi Sadio Mane dan Mohamed Salah di Liverpool.

Hanya, ini yang jadi masalah. Kane merupakan striker murni ketimbang Firmino yang lebih sering dipasang pelatih Liverpool, Juergen Klopp, sebagai penyerang lubang yang kerap memberi assist untuk Mane dan Salah. Sulit bagi Kane untuk menekan egonya sebagai sumber gol. Kecuali, jika dia lebih mengutamakan kepentingan tim.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news