news
LIGA INTERNASIONAL
Guendogan Jadi Protagonis saat Jerman Kalahkan Estonia
15 October 2019 13:35 WIB
berita
Gelandang timnas Jerman Ilkay Guendogan membuktikan kapasitasnya sebagai pemain penting di lini tengah Die Mannschaft saat membuat dua gol ke gawang Estonia pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu (13/10) lalu.
TALLINN – Misi Jerman untuk mengunci tiket ke Piala Eropa 2020 kian dekat. Tepatnya, setelah skuat asuhan Joachim Loew mengalahkan Estonia 3-0 di A Le Coq Arena, Minggu (13/10) atau Senin dini hari WIB. Hasil pada matchday kedelapan Grup C ini membuat mereka menyamai Belanda di puncak klasemen sementara dengan 15 poin yang beberapa jam sebelumnya menang 2-1 di markas Belarus.

Irlandia Utara yang juga masih berpeluang lolos berada di urutan ketiga dengan 12 poin. Di urutan empat ada Belarus (empat poin) yang meski tersisih dari persaingan di Grup C tapi bisa merebut satu tiket lewat play-off. Praktis, hanya Estonia sebagai juru kunci (satu poin) yang sudah dipastikan tereliminasi.




Baca Juga :
- Update Negara yang Lolos ke Piala Eropa 2020, Total Sudah 16 Tim Melaju
- Update Hasil dan Klasemen Kualifikasi Piala Eropa 2020, Minggu Dini Hari WIB




Ilkay Guendogan jadi protagonis atas kemenangan telak Jerman ini. Itu berkat dua gol yang dibukukan gelandang Manchester City FC ini pada menit ke-51 dan 57. Bahkan, Guendogan berkontribusi pada gol ketiga Jerman lewat assist-nya untuk Timo Werner (71). Hanya, selain aksi individu Guendogan, penampilan Jerman yang tidak diperkuat beberapa pemain andalan memang belum meyakinkan.

Bahkan, saat laga berjalan 14 menit, sudah harus turun dengan 10 pemain. Itu akibat diusirnya Emre Can yang mendapat kartu merah karena tekel telat terhadap gelandang Estonia, Frank Liivak. Beruntung, kekurangan pemain tidak menggoyahkan skuat Jerman. Ditambah, penampilan impresif Guendogan berhasil memastikan tiga poin.


Baca Juga :
- Timnas Jerman Lolos ke Piala Eropa 2020 Usai Bekuk Belarus
- Pengaruh Chelsea di Timnas Inggris Mulai Menurun


“Pertama, saya senang kami bisa menyelesaikan pekerjaan ini. Ini pertandingan yang sulit. Tim melakukannya dengan baik di babak kedua. Kami mampu clean sheet dan mencetak tiga gol. Faktor yang menentukan ada pada peningkatan tempo setelah turun minum,” kata Loew memberi apresiasi kepada skuatnya.

Sosok yang membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 ini menambahkan, “Banyak pemain yang harus ditinggal pekan ini akibat cedera. Jadi, kami butuh improvisasi.” Pernyataan senada diungkapkan kapten tim, Manuel Neuer. “Tidak mudah bermain dengan 10 orang setelah 15 menit yang membuat kami harus mengatur ulang strategi. Karena itu, saya tidak berpikir tim tampil buruk,” katanya.

Bulan depan, Jerman akan melakoni dua pertandingan pamungkas pada kualifikasi. Dimulai saat menjamu Belarusia pada 16 November mendatang yang tiga hari berselang meladeni Irlandia Utara. Mereka hanya butuh empat poin demi memastikan tiket ke Piala Eropa 2020.

Loew berharap saat kumpul pada pertengahan November nanti, skuatnya bisa kembali pulih. Meski, harus kehilangan Can. Yang menarik, Loew justru tidak memberi pembelaan terhadap gelandang Juventus FC itu yang mendapat kartu merah langsung. “Melihat situasinya, Anda (wasit) tidak bisa memberinya kartu kuning. Itu memang kartu merah,” Loew, mengungkapkan.***CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news