news
LIGA INGGRIS
MU Akan Evaluasi Rencana Transfer Musim Dingin
15 October 2019 15:48 WIB
berita
Merekrut winger Alexis Sanchez (kanan) adalah salah satu kesalahan yang dilakukan MU selepas era kepelatihan Sir Alex Ferguson./Istimewa
MANCHESTER – Manchester United FC (MU) tampaknya akan mengevaluasi rencana untuk mengeluarkan dana besar saat jendela transfer musim dingin dibuka. Manajemen Setan Merah tidak mau melakukan kesalahan sama pada bursa jual-beli pemain tengah musim. Mereka kapok dan telah belajar dari kesalahan ketika merekrut Alexis Sanchez pada Januari 2018.

Dengan krisis performa yang tengah melanda klub, memang bukan tidak mungkin MU bakal mendatangkan pemain anyar awal tahun nanti. Apalagi pasukan Ole Gunnar Solskjaer kini berada di peringkat ke-12 klasemen dan hanya unggul dua poin dari zona degradasi. Hal ini membuat memboyong pesepak bola berkualitas menjadi salah satu solusi mengatasi problem tersebut.




Baca Juga :
- Fred Solusi Problem Lini Tengah Man. United
- Dua Gol Cepat Bikin Brighton Terkejut, Manchester United Raih 3 Poin




Meski demikian, Setan Merah tidak ingin gegabah. Mereka hanya ingin memboyong pemain yang dibutuhkan dan tentunya dengan banderol masuk akal. Ketika merekrut Sanchez dari Arsenal FC, MU memang tidak mengeluarkan dana karena menukarnya dengan Henrikh Mkhitaryan. Tetapi mereka harus menggaji tinggi winger asal Cile itu agar mau bergabung ke Old Trafford.

Dan itu adalah kesalahan besar yang dilakukan klub milik Keluarga Glazer tersebut. Masalahnya, Sanchez gagal memberikan pengaruh signifikan bagi tim. Ia hanya mampu mencetak lima gol bagi MU dalam 45 penampilan di semua kompetisi. Hal tersebut jelas tidak sebanding dengan bayaran 400 ribu paun (sekitar Rp7,1 miliar) per pekan yang diterima Sanchez.


Baca Juga :
- Susunan Pemain Manchester United vs Brighton
- Inilah Penyebab Man. United Sulit Bongkar Pertahanan Lawan


Alasan ini pula yang membuat MU memilih meminjamkan pemain 30 tahun tersebut ke FC internazionale musim panas lalu. Selain mengurangi beban gaji, ia juga tidak masuk dalam rencana Solskjaer. Musim ini, penyerang Olympique Lyon Moussa Dembele dikaitkan dengan Setan Merah. Namun mereka tentu tak akan mau mengeluarkan 71 juta paun untuk memboyongnya dari klub Ligue 1 Prancis itu.

MU memilih bersikap lebih realistis, yakni merekrut striker Mario Mandzukic. Untuk saat ini, mereka butuh solusi cepat dan pemain Juventus FC tersebut bisa menjadi jawaban tepat. Meski telah berusia 33 tahun, untuk jangka pendek, pengalaman serta mentalitas Mandzukic bisa berpengaruh signifikan bagi Setan Merah. Ditambah lagi, banderolnya masuk akal, sekitar 10 juta paun.

MU juga ingin bercermin dari kesalahan demi kesalahan yang mereka lakukan setelah pelatih legendaris, Sir Alex Ferguson memutuskan pensiun pada akhir 2012/13 lalu. Sepanjang enam tahun terakhir, manajemen Setan Merah lebih sering melakukan blunder ketimbang mengambil keputusan tepat. Klub peraih gelar terbanyak Liga Primer tersebut seolah berjalan mundur.

Kesalahan fatal pertama tentu saja menunjuk David Moyes sebagai suksesor Ferguson. Mantan pelatih Everton FC itu memang kaya pengalaman di Liga Primer, namun secara mentalitas, ia bukan orang yang tepat. Setelah era Moyes berlangsung singkat, MU mencoba meniru cara Real Madric CF, menciptakan galactico di Old Trafford dengan memboyong Angel Di Maria dan Radamel Falcao.

Faktanya, proyek ambisius itu gagal total. Kebanyakan, kesalahan yang dilakukan Setan Merah adalah merekrut pemain hebat yang tidak cocok dengan klub. Setelah Di Maria dan Falcao, pemain seperti Memphis Depay, Bastian Scweinsteiger dan Mkhitaryan datang. Namun tak satu pun yang mampu memenuhi ekspektasi. Mungkin pengecualian hanya Zlatan Ibrahimovic. Tetapi, striker asal Swedia itu datang terlambat.*   

    

   

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news